Melihat Bangunan Masjid di Stadion Klub-Klub Elit Eropa Etihad Stadion. (Foto/mancity.com)

PERMAINAN sepak bola tak melulu bicara soal pemain, klub, pelatih hingga wasit, sang pengadil pertandingan. Banyak hal menarik lain justru sering dilupakan orang untuk dibahas. Selain memiliki pemain dan pelatih hebat, sebuah klub bola juga harus didukung dengan fasilitas. Salah satunya fasilitas penunjang di dalam stadion.

Di Eropa, setiap klub bola berlomba dalam mempermegah stadionnya. Selain menjaga gengsi, pelayanan super megah juga dijadikan sebagai daya tarik bagi penikmat permainan si kulit bundar. Tak sedikit klub sepakbola di Eropa memiliki fasilitas layaknya hotel bintang lima.

Namun siapa sangka, di tengah fasilitas megah tersebut, terdapat stadion klub-klub elit Eropa menyediakan tempat beribadah bagi pengunjung muslim. Kali ini, merahputih.com akan membahas 5 stadiun elite Eropa memiliki fasilitas ibadah bagi pengunjung maupun pemain beragama Islam.

St James' Park

St James' Park. (Foto/themag.co.uk)
St James' Park. (Foto/themag.co.uk)

Stadion St. James Park, markas klub Newcastle United secara khusus menyediakan masjid bagi para pengujung dan pemain muslim. Pihak klub menghormati keberadaan muslim di stadion dengan gelar Santo, St, untuk nama stadionnya.

Pihak klub memutusukan untuk mendirikan masjid lantaran banyak pemain muslim bermain untuk Newcastle. Beda dengan masjid lain, milik Newcastle ini bisa dibilang dibangun di area khusus ibadah. Tak heran bila lokasinya berdampingan dengan tempat ibadah agama lainnya..

Ewood Park

Ewood Park. (Foto/SkyscraperCity.com)
Ewood Park. (Foto/SkyscraperCity.com)

Stadion klub legendaris asal Ingris, Blackburn Rovers pun menyediakan sarana rumah ibadah di dalamnya. Pengunjung Ewood Park beragama Islam tak perlu khawatir untuk melaksanakan shalat di sela-sela pertandingan. Mereka terfasilitasi untuk beribadah di masjid area stadion.

Tom Finn sebagai manajer direktur Blackburn Rovers membangun fasilitas ibadah ini dalam bentuk bangunan permanen. Letanyapun juga diatur agak sedikit jauh dari kebisingan dengan harapan bisa memberikan ketenangan umat beragama dalam beribadah.

Etihad Stadion

Etihad Stadion. (Foto/sportskoradio903.com.mk)
Etihad Stadion. (Foto/sportskoradio903.com.mk)

Di Manchester, Ingris, ada nama Stadion Etihad yang menjadi markas besar Manchester City. Pihak klub membangun masjid guna memfasilitasi umat muslim untuk beribadah. Pembangunan masjid di dalam stadion ini telah dirancang sedemikian rupa agar umat Islam nyaman beribadah.

Sejarahnya sendiri, pembangunannya dilatar belakangi oleh sang pemilik yang merupakan miliarder ternama timur tengah bernama Syeikh Mansour Zayen Al Nahyan. Selain berhasil mengubah status klub dari biasa-biasa saja menjadi papan atas, Sheikh Mansour juga menata ulang filosofi bisnis sepakbola Manchester City tanpa menyangkal sisi religiusnya.

Kazan Arena

Kazan Arena. (Foto/SkyscraperCity.com)
Kazan Arena. (Foto/SkyscraperCity.com)

Memiliki banyak penduduk beragama Islam, salah satu klub raksasa asal Rusia, Rubin Kazan membangun sebuah rumah ibadah di komplek klub yang terletak di kota Kazan tersebut. Selain itu, alasan sebagai simbol toleransi juga mendorong pihak klub untuk membangunnya.

Kazan Arena sendiri baru dibuka pada Juli 2013 lalu. Rencananya stadion ini akan menjadi tempat event Piala Dunia 2018 mendatang. Karena fasilitas tersebut, para pengunjung Kazan Arena ini mengaku sangat betah jika menonton pertandingan di stadion tersebut.

Allianz Arena

Allianz Arena. (Foto/Wikipedia)
Allianz Arena. (Foto/Wikipedia)

Salah satu klub kontestan Bundesliga, Bayern Munchen meresmikan masjid baru di kompleks Stadion Allianz Arena pada awal November 2017 lalu. Pendirian masjid yang terletak di dalam komplek stadion klub yang terletak di kota Muncen, Jerman ini kabarnya hasil inisiatif gelandang The Bavarians, Frank Ribery.

Pemain asal Prancis yang beragama Islam usai menikahi wanita asal Marco itu meminta kepada pengurus klub supaya menyediakan satu bilik kecil sebagai Musala. Menurut beberapa sumber, dana pembangunan masjid tersebut 85 persen berasal dari manajemen klub. Sementara 15 persen lainnya hasil sumbangan pemain dan suporter pemeluk agama Islam. (*)

Kredit : zaimul

Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH