Komisi X DPR Desak Nadiem Ambil Langkah Mitigasi Hepatitis Akut di Sekolah Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Foto : Jaka/Man

MerahPutih.com - Temuan kasus hepatitis akut terus bertambah. Bahkan, kasus misterius itu sudah merenggut tiga nyawa anak-anak di bawah 16 tahun. Namun, pemerintah hingga kini masih tetap menerapkan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

DPR RI mendesak Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam membuat langkah mitigasi penyebaran hepatitis akut di sekolah.

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Sebabkan Hepatitis Akut pada Anak

"Saya mendesak Kemendikbud untuk koordinasi dengan Kemenkes untuk mengantisipasi dan membuat rekomendasi yang sifatnya lebih detail terkait dengan tindakan preventif adanya hepatitis misterius," kata Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda di Jakarta, Jumat (13/5).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta langkah-langkah mitigasi itu harus cepat diterbitkan demi mencegah penyebaran hepatitis akut tersebut.

"Secepatnya memitigasi dan memastikan terkait hepatitis misterius ini bagaimana tindakan preventifnya yang harus disiapkan oleh pihak sekolah," ujarnya.

Baca Juga

Dokter Spesialis Anak: Jangan Panik saat Temukan Gejala Awal Hepatitis

Dengan cara itu, kata Syaiful, nanti akan ada standar operasional prosedur (SOP) yang bisa dikeluarkan oleh Kemendikbud berupa surat edaran kepada sekolah-sekolah.

"Apa saja tindakan preventif yang harus disiapkan sekolah," imbuhnya.

Ia pun meminta agar penanganan tidak dilakukan secara lamban. Sebab, menurutnya, kasus hepatitis akut ini telah banyak dilaporkan di daerah.

"Jangan sampai terlambat, karena kasusnya kita sudah dapat di Jawa Timur juga, besar juga di Tulungagung itu dan cukup membahayakan kalau kita analisis dari berbagai berita," pungkasnya. (Pon)

Baca Juga

DPRD Sarankan Kantin Sekolah di Jakarta Ditutup Antisipasi Hepatitis Akut

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Survei Voxpol: Konflik Internal Reda, Demokrat Kembali ke Papan Tengah
Indonesia
Survei Voxpol: Konflik Internal Reda, Demokrat Kembali ke Papan Tengah

Partai oposisi lainnya juga masih berada di papan tengah yaitu PKS 5,3 persen

Pemprov DKI Pastikan Sekolah Tatap Muka Belum Diberlakukan di Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Pastikan Sekolah Tatap Muka Belum Diberlakukan di Jakarta

DKI menetapkan target vaksinasi sebanyak 11 juta orang

Anies Ubah Nama Jalan, Dukcapil DKI Buka Layanan Perubahan Data Kependudukan
Indonesia
Anies Ubah Nama Jalan, Dukcapil DKI Buka Layanan Perubahan Data Kependudukan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mulai pekan depan akan membuka layanan perubahan data kependudukan bagi mereka yang alamatnya diganti.

Edy Mulyadi Bakal Diperiksa Polisi Terkait Ucapan Kontroversialnya
Indonesia
Edy Mulyadi Bakal Diperiksa Polisi Terkait Ucapan Kontroversialnya

Pegiat media sosial Edy Mulyadi akan diperiksa sebagai saksi pada Jumat (28/1).

Pemprov DKI Beri Keringanan dan Penghapusan Sanksi Pajak
Indonesia
Pemprov DKI Beri Keringanan dan Penghapusan Sanksi Pajak

Pemberian insentif fiskal tersebut sebagai bentuk upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19.

Baleg DPR Targetkan Revisi UU PPP Rampung Sebelum Masa Reses
Indonesia
Baleg DPR Targetkan Revisi UU PPP Rampung Sebelum Masa Reses

Badan Legislasi (Baleg) menargetkan revisi UU PPP rampung sebelum DPR memasuki masa reses pada 15 April.

Menhub Minta Pemudik Hindari Perjalanan pada 6 Mei - 8 Mei
Indonesia
Menhub Minta Pemudik Hindari Perjalanan pada 6 Mei - 8 Mei

Masyarakat diimbau untuk kembali lebih awal sebelum atau setelah puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 6 sampai 8 Mei 2022.

Penambahan Kasus COVID-19 di Bawah 25 Ribu
Indonesia
Penambahan Kasus COVID-19 di Bawah 25 Ribu

Pemerintah melaporkan kasus harian positif corona pada hari ini sebanyak 24.867.

Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di Jakarta Tembus 91 Persen
Indonesia
Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di Jakarta Tembus 91 Persen

DKI menargetkan vaksinasi sebanyak 11 juta orang guna menciptakan herd immunity atau kekebalan komunitas.

[HOAKS atau FAKTA]: Penyintas COVID-19 Bisa Langsung Divaksin Tak Tunggu 3 Bulan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Penyintas COVID-19 Bisa Langsung Divaksin Tak Tunggu 3 Bulan

Beredar di media sosial tentang perubahan jadwal vaksinasi COVID-19 bagi penyintas.