SEKUMPULAN model pria berjalan masuk ke titian peraga. Pakaian mereka nampak seragam dalam balutan warna merah, hitam, dan putih. Pakaian yang sedikit oversize dan outer panjang mendominasi.
Namun, hal yang tak kalah mencolok adalah tulisan di wajah mereka. Empat angka yang dilukiskan dengan tinta hitam itu seakan menunjukkan jam. Mulai dari tengah malam 00.00 hingga petang 18.00.
Baca Juga:
Wilsen Willim dan Sejauh Mata Memandang Rilis Pakaian Khas Nusantara di JFW 2023
Penampilan fesyen itu merupakan acara pembuka dari Jakarta Fashion Week (JFW) 2023 hari kedua, Selasa (25/10). Penampilan ini menghadirkan karya-karya milik Saint Ego, jenama khusus pakaian pria yang mengusung gaya unisex.
Selaku perwakilan dari Saint Ego, direktur Kim Young-hoo menyampaikan bahwa tema yang dibawakan kali ini adalah My Universe. Kim mengembangkan jenamanya dengan kepercayaan bahwa setiap orang memiliki ego masing-masing dan harus dihargai. Koleksi My Universe berdasarkan pada ide orisinal dan inspirasi dari alam semesta.

"(Konsep ini) menunjukkan destruktivisme yang menunjukkan perbedaan mereka dengan collection-collection desainer yang lain," ungkap Kim melalui interpreter.
Setelah penampilan dari Saint Ego, suasana di ruang fashion show pun hening sejenak. Lalu, dentuman musik mulai muncul dan memberikan kesan ketukan. Perlahan, beberapa model masuk ke dalam titian peraga dengan gaun dan jas perempuan yang didominasi oleh warna-warna gelap dan putih. Model itu kebanyakan bergaya kontemporer khas kehidupan kota masa kini.
Baca Juga:
Perayaan Keberagaman dalam 'Cruise to Paradise' di Jakarta Fashion Week 2023
Pakaian dari para model pun perlahan menjadi lebih bermotif kala ketukan musik kian cepat. Meski tak terbagi secara jelas, bagian ini seakan menandakan sekuens kedua dalam fashion show. Di sini, pakaian tampil dengan dominasi warna putih dengan motif bunga berwarna merah, seperti merah terang dan kuning.
Beberapa menit kemudian, bunyi dentingan piano pun mengalun bersama ketukan irama tadi. Hal ini memberikan kesan elegan bagi perempuan, selaras dengan pakaian yang dipakai para model. Di sekuens ketiga ini, busana didominasi oleh warna putih dan biru indigo. Mereka hadir dalam gaun mini, setelan outer dan rok, hingga gaun sepanjang mata kaki.

Warna dan motif tanaman ini melambangkan kehidupan flora di bawah air. Hal ini disesuaikan dengan tema utama yang dibawa yaitu Underwater Garden dari jenama DOUCAN. Koleksi-koleksi ini sebelumnya pernah tampil dalam Spring Summer 2023 Seoul Fashion Week.
"Jadi mereka mengambil konsep tumbuhan-tumbuhan, koral yang ada di dasar laut ke dalam pakaiannya," jelas Choi Chung-hoon selaku desainer dari DOUCAN dalam sesi konferensi pers.
Kedua jenama asal Korea Selatan ini digandeng oleh Korean Creative Content Agency (KOCCA) untuk hadir dan memperkenalkan pergabungan unsur budaya dengan fesyen masa kini ke pagelaran JFW. Kerja sama antara KOCCA dan JFW ini dilandasi oleh fashion code, semacam acara fashion show memberi kesempatan desainer Korea mengirimkan koleksi mereka yang nantinya terpilih untuk dibawa ke Indonesia.
Ke depannya, kedua jenama ini mencoba untuk menghadirkan koleksi tadi di pasar Indonesia dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, ide dan gaya busana ini tetap mengikuti tema yang dibawakan di JFW 2023. (mcl)
Baca Juga: