KM Tamanna, Kapal Rancangan Mahasiswa ITS untuk Pasien COVID-19 KM Tamanna (Foto: Ist)

PANDEMI COVID-19 hingga kini belum kunjung usai. Hal ini membuat berbagai pihak melakukan upaya untuk meyelesaikan masalah tersebut. Salah satunya yang dilakukan Tim Nawasena dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK).

Mereka membuat kapal yang dinamakan KM Tamanna guna mengantarkan pasien COVID-19 dari pulau-pulau yang belum memiliki fasilitas dan kayanan kesehatan memadai. Idenya muncul ketika Lomba Aplikasi Inovatif dan Inspiratif (LAI2) – COVID-19, sublomba Kapal Transporter, yakni desain kapal untuk pulau-pulau di Indonesia pada ketinggian gelombang 1 – 1,25 meter.

“Selain tinggi kapal, ada syarat yakni harus terendam maksimal dua meter, dan proses desainnya harus cepat saat operasi untuk menangani pasien,” tutur Yohanes Pangestu Timur selaku ketua tim, Senin (03/08).

Baca juga:

Mengenal James Maina Mwangi, Pria 'Paling Stylish' di Afrika saat Pandemi

KM Tamanna yang berarti harapan dengan filosofi berbentuk seperti kapsul raksasa ini mengusung kenyamanan dan keamanan pasien, tim medis serta kru kapal. “Diambil dari bahasa Sansekerta, KM Tamanna ini berarti harapan, yakni harapan penghubung bagi pasien COVID-19 yang ada di pulau terpencil dengan tim medis,” tandasnya.

Kapal sebagai runner up di ajang LAI2 COVID-19 ini berbekal tiga deck (geladak) yakni main deck, poop deck, dan navigation deck. Dimensi panjangnya 40 meter, lebar 10,5 meter dan ketinggian air 1 meter. Kapal ini berkecepatan sebesar 25 knot, ditenagai mesin 2 x 900 HP dan propulsi azimuth.

Bisa sandar tanpa dermaga

Dapat bersandar tanpa dermaga (Foto: Ist)
Dapat bersandar tanpa dermaga (Foto: Ist)

Keunggulan KM Tamanna memiliki lambung kapal berupa katamaran dan berkemampuan untuk beaching, yakni bersandar meski tanpa dermaga. Selain itu, stabilitasnya bagus saat statis maupun olah gerak. “Dilengkapi solar panel juga, sehingga mampu menghemat daya generator listrik sebesar 35 persen,” ungkap Yohanes.

Air Handling Unit (AHU) berfungsi mengatur sirkulasi udara, di mana setiap ruangan kapal akan disuplai udara dengan AHU dan dilakukan exhaust treatment. Ini membuat udara dibuang menggunakan negative pressure fan lewat cerobong asap. Hal itu akan membantu membunuh virus di udara, sehingga aman saat dibuang ke lingkungan.

Baca juga:

Viral, Fenomena Langka 'Tornado Nyamuk' Gegerkan Rusia

Di sisi Interior KM Tamanna, ada tiga pintu akses masuk dari samping dan depan, juga ada lima bilik disinfektan di setiap akses pintu masuk dan keluar ruangan yang berpotensi penyebaran virus. Untuk area kerja, dibagi dua, antara tim medis dan kru kapal, sehingga meminimalisir penyebaran virus COVID-19.

Di sisi keselamatan, terdapat tangga darurat untuk evakuasi pasien lebih cepat dan cranev manual berfungsi menurunkan pasien ke liferaft. Kemudian liferaft sendiri ada dua, yakni liferaft pasien dan perawat jaga, dan liferaft kru dan tim medis.

“Kedua liferaft terkoneksi menggunakan tali dan dilengkapi mesin darurat sebagai penggerak liferaft-nya,” jelasnya.

Ada Laboratorium khusus pasien COVID-19

Punya Laboratorium khusus (Foto: Ist)
Punya Laboratorium khusus (Foto: Ist)

KM Tamanna juga dibekali laboratorium, sehingga bisa mendiagnosa lebih lanjut ke pasien sekaligus mendeteksi orang-orang yang telah berkontak dengan pasien apakah reaktif atau tidak.

“Kami melengkapi kapal ini dengan Hatch lift untuk mengakomodasi makanan dan obat dari poop deck ke main deck untuk mengurangi penyebaran virus,” imbuh Yohanes.

Untuk fasilitas tim medis, lanjutnya, pada KM Tamanna terdapat B3 throw dan APD throw untuk membuang sampah B3 padat dan untuk membuang APD ke ruang incinerator lalu akan dibakar untuk membunuh virus yang menempel pada APD.

“Sudah ada tangki limbah B3 cair dan sewage dengan tambahan heater berfungsi membunuh virus pada limbah,” ucapnya.

Tak hanya itu, untuk pelayanan pasien, kapal ini juga memiliki fasilitas ambulans untuk menjemput dan mengantar pasien COVID-19. Serta pada ruang pasien terdapat kaca pemantau dari ruangan pasien.

“KM Tamanna sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 52,3 persen,” tegas Yohanes.

Ia berharap inovasinya ini menjadi salah satu solusi guna mengatasi pandemi COVID-19 di pulau-pulau yang tidak memiliki fasilitas kesehatan dengan pelayanan cepat dan aman.

“Dengan inovasi yang baru ini, semoga tim medis tidak menjadi korban lagi dari keganasan virus COVID-19 ini,” pungkas Timur. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca juga:

Taman Hiburan di Jepang Larang Pengunjung Berteriak di Wahana Roller Coaster


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH