Komaruddin Hidayat: Perlu Strategi Perkukuh Identitas Nasional Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Komaruddin Hidayat (Antaranews)

Merahputih.com - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Komaruddin Hidayat mengingatkan saat ini perlu strategi untuk memperkuat dan memperkukuh identitas nasional.

Meskipun Pancasila sebagai pemersatu bangsa sudah selesai, menurut Indonesia sebagai sebuah bangsa yang dicita-citakan belum selesai.

"Artinya kita membangun bangsa dan negara. Hidup ini diatur, disepakati, dipandu oleh nilai-nilai kebaikan, kemanusian, humanisme. Hal itu dirumuskan dalam Pancasila," kata Komaruddin Hidayat dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin (3/8).

Baca Juga

RUU HIP Dinilai Rendahkan Pancasila

Komaruddin mengemukakan hal itu saat membedah buku berjudul "Wawasan Pancasila: Bintang Penuntun untuk Pembudayaan" karya Yudi Latif, Minggu (2/8) malam.

"Jadi, ke depan ketika nanti makin muncul generasi baru, ketika dari etnisitas makin kendor. Sekarang ini 'kan ikatan etnis makin kendor, kalau agama masih kentel. Nah, sekarang bagaimana ke depan bahwa Pancasila inilah sebagai identity dan ini perlu perjuangan panjang dan perlu strategi," kata Komaruddin.

Bedah buku tersebut diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK) dengan pemateri lain adalah sosiolog UI Dr. Thamrin Amal Tomagola, pengamat militer Dr. Connie Rahakundini, pendeta Dr. Martun L. Sinaga, dipandu oleh pengamat politik UKI Dr. Sidratahta Mukhtar dan Bursah Zarnubi sebagai host.

Menurut Komaruddin, mencari strategi menjadikan Pancasila sebagai identitas nasional mestinya tak kalah penting dengan Program Organisasi Penggerak (POP) yang diagendakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Komaruddin Hidayat. ANTARA

Pasalnya, Pancasila sebagai indentitas nasional yang diimajinasikan, dipikirkan, dan digagas oleh para pendiri bangsa sudah mulai luntur akhir-akhir ini.

Cita-cita identitas nasional yang sudah mulai luntur itu, lanjut dia, perlu ditemukan kembali strategi menghidupkannya, baik pada tataran konseptual filosofis maupun ideologis sehingga dapat menjadi kaidah atau panduan kebijakan dalam mengelola pemerintah dan negara.

Komaruddin juga mengapresiasi buku karangan Yudi Latif setebal 315 halaman yang diterbitkan oleh Mizan itu.

"Sebagai orang beragama maka bacaan saya pertama adalah kitab suci. Akan tetapi, sebagai warga negara hemat saya ini selayaknya menjadi bacaan utama buku Yudi tentang Pancasila ini," katanya.

Yudi Latif berhasil melengkapi dan mengembangkan hal-hal yang tidak sempat ditulis oleh para pendiri bangsa sehingga buku itu dapat disebut mewakili cita-cita para pemikir, intelektual, dan pejuang yang ikut bersama-sama membayangkan Indonesia.

Baca Juga

PPP Minta DPR Akomodasi Pandangan Ormas Keagamaan dalam RUU HIP

Tidak banyak orang Indonesia yang memikirkan Indonesia sebagai home, tetapi mereka lebih bicara Indonesia sebagai house, tempat berkompetisi, berebut kekuasaan, dan menghitung APBN.

"Maka, saya senang sekali kehadiran buku (Wawasan Pancasila) ini karena mengingatkan kembali. Dalam konteks ini, Yudi itu blessing bagi orang yang mikir kebangsaan. Akan tetapi, persoalannya kemudian siapa yang kemudian membantu, men-support, memikiran ide-idenya, dan seterusnya," tutup dia. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Setelah Bermusyawarah, Sidang Lanjutan 'Kacung WHO' Jerinx Digelar Tatap Muka
Indonesia
Setelah Bermusyawarah, Sidang Lanjutan 'Kacung WHO' Jerinx Digelar Tatap Muka

Semua pihak untuk mentaati tata tertib persidangan dan khusus untuk terdakwa wajib dihadirkan di persidangan dengan pengamanan

Motif Sejoli Pelaku Mutilasi Rinaldi, Kelaparan hingga Dipecat Akibat COVID-19
Indonesia
Motif Sejoli Pelaku Mutilasi Rinaldi, Kelaparan hingga Dipecat Akibat COVID-19

Keduanya mengklaim belum makan beberapa hari sebelum menghabisi korban

Bukannya Turun, Kasus Positif COVID-19 Kab Bogor Justru Meroket Saat PSBB
Indonesia
Bukannya Turun, Kasus Positif COVID-19 Kab Bogor Justru Meroket Saat PSBB

4 di antaranya berdomisili di Kecamatan Bojonggede

 4 Oknum TNI Kodam Jaya dan Diponegoro Diduga Terlibat Pencurian Kabel Telkom
Indonesia
4 Oknum TNI Kodam Jaya dan Diponegoro Diduga Terlibat Pencurian Kabel Telkom

"Kejadian pencurian pada Selasa tanggal 14 April kemarin di Klaten. Proses hukum kami sudah berkoordinasi dengan Denpom IV/4 Surakarta dan Kodam Jaya, Jakarta," ujar Effendi, Rabu (15/4).

Kasus Kematian Tinggi Akibat Corona Didominasi Jakarta dan Jatim
Indonesia
Kasus Kematian Tinggi Akibat Corona Didominasi Jakarta dan Jatim

Kasus kematian akibat Covid-19 di seluruh Indonesia mencapai 1.721.

Terungkap, Vannesa Angel Dapat Narkoba dari Pengacaranya
Indonesia
Terungkap, Vannesa Angel Dapat Narkoba dari Pengacaranya

Audie mengatakan saat ini yang paling mungkin untuk dilakukan penahanan adalah Vanessa Angel karena obat-obatan tersebut diketahui miliknya.

WHO Bakal Luncurkan Vaksin COVID-19 Untuk Negara Miskin Pada Januari
Indonesia
WHO Bakal Luncurkan Vaksin COVID-19 Untuk Negara Miskin Pada Januari

Fasilitas Akses Global Vaksin COVID-19 COVAX diprakarsai WHO bersama dengan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) serta Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).

MK Diyakini Tolak Permohonan Sengketa Pilkada Surabaya di Putusan Sela
Indonesia
MK Diyakini Tolak Permohonan Sengketa Pilkada Surabaya di Putusan Sela

Ambang batas selisih suara yang bisa diajukan gugatan maksimal 0,5 persen. Sedangkan, Eri-Armuji menang dengan selisih 13,8 persen.

Kejagung Kembali Periksa 3 Saksi Terkait Asabri
Indonesia
Kejagung Kembali Periksa 3 Saksi Terkait Asabri

Para saksi dimintai keterangan guna mencari fakta hukum

Pasien Positif COVID-19 di DKI Capai 440 Orang, 37 Meninggal Dunia
Indonesia
Pasien Positif COVID-19 di DKI Capai 440 Orang, 37 Meninggal Dunia

Data itu tercatat Rabu (25/3) sekitar pukul 12.00 WIB.