Klub Sepakbola K League Ini Didenda Rp1,2 Miliar Gara-Gara Boneka Dikira manekin, boneka ini ternyata boneka mainan dewasa (Foto: ft.lk)

SEBUAH tim sepak bola Korea Selatan didenda lebih dari Rp1,2 miliar gara-gara boneka. Klub FC Seoul harus membayar uang denda karena boneka tersebut digunakan untuk mengisi bangku penonton stadion yang kosong dalam sebuah pertandingan baru-baru ini. Masalahnya boneka yang digunakan ialah boneka yang diproduksi oleh perusahaan mainan dewasa.

FC Seoul telah menyusun ide inventif untuk menggunakan "penonton" menjelang pertandingan pada 17 Mei yang dimainkan di stadion kosong di tengah pembatasan terkait pandemi COVID-19.

Baca juga:

Rindu Sepakbola di Masa Pandemi? Obati dengan 4 Film Netflix Ini

1
Para suporter mulai mengklaim bahwa itu bukan manekin (Foto: coliseum-online)

Sebagian besar boneka yang digunakan ialah boneka perempuan. Walau tampak seperti manekin, para suporter yakin boneka itu ada pada iklan produsen mainan dewasa. Seperti diketahui, di Korea Selatan hal-hal berbau kebutuhan orang dewasa ilegal.

Klub meminta maaf atas kesemrawutan tersebut. Mereka mengatakan itu memalukan, tidak menyadari manekin yang digunakan adalah boneka mainan dewasa, dan gagal melakukan pemeriksaan latar belakang pada pemasok,demikian The New York Times melaporkan. Menurut ESPN, ini merupakan jumlah denda terbesar yang pernah ada.

The Guardian memberitakan pihak klub mengaku memang tidak bisa membedakan manekin dan boneka mainan dewasa. Pejabat K League pun menerima alasan ini. Akan tetapi, pihak K League mengatakan seharusnya membedakan manekin dan boneka mainan dewasa sangat mudah. "Kontroversi atas insiden 'boneka sungguhan' ini sangat menghina dan melukai penggemar perempuan, dan merusak integritas liga," kata perwakilan K League dalam sebuah pernyataan.

Baca juga:

7 Buku Bertema Sepakbola yang Asyik Dibaca Saat di Rumah Aja

2
Pihak tim mengaku tidak bisa membedakan (Foto: bangkokpost)

Pihak tim mengatakan kepada CNN bahwa mereka akan dengan rendah hati menerima keputusan itu. Dalam permintaan maafnya, tim mengatakan manekin itu mungkin dibuat agar terlihat dan terasa seperti manusia sungguhan namun tidak dipakai untuk kegiatan seksual seperti yang dikonfirmasi oleh produsen dari awal. "Niat kami adalah untuk melakukan sesuatu yang santai di masa-masa sulit ini. Kami akan berpikir keras tentang apa yang perlu kami lakukan untuk memastikan bahwa hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi," jelas perwakilan tim.

Tim sepak bola lain di seluruh dunia telah kembali melakukan pertandingan setelah berhasil menangani virus Corona. K League kembali dimulai lantaran Korea Selatan dipuji atas keberhasilannya menanggulangi virus meskipun baru-baru ini muncul kembali infeksi.

Pertandingan Bundesliga Jerman juga kembali bergulir, tetapi tanpa penonton. Di sisi lain, liga sepak bola utama Prancis tetap membatalkan seluruh musimnya. (lgi)

Baca juga:

Tiongkok Sebentar Lagi Memiliki Stadion Sepakbola Terbesar di Dunia

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard

LAINNYA DARI MERAH PUTIH