Kode Lili Pintauli ke Eks Walkot Tanjungbalai: Banyak Berdoa Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. (Antara/HO-Humas KPK)

MerahPutih.com - Mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial mengaku pernah berkomunikasi dengan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Bahkan, Lili saat itu, mengungkapkan kode "banyak berdoa" kepada Syahrial.

Hal itu disampaikan Syahrial saat bersaksi melalui konferensi video dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medan, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (11/10).

"Saya pernah minta tolong, tapi saat itu saya belum pernah bicara, beliau (Lili Pintauli) yang menyampaikan ada masalah di KPK, terus saya katakan 'itu kasus lama, Bu, tahun 2019', kemudian dijawab 'banyak-banyak berdoalah'," kata Syahrial.

Baca Juga:

ICW Nilai Penegakan Etik Dewas Terhadap Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Lemah

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK Lie Putra Setiawan kemudian membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Syahrial. Dalam BAP Nomor 41, komunikasi antara Syahrial dengan Lili terjadi pada Juli 2020.

"Setelah itu saya tidak komunikasi lagi dengan Bu Lili, baru komunikasi Juli 2020, saat saya sedang keluar tiga hari untuk jemaah tabligh. Saya sedang cuti pilkada, Bu Lili menyampaikan ada nama saya di berkas di mejanya, saya sampaikan itu perkara lama dari 2019, Bu Lili sampaikan agar saya banyak-banyak berdoa dan memohon petunjuk, kemudian saya sampaikan mohon dibantu, Bu Lili bilang tidak bisa dibantu sudah keputusan pimpinan lalu saya mengiyakan, benar?," tanya jaksa KPK Lie Putra.

Mendengar BAP tersebut, Syahrial tidak membantahnya. Dia mengamini isi percakapannya dengan Lili.

"Benar," jawab Syahrial.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar (Dok. KPK)
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Dok. KPK)

Syahrial mengaku diarahkan Lili untuk menghubungi seseorang bernama Arief Aceh untuk menangani perkara yang menjeratnya di KPK.

"Saya mohon petunjuk kepada Bu lili akhirnya dikasih nama Arief Aceh," ungkap Syahrial.

Menurut Syahrial, Arief Aceh merupakan seorang pengacara. Tetapi pada akhirnya, Syahrial meminta bantuan kepada Stepanus Robin Pattuju yang saat itu menjabat sebagai penyidik KPK.

"Saya sampaikan ke Pak Robin, siapa bang Arief Aceh, kata Bang Robin itu pemain, 'terserah apa mau milih saya atau Arif Aceh', akhirnya saya putuskan ke Pak Robin," kata Syahrial.

Baca Juga:

ICW Desak Dewas Periksa Wakil Ketua KPK Lili Pintauli

Dalam perkara ini, Stepanus Robin Pattuju didakwa menerima uang senilai Rp 11.025.077.000 dan USD 36 ribu. Suap tersebut berkaitan dengan penanganan perkara di KPK.

Robin didakwa melanggar pasal 12 huruf a jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 dan pasal 65 ayat (1) KUHP dan pasal 11 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 dan pasal 65 ayat (1) KUHP. (Pon)

Baca Juga:

Pegawai Nonaktif KPK Laporkan Lili Pintauli ke Dewas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Desak Pemerintah Hentikan PTM Jika Kasus Omicron Naik
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Hentikan PTM Jika Kasus Omicron Naik

"Dan pemerintah tidak boleh menghilangkan hak orang tua untuk khawatir dan lebih berhati-hati terhadap kesehatan anaknya,” tutup dia.

KPK Tetapkan Bupati HSU Tersangka Pencucian Uang
Indonesia
KPK Tetapkan Bupati HSU Tersangka Pencucian Uang

Kali ini, ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

PKN Siapkan Jabatan Khusus untuk Anas Urbaningrum
Indonesia
PKN Siapkan Jabatan Khusus untuk Anas Urbaningrum

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dipastikan bakal memiliki jabatan di Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).

Dinkes DKI Selidiki Oknum Bidan yang Lakukan Pelecehan Verbal terhadap Ibu Hamil
Indonesia
Dinkes DKI Selidiki Oknum Bidan yang Lakukan Pelecehan Verbal terhadap Ibu Hamil

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta tengah mendalami video seorang ibu hamil yang diduga mendapatkan pelecehan secara verbal di salah satu puskesmas di Ibu Kota.

Buka Munas V Perhimpunan INTI, Jokowi Ajak Kolaborasi Sektor Ekonomi
Indonesia
Buka Munas V Perhimpunan INTI, Jokowi Ajak Kolaborasi Sektor Ekonomi

Munas V Perhimpunan INTI membahas dua agenda penting.

Pekan Lalu Israel, Kini Meksiko Laporkan Temuan Kasus Pertama Florona
Dunia
Pekan Lalu Israel, Kini Meksiko Laporkan Temuan Kasus Pertama Florona

WHO menyebutkan florona bukanlah penyakit baru atau varian baru dari COVID-19

Tarik Minat Milenial, Keraton Yogyakarta Kemas Ulang Penyajian Budaya
Indonesia
Tarik Minat Milenial, Keraton Yogyakarta Kemas Ulang Penyajian Budaya

Upaya pembaruan dalam Keraton Yogyakarta, kata Bendara, juga pernah dilakukan pada masa kepemimpinan Sri Sultan HB VII yang membuat Keraton Yogyakarta kala itu lebih terbuka.

Jerman Negara Eropa Pertama 'Hukum' Rusia Pasca-Dekrit Putin
Dunia
Jerman Negara Eropa Pertama 'Hukum' Rusia Pasca-Dekrit Putin

Presiden Putin mengeluarkan dekrit mengakui deklarasi kemerdekaan Luhansk dan Donetsk tidak lagi berada di bawah Ukraina.

Anak Buah Anies Minta Maaf Belum Layani Uji Emisi Warga Jakarta dengan Baik
Indonesia
Anak Buah Anies Minta Maaf Belum Layani Uji Emisi Warga Jakarta dengan Baik

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas udara di Jakarta melalui pengurangan emisi dari sektor transportasi.

Langkah Gibran Cegah Penyebaran Omicron di Kota Solo
Indonesia
Langkah Gibran Cegah Penyebaran Omicron di Kota Solo

"Solo belum terdeteksi Omicron. Tapi kita tetap waspada dengan mengirimkan puluhan sample pasien COVID-19 ke untuk diuji WGS ke Balai Laboratorium Kesehatan Semarang," kata Gibran di Balai Kota, Senin (24/1).