Klinik Aborsi Ilegal Cari Pelanggan Lewat Medsos, Polri Gandeng Kemenkominfo Konferensi pers klinik aborsi, di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (23/9/2020). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

MerahPutih.com - Penawaran jasa aborsi ilegal di klinik aborsi Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat dikakukan lewat internet.

Guna mencegah hal yang sama, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo).

"Ke depannya kita koordinasi dengan Kominfo dan Cyber Crime untuk patroli karena ini sangat terbuka untuk menawarkan aborsi," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Kamis (24/9).

Baca Juga:

Alumni Kampus di Sumut, Eksekutor Klinik Aborsi Ilegal di Cempaka Putih tak Bersertifikat Dokter

Polisi menyebut modus operandi seperti yang dilakukan klinik ini bukan hal baru. Semisal dua klinik aborsi yang lebih dulu dibongkar pihaknya, yaitu yang berada di kawasan Paseban dan Kenari, Jakarta Pusat.

Mengingat lagi-lagi klinik aborsi ilegal macam ini menawarkan jasanya lewat media sosial, maka langkah menggandeng Kominfo dirasa perlu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus memberikan keterangan terkait penggerebekan klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat dalam konferensi pers di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (23/9). ANTARA
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus memberikan keterangan terkait penggerebekan klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat dalam konferensi pers di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (23/9). ANTARA

"Ini kan bukan model modus operandi yang baru dalam kasus aborsi ilegal ini. Kalau ingat bulan lalu mereka menggunakan media sosial para calo-calo mereka menarik pelanggan," jelas dia.

''Calo-calo ini bisa bermain di tempat-tempat ilegal lain. Kalau yang ini mereka bermain hanya di website mereka sendiri, ada masing-masing perannya," kata dia.

Baca Juga:

Pelanggan Aborsi Ilegal di Cempaka Putih Mayoritas Hamil di Luar Nikah

Untuk diketahui, sepuluh orang tersangka dalam kasus ini, yaitu LA (52), DK (30), NA (30), MM (38), YA (51), RA (52), LL (50), ED (28), SM (62), dan RS (25). Mereka berperan mulai dari pemilik, dokter hingga petugas kebersihan klinik tersebut.

Para tersangka dikenakan pasal 346 dan atau pasal 348 ayat 1 dan atau pasal 349 Kitab Undang-undang Hukum Pidana atau KUHP dan atau pasal 194 juncto pasal 75 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan atau pasal 77A.

Kemudian, juncto pasal 45A UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. (Knu)

Baca Juga:

Diotaki Dokter Abal-abal, Klinik Aborsi di Cempaka Putih Gugurkan 32 Ribu Janin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Antisipasi Resesi Ekonomi, DPR Minta Percepat Program Perlindungan Warga Miskin
Indonesia
Antisipasi Resesi Ekonomi, DPR Minta Percepat Program Perlindungan Warga Miskin

Kebijakan dan anggaran untuk rakyat miskin dan rakyat terdampak harus benar-benar bisa dieksekusi cepat dan tepat,

Sandiaga Yakin Pariaman Internasional Triathlon Tingkatkan Ekonomi Pelaku UMKM
Indonesia
Sandiaga Yakin Pariaman Internasional Triathlon Tingkatkan Ekonomi Pelaku UMKM

Sandiaga langsung berlari mengintari trak di Pantai Kata

Jokowi Minta Menkes Terawan Audit dan Koreksi Protokol Keamanan untuk Nakes
Indonesia
Jokowi Minta Menkes Terawan Audit dan Koreksi Protokol Keamanan untuk Nakes

Pastikan ketersediaan tempat tidur dan ICU di RS rujukan untuk kasus-kasus yang berat

Gerakan Rakyat Pilih Aksi di Jalan untuk Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
Gerakan Rakyat Pilih Aksi di Jalan untuk Tolak UU Cipta Kerja

Sejumlah kelompok massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat menolak secara tegas pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja

Nama Dirut PLN Diumumkan Sore Ini
Indonesia
Nama Dirut PLN Diumumkan Sore Ini

“Nanti jam 4 sore, harusnya di kantor Kementerian (BUMN),” kata Erick

1000 APD Dibagikan untuk Tenaga Medis di 34 Rumah Sakit Rujukan di Jabar
Indonesia
1000 APD Dibagikan untuk Tenaga Medis di 34 Rumah Sakit Rujukan di Jabar

"Kami mengirimkan APD ke 34 rumah sakit secara merata, tapi simbolis ke lima rumah sakit rujukan utama. Untuk tahap pertama 1000-an APD," ucap Kang Emil

Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan ke Eropa dari Wilayah Udara Iran
Indonesia
Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan ke Eropa dari Wilayah Udara Iran

Tumpal mengatakan akan terus memantau secara intensif perkembangan lebih lanjut kondisi tersebut.

Analis Intelijen Duga Virus Corona Dibuat sebagai Propaganda Serang Tiongkok
Indonesia
Analis Intelijen Duga Virus Corona Dibuat sebagai Propaganda Serang Tiongkok

Stanislaus melihat, akibat kejadian ini pandangan dunia serentak tertuju ke Wuhan tempat awal mulanya virus Corona terdeteksi

 Raja Belanda dan Ratu Maxima Kagumi Sendratari Ramayana di Candi Prambanan
Indonesia
Raja Belanda dan Ratu Maxima Kagumi Sendratari Ramayana di Candi Prambanan

Bahkan Raja Willem maupun Ratu Maxima terlihat tersenyum dengan raut wajah kagum saat menyaksikan tarian-tarian yang diiringi dengan gamelan langsung tersebut.

Penunjukan Luhut untuk Tangani COVID-19 di 9 Provinsi Dinilai tidak Tepat
Indonesia
Penunjukan Luhut untuk Tangani COVID-19 di 9 Provinsi Dinilai tidak Tepat

Menurut kata Jerry, seharusnya masuk ranah Satgas Penanganan COVD-19. Sebab, mereka memiliki data sebaran kasus dan rumah sakit agar penanganan lebih efektif.