Koja Tas Ramah Lingkungan dari Suku Baduy Kerajinan tangan khas Baduy. (Foto: disbudpar.banten.go.id)

MerahPutih Budaya - Suku Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, memiliki seribu kearifan lokal untuk menjadi pembelajaran bagi masyarakat lain. Suku Baduy dikenal sebagai masyarakat tradisional yang mempertahankan tradisi nenek moyang dan senantiasa menjaga alam lingkungan tempat tinggalnya.

Ketradisionalan masyarakat Baduy bisa dilihat dari pakaian yang dikenakan. Selain pakaian, penunjang aktivitas sehari-hari bisa menjadi ciri lain, salah satunya tas berbahan alami bernama koja. Koja merupakan wadah untuk menunjang kegiatan sehari-hari masyarakat Baduy.

Tas koja berbentuk tidak terlalu besar dengan warna alami cokelat. Koja dibuat dengan anyaman berlubang sehingga isi koja bisa dilihat dari luar. Tas ini bertali selendang cukup panjang sehingga bisa dipakai menyilang di pundak atau selendangkan.

Tas Koja terbuat dari kulit pohon pohon teureup. Pohon ini banyak terdapat di wilayah Baduy. Pohon teureup merupakan kerabat nangka. Pohon teureup banyak terdapat di wilayah Baduy. Kulit teureup harus dijemur lebih dahulu agar lebih kuat. Setelah kering, kulit teureup kering dibelah kecil-kecil. Belahan kayu ini yang kemudian dibentuk benang yang menjadi bahan pembuatan tas. Meski kuat, tentu tas dari kulit kayu ini mudah terurai dalam tanah.

Di daerah lain di Banten, kulit pohon teureup ini dijadikan bahan tali untuk mengikat tumpukan kayu bakar agar mudah dibawa. Kayu ini terkenal sangat kuat, maka tidak salah jika masyarakat Baduy menjadikan kulit kayu ini sebagai wadah untuk membawa perkakas pertanian yang cukup berat.

Saat ini, tas koja khas Baduy dapat dipakai masyarakat luar. Koja menjadi salah satu dari sekian banyak produk lokal Baduy yang dijadikan oleh-oleh. Seperti halnya kain sarung, peralatan dapur, ikat kepala, baju tradisional, dan kerajinan tangan lain dikirim ke luar Baduy untuk dapat dipakai masyarakat luar.

Saat Anda ke Baduy, buah tangah Suku Baduy mudah didapat. Toko-toko kecil maupun pedagang asongan banyak terdapat di Terminal Ciboleger yang menjadi gerbang masuk menuju kawasan masyarakat tradisional Baduy.

Tas koja digunakan masyarakat Baduy untuk membawa alat-alat pertanian, atau ketika melakukan perjalanan. Dengan pakaian adat, ikat kepala, ditambah tas koja, membuat masyarakat Baduy sangat bersahaja.

Tas koja menjadi salah satu tanda identitas dari masyarakat Baduy. Lebih luas lagi, bukan hanya masyarakat Baduy, masyarakat Banten pada umumnya juga memakai tas dari Baduy ini sebagai ciri khas masyarakat Banten. Tidak hanya dipakai pada aktivitas seni-budaya, tas tersebut juga dipakai para pelajar asal Banten yang bersekolah di luar daerah, sebagai wadah buku dan pena.

BACA JUGA:

  1. Wisatawan Dilarang Masuk ke Baduy Dalam, Ada Apa?
  2. Angklung Buhun Alat Musik Tua Masyarakat Baduy
  3. Belajar Hidup dari Orang Baduy
  4. Debus Banten, Seni Pertunjukan Yang Mengagumkan
  5. Menikmati Sensasi Deburan Ombak Laut Selatan Di Pantai Cihara Banten

 

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Liburan ke Tanjung Lesung, Isi Perut di Rumah Makan Ibu Entin
Travel
Liburan ke Tanjung Lesung, Isi Perut di Rumah Makan Ibu Entin

Liburan ke Tanjung Lesung belum lengkap kalau tidak mencicipi makanan di Rumah Makan (RM) Ibu Entin. Destinasi wisata kuliner legendaris

Makanan Tahok Khas Negeri Aing,Berasal dari Etnis Tionghoa
Kuliner
Makanan Tahok Khas Negeri Aing,Berasal dari Etnis Tionghoa

tahok berasal dari dari kata teu atau tao yang artinya sari kedelai.

Megengan, Tradisi Khas Masyarakat Jawa Menyambut Bulan Suci Ramadan
Tradisi
Megengan, Tradisi Khas Masyarakat Jawa Menyambut Bulan Suci Ramadan

Megengan merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Megengan biasanya dilakukan pada minggu terakhir bulan Sya’ban menjelang bulan Ramadan

Lebih dari 9000 Orang Berpartisipasi pada Indonesia Menari Virtual 2021
Tradisi
Lebih dari 9000 Orang Berpartisipasi pada Indonesia Menari Virtual 2021

Indonesia Menari diselenggarakan secara virtual.

Kisah Eks Mantu RI 2 Dirikan Resto Pertama Badut Ronald 30 Tahun Lalu
Kuliner
Kisah Eks Mantu RI 2 Dirikan Resto Pertama Badut Ronald 30 Tahun Lalu

Tony sempat magang di Mcd Singapura, Australia, Hongkong, dan Amerika Serikat. Mulai dari pelayan restoran sampai bersih-bersih toilet

Film NUSSA Resmi Rilis Original Soundtrack
Kuliner
Film NUSSA Resmi Rilis Original Soundtrack

NUSSA merupakan debut film animasi panjang pertama Visinema dan The Little Giantz.

Menpar Sandiaga Wajibkan Destinasi Wisata Jalankan CHSE di Liburan Lebaran
Travel
Menpar Sandiaga Wajibkan Destinasi Wisata Jalankan CHSE di Liburan Lebaran

promosi wisata lebih digencarkan menyasar wisatawan atau masyarakat lokal DIY.

Pandemi bukan Halangan Sambut Tahun Baru di Hotel
Indonesiaku
Pandemi bukan Halangan Sambut Tahun Baru di Hotel

Tetap jaga diri dan terapkan protokol kesehatan.

Menikmati Romansa Panorama Sunset Sambil Barbequan di Ratu Boko
Travel
Menikmati Romansa Panorama Sunset Sambil Barbequan di Ratu Boko

Memandangi kota Yogyakarta di waktu malam di Candi Ratu Boko.