Koalisi Selamatkan Komnas HAM Pertanyakan Rekam Jejak 60 Calon Komisioner Sejumlah elemen Civil Society yang tergabung dalam Koalisi Selamatkan KOMNAS HAM menggelar rilis hasil penelusuran 60 calon komisioner KOMNAS HAM. (Foto: MP/Fadli)

Sejumlah elemen Civil Society yang tergabung dalam Koalisi Selamatkan KOMNAS HAM menggelar rilis hasil penelusuran 60 calon komisioner KOMNAS HAM, di Bakoel Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (2/7).

Hasilnya, ditemukan rekam jejak buruk yang melekat pada sebagian besar calon.

Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Totok Yulianto mengatakan sebagai lembaga negara yang bersifat Independen, Komnas HAM seharusnya memiliki komisioner yang kompeten dan netral dalam membidangi permasalahan.

Untuk itu, Kami menggelar tracking rekam jejak calon guna meningkatkan kualitas penegakan hukum dan penguatan reformasi di Indonesia.

"Dari hasil penelusuran, ditemukan hanya ada 19 calon yang memiliki kompetensi sangat baik, 23 calon cukup baik dan 5 calon harus mendalami isu HAM," katanya saat menggelar konferensi pers.

Ia menjelaskan, indikasi penilaian 60 calon diukur dari kapasitas, integritas, kompetensi dan independensi.

"Memasuki tahap seleksi 28 calon, hasil penelusuran ini nanti akan kita serahkan kepada pansel, semoga menjadi pertimbangan bagi pansel untuk meloloskan calon terbaik," ujarnya.

Ada pun pengambilan data yang dilakukan Koalisi Selamatkan Komnas HAM, diantaranya melalui wawancara pribadi, observasi, pantauan media massa dan medsos, hingga catatan proses dialog publik.

"Hasil penelusuran kami lakukan penilaian objektif dengan melibatkan ahli independen dari akademisi, mantan komisioner terpilih dan pakar," tuntasnya (Fdi)

Baca juga berita terkait, berikut ini: Bakal Disambangi Obama, Rumah Pengusaha Ini Sepi Penjagaan



Yohannes Abimanyu

YOU MAY ALSO LIKE