Koalisi Pejalan Kaki Kritik Pemprov DKI Tebang Pohon di Cikini Jalur trotoar yang tertutup beton pembatas antara trotoar dan jalan raya di Cikini dalam pengerjaan proyek penanaman kabel jaringan bawah tanah, Senin (4/11) (ANTARA/Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Koalisi Pejalan Kaki mengkritik langkah Pemprov DKI Jakarta menebang lima pohon besar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Ketua Koalisi Alfred Sitorus mengatakan bahwa peremajaan boleh saja dilakukan, namun seharusnya tidak menebang pohon tua. Mestinya Pemprov DKI memindahkan pohon ke tempat lain seperti yang telah diterapkan di Sudirman-Thamrin.

Baca Juga:

Ini Alasan Pemprov DKI Tebang Pohon di Kawasan Cikini

"Pohon itu paru-paru ibu kota, jadi tidak ada alasan ketika pohon yang sudah besar itu tidak bisa dipindahkan. Apa Jakarta miskin APBD Engga bisa memindahkan pohon itu? Sedang mereka memindahkan pohon ratusan juta dari Afrika itu mampu kok yang dibawa pake trailer segala macam," ujar Alfred saat dihubungi, Selasa (5/11).

Alfred pun menilai Pemprov DKI tak memiliki perencanaan yang matang soal penataan pohon di Ibu Kota Jakarta.

"Kalau bicara merusak kontruksi, ini lah sepertinya Pemprov enggak punya masterplan penataan pohon di dalam kota. Harusnya dari dulu sudah ada penataan pohon masterplannya. Jadi yang mana pohon-pohonnya tak merusak konstruksi," jelasnya.

Foto: Rencana revitalisasi trotoar Cikini - Kramat Raya (Youtube Bina Marga DKI)
Rencana revitalisasi trotoar Cikini - Kramat Raya (Youtube Bina Marga DKI)

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan DKI Suzi Marsita mengklaim lima pohon berjenis Angsana di Kawasan Cikini Jakarta Pusat yang ditebang tak bisa didaur ulang.

"Ya kan itu enggak berguna. Ya dibuang ke tempat sampah," kata Suzi.

Suzi mengakui ada jenis pohon tertentu yang bisa didaur ulang untuk di jadikan pupuk. Bahkan dia mengatakan, pihaknya juga memiliki alat untuk mendaur bagian pohon yang sudah ditebang.

Baca Juga:

Bela Anies soal Pelebaran Trotoar Cikini, Habiburokhman: Asyik Bisa Jogging

Namun pada kasus pohon Angsana ini, lanjut Suzi pihaknya tak bisa mendaur ulang lantaran batang pohon sudah kropos.

"Didaur ulang gini, kalo dia daun itu dicacah, kita punya alatnya mencacah daun dan batang. nah setelah dicacah daunnya bisa kita gunakan sebagai pupuk," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH