Koalisi Masyarakat Harap Jangan Lupakan Kasus Novel Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membentang poster saat mengikuti aksi dukungan di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (11/4).(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

MerahPutih.com - Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menagih kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mempercepat pengusutan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

"Pada intinya, kedatangan kami menagih bukan hanya pimpinan KPK, tetapi Presiden Jokowi karena kami luput melihat respons yang cepat terkait penanganan perkara juga dari kepolisian," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Easter di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/10).

Lalola menyatakan, sudah banyak informasi terdapat kejanggalan terkait penyerangan penyidik senior KPK tersebut. "Publik tidak boleh dibiarkan lupa," kata dia.

Dalam kesempatan sama, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan kekecewaannya terhadap aparatur hukum karena belum bisa menuntaskan kasus Novel itu.

"Padahal, jika dilihat model kasus ini sebenarnya mudah saja untuk diungkap, clue-nya itu sudah banyak berserakan, tetapi sampai saat ini tak tuntas," kata Dahnil.

Ia pun menyatakan pesimistis kasus penyerangan Novel itu bisa diungkap oleh kepolisian. "Maka, harapan kami gantungkan kepada orang yang paling berkuasa, yaitu Presiden Jokowi. Kami berulang kali meminta dibentuk TGPF," katanya.

Sementara itu, Novel Baswesdan melalui video teleconference dari Singapura menyatakan kekecewaannya bahwa sampai saat ini kasus penyerangan terhadap dirinya belum terungkap.

"Saya juga ingin sampaikan masalah ini sampai sekarang tidak diungkap dan saya juga belum mendapat rencana selanjutnya, yaitu dibentuknya TGPF," kata Novel.

Ia pun juga menyampaikan kepada semua pihak yang fokus pada pemberantasan korupsi agar tetap semangat dan berani untuk berjuang melawan korupsi. (*)

Sumber: ANTARA



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH