Prabowo Subianto mencium tangan Shinta yang duduk di kursi roda. Foto: MP/Ponco

Merahputih.com - Sekjen partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan nama anak Presiden RI keempat, almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid ada dalam susunan Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Adil Makmur (KIAM).

"Yenny Wahid, saya kira ada yah," kata Hinca di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Pusat, Jumat (21/9).

Sementara itu, di tempat yang sama Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani mengaku adanya nama Yenny Wahid tidak harus diucapkan dengan formal.

"Dukungan itu tidak harus diucapkan dengam formal dan verbal, yang penting kutahu yang kumau," ucap Muzani dikutip Antara.

Saat pengundian nomor urut pasang calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden RI, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut 01. Sedangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mendapatkan nomor 02.

Yenny Wahid, putri almarhum Presiden RI ke-4 Gus Dur. MP/Ponco Sulaksono

Cawapres Sandiaga Uno sebelumnya mengungkapkan bahwa Yenny Wahid masuk dalam 12 nama timses yang juga anggota Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Adil Makmur. Yenny bersama 10-12 nama yang didaftarkan ke KPU Kamis (20/9) malam.

"Nama-nama tim beliau sudah dimasukkan jadi sudah diakomodasi di Badan Pemenangan Nasional. Saya lupa namun ada sekitar 10-12 nama yang diajukan," kata Sandiaga, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (20/9) malam.

Sandi menjelaskan 10-12 nama tim Yenny yang diajukan itu sudah diakomodasi untuk dimasukkan dalam Badan Pemenangan Nasional Koalisi Prabowo-Sandiaga.

Prabowo bersama Ibu Sinta Nuriyah dan Yenny Wahid
Shinta Nuriyah memberikan keterangan pers bersama bakal calon presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan kamis (13/9) (MP/Ponco Sulaksono)

Dia mengatakan dirinya sudah berkomunikasi langsung dengan Yenny, dan putri kedua almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini masih memerlukan waktu 7-10 hari.

Karena itu, menurut dia, dalam susunan Badan Pemenangan Nasional yang diserahkan ke KPU ada klausul bahwa apabila ada tambahan atau kekurangan akan disampaikan perubahan ke KPU.

"Klausul itu kami masukkan karena kami konfirmasi satu per satu agar jangan sampai ada nama-nama yang sudah dimasukkan lalu merasa terbebani," ujarnya lagi. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH