Kolonel Priyanto Terdakwa Pembunuhan Dua Remaja di Nagreg Jalani Sidang Vonis Kolonel Infanteri Priyanto saat memberikan keterangan sebagai terdakwa kasus pembunuhan dua remaja sipil di Nagreg, Jawa Barat, di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (7/4/2022)

MerahPutih.com - Kasus tabrak lari dan pembunuhan dua remaja Handi Saputra dan Salsabila di Nagreg, Jawa Barat, memasuki babak akhir.

Terdakwa Kolonel Infanteri Priyanto yang diduga membunuh dua korban tersebut, menjalani sidang vonis di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Jakarta Timur.

Baca Juga:

Motif Kolonel Priyanto cs Buang Jasad Sejoli Nagreg Akhirnya Terkuak

Oditur Militer Tinggi II Jakarta Kolonel Sus Wirdel Boy menegaskan, sidang vonis tersebut dilaksanakan pada hari ini, Selasa (7/6).

Terkait dengan kasus ini, pada 8 Desember 2021, Kolonel Priyanto dan dua anak buahnya, yaitu Kopda Andreas dan Koptu Ahmad Sholeh, menabrak Handi dan Salsabila di Nagreg. Mereka tidak membawa korban tersebut ke rumah sakit, tetapi justru membuang tubuh Handi dan Salsa di Sungai Serayu, Jawa Tengah.

Dalam persidangan, Kolonel Priyanto mengaku memiliki ide membuang tubuh kedua korban karena menyangka keduanya telah meninggal dunia akibat tampak tidak bergerak dan bernapas.

Meskipun begitu, sejumlah saksi lain, di antaranya warga sipil Shohibul Iman yang membantu mengangkat tubuh kedua korban ke mobil Kolonel Priyanto di tempat kejadian perkara, mengaku masih melihat tubuh Handi bergerak sambil merintih kesakitan.

Pada 11 Desember 2021, dua jenazah korban ini ditemukan oleh warga. Jasad Handi ditemukan oleh warga di aliran Sungai Serayu di Banyumas, Jawa Tengah, sementara jenazah Salsabila ditemukan di aliran sungai di daerah Cilacap, Jawa Tengah.

Setelah berhasil diidentifikasi, jenazah Salsabila dikembalikan kepada keluarga. Saat itu, pihak keluarga menolak autopsi untuk jasad Salsabila.

Pada sisi lain, jenazah Handi yang ditemukan oleh warga tidak diketahui identitasnya sehingga diautopsi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto pada tanggal 13 Desember 2021.

Empat hari kemudian, dokter forensik dr. Muhammad Zaenuri Syamsu Hidayat dan kepolisian berhasil mengidentifikasi identitas Handi setelah profil giginya dicocokkan dengan foto dari keluarga.

Zaenuri memastikan, Handi dibuang ke Sungai Serayu dalam keadaan tidak sadar, tetapi masih hidup. Disimpulkan bahwa Salsa dibuang ke sungai dalam kondisi meninggal dunia. Namun, penyebab tewasnya Handi bukanlah karena ditabrak mobil, melainkan karena dibuang ke Sungai Serayu dan tenggelam.

Atas perbuatannya itu, pada Kamis (21/4), Priyanto dituntut pidana penjara seumur hidup dan dipecat dari institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) oleh Oditur Militer Tinggi II Jakarta Kolonel Sus Wirdel Boy.

Berdasarkan fakta di persidangan, perbuatan Priyanto dinilai Oditur Militer, terbukti telah memenuhi unsur dakwaan primer, yaitu Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang pembunuhan berencana, kemudian dakwaan sekunder, yaitu Pasal 328 KUHP tentang penculikan, dan Pasal 181 KUHP yang mengatur pidana menyembunyikan mayat atau kematian korban. (*)

Baca Juga:

Tiga Anggota TNI Jalani Rekonstruksi Tabrak dan Buang Tubuh Sejoli Nagreg

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Kembali Panggil Lukas Enembe
Indonesia
KPK Kembali Panggil Lukas Enembe

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengagendakan pembangilan kedua terhadap Lukas Enembe.

DPD Usulkan Konsolidasi Koperasi-BPD
Indonesia
DPD Usulkan Konsolidasi Koperasi-BPD

Konsolidasi modal koperasi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai upaya peningkatan mekanisme pengawasan terhadap lembaga keuangan non-bank.

Pemerintah Keluarkan Obligasi Global USD 2,65 Miliar, Jatuh Tempo 2052
Indonesia
Pemerintah Keluarkan Obligasi Global USD 2,65 Miliar, Jatuh Tempo 2052

Kementerian Keuangan mencatat nominal yang diterbitkan untuk RI0927 adalah sebesar USD 750 juta, RI0932 senilai USD 1,4 miliar, serta RI0952 sebesar USD 500 juta.

Diberhentikan Tidak Hormat, Kompol Baiquni Wibowo Ajukan Banding
Indonesia
Diberhentikan Tidak Hormat, Kompol Baiquni Wibowo Ajukan Banding

"Telah diputuskan oleh komisi sidang KKEP yang bersangkutan menyatakan banding," sambungnya.

Survei SMRC Temukan Dua Isu Perlemah Penilaian Publik atas Kinerja Jokowi
Indonesia
Survei SMRC Temukan Dua Isu Perlemah Penilaian Publik atas Kinerja Jokowi

Hasil survei menunjukkan bahwa kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih dinilai positif di mata publik pada umumnya.

Ukraina Laporkan 8 Orang Tewas dan Sembilan Terluka Akibat Serangan Rusia
Dunia
Ukraina Laporkan 8 Orang Tewas dan Sembilan Terluka Akibat Serangan Rusia

Dilaporkan Al Arabiya, penasihat menteri dalam negeri Ukraina mengatakan, sedikitnya delapan orang tewas dan sembilan lainnya terluka akibat tembakan mortir Rusia.

PKS Soroti Harga Pangan yang Kian Melambung
Indonesia
PKS Soroti Harga Pangan yang Kian Melambung

Menurutnya, persoalan kenaikan harga pangan bukan hanya persoalan Kementerian Pertanian.

Datangi Kejagung, Panglima TNI Dukung Pengusutan Proyek Satelit Kemenhan
Indonesia
Datangi Kejagung, Panglima TNI Dukung Pengusutan Proyek Satelit Kemenhan

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyambangi kantor Kejaksaan Agung.

Jelang HUT Ke-77 RI, Presiden Jokowi Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan
Indonesia
Jelang HUT Ke-77 RI, Presiden Jokowi Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin menggelar "Zikir dan Doa Kebangsaan" 77 Tahun Indonesia Merdeka di halaman Istana Merdeka Jakarta.

Jokowi Perintahkan BPOM Tarik Obat Sirop Penyebab Gangguan Ginjal Akut
Indonesia
Jokowi Perintahkan BPOM Tarik Obat Sirop Penyebab Gangguan Ginjal Akut

"BPOM segera tarik dan hentikan peredaran obat sirop yang betul-betul secara evidence base terbukti mengandung bahan obat penyebab gangguan ginjal," ucap Jokowi