Komisi Kejaksaan Belum Terima Laporan Terkait JPU Perkara Teror Novel Baswedan Dua eks anggota Brimob (baju oranye) yang menjadi terdakwa kasus teror penyiraman air keras Penyidik KPK Novel Baswedan. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Komisi Kejaksaan (Komjak) mengaku hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait dugaan pelanggaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara teror penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

"Untuk laporan resminya belum ada," kata Anggota Komisi Kejaksaan, Ibnu Mazjah saat dikonfirmasi, Senin (15/6).

Baca Juga

Penerornya Dituntut 1 Tahun Penjara, Novel: Fakta Rusaknya Hukum di Indonesia

Meski demikian, pihaknya tetap memantau, mencermati dan mempelajari ada tidaknya pelanggaran dalam proses penuntutan perkara tersebut.

"Tapi KKRI (Komisi Kejaksaan RI) tetap melakukan pemantauan untuk mencermati, mempelajari ada atau tidaknya dugaan pelanggaran pada aspek kinerja, SOP, kode etik hingga peraturan perundang-undangan dalam proses penuntutan a quo," ujarnya.

Diketahui, JPU hanya menuntut setahun pidana penjara terhadap dua anggota Brimob Polri, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis. Jaksa meyakini kedua terdakwa peneror Novel Baswedan itu terbukti bersalah sesuai dakwaan subsider, yakni Pasal 353 ayat 2 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

novel baswedan
Penyidik KPK Novel Baswedan berbincang dengan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

Sementara untuk dakwaan primer yakni Pasal 355 ayat (1) KUHP diyakini Jaksa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Jaksa menyebut perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur 'dengan perencanaan terlebih dahulu'.

Menurut jaksa kedua terdakwa hanya bermaksud memberi pelajaran dan tidak berniat menyiramkan air keras ke mata Novel.

Ringannya tuntutan terhadap dua terdakwa peneror Novel mendapat kritik dari berbagai kalangan. Salah satunya nantan Pimpinan KPK, Laode M. Syarif. Ia menilai tuntutan ringan tersebut tak masuk akal.

Baca Juga

Otak Sekaligus Eksekutor Penyiram Novel Dituntut 1 Tahun Penjara

Laode pun membandingkan kasus teror penyiraman air keras yang dialami Novel dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith terhadap dua remaja.

Menurutnya, tuntutan terhadap dua peneror Novel Baswedan jauh lebih ringan ketimbang tuntutan terhadap Bahar bin Smith yang dituntut 6 tahun penjara atas penganiayaan terhadap Cahya Abdul Jabar dan Khoirul Aumam. Majelis Hakim kemudian memutus Bahar bin Smith dengan hukuman 3 tahun penjara. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menkes BGS Diyakini Bisa Sukseskan Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Menkes BGS Diyakini Bisa Sukseskan Vaksinasi COVID-19

Pada masa awal pandemi BGS membuka jaringan internasional dan mengerahkan sumber daya dalam negeri untuk pengadaan 20 alat PCR test dengan kapasitas lebih dari 10,000 test per hari.

Jabar Targetkan Vaksinasi Tahap I Selesai Akhir Februari
Indonesia
Jabar Targetkan Vaksinasi Tahap I Selesai Akhir Februari

Jabar sampai 14 Februari total sampling adalah 1.032.854 dari kurang lebih 50 juta penduduk

Ditambah Kelompok Fahim, Densus 88 Sudah Bekuk 44 Terduga Teroris Afiliasi JI
Indonesia
Ditambah Kelompok Fahim, Densus 88 Sudah Bekuk 44 Terduga Teroris Afiliasi JI

Tim Densus 88 kembali menangkap sebanyak 22 orang yang diduga terlibat dalam kejahatan terorisme.

Seluruh Polisi Ditresnarkoba Polda Jatim Mendadak Dites Urine, Ini Hasilnya
Indonesia
Seluruh Polisi Ditresnarkoba Polda Jatim Mendadak Dites Urine, Ini Hasilnya

Ditresnarkoba Polda Jawa Timur menggelar tes urine mendadak bagi anggota Kepolisian yang tengah berdinas.

Pemerintah Diminta Jadikan TNI-Polri Prioritas Kedua Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Pemerintah Diminta Jadikan TNI-Polri Prioritas Kedua Vaksinasi COVID-19

Apalagi, pada kondisi seperti sekarang TNI-Polri harus terjun langsung

[HOAKS atau FAKTA]: SBY Ingin Membantu, Tapi Partainya Tak Ada di Pemerintahan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: SBY Ingin Membantu, Tapi Partainya Tak Ada di Pemerintahan

Beredar postingan di Facebook oleh akun bernama Aprizal Khoiro yang dibagikan di grup Denny Siregar Fans.

Disdik DKI Jelaskan Sistem Penerimaan Zonasi PPDB
Indonesia
Disdik DKI Jelaskan Sistem Penerimaan Zonasi PPDB

Nahdiana mengungkapkan bahwa jika jumlah pendaftar PPDB Jalur Zonasi melebihi daya tampung

Mabes Polri Selidiki Senpi Milik Terduga Teroris ZA
Indonesia
Mabes Polri Selidiki Senpi Milik Terduga Teroris ZA

"Yang jelas ini masih didalami masalah senjatanya," ujar Rusdi dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (1/4).

Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi Harus Dimulai Dari UMKM
Indonesia
Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi Harus Dimulai Dari UMKM

Teten mengajak semua pihak untuk bekerja sama menjadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

10 Warga Tewas Tertimbun Longsor di Flores Timur
Indonesia
10 Warga Tewas Tertimbun Longsor di Flores Timur

Sebanyak 10 warga ditemukan tewas dalam peristiwa banjir dan tanah longsor di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4) dini hari.