KLB Moeldoko Ditolak Pemerintah, Demokrat Jateng Gelar Tasyakuran Kader Partai Demokrat Soloraya menggelar aksi menolak KLB kubu Moeldoko. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) telah menolak mengesahkan Surat Kepengurusan (SK) hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Deli Serdang, Sumut kubu Moeldoko. Penolakan tersebut mendapatkan apresiasi dari pimpinan partai Demokrat di daerah termasuk di Solo, Jawa Tengah.

Ketua DPC Partai Demokrat Solo, Supriyanto mengaku sangat bersyukur dengan penolakan Kemenkumham atas hasil KLB Partai Demokrat Deli Serdang. Menurutnya, penolakan tersebut memperkuat jika KLB Deli Serdang Ilegal.

Baca Juga:

Elite Partai Demokrat Ungkit 'Dosa' Moeldoko dalam Operasi Sajadah 2011

"Yang jelas kami bersyukur dengan penolakan hasil KLB Partai Demokrat di Deli Serdang," ujar Supriyanto, Jumat (2/4).

Dikatakannya, sejak awal pihaknya sudah optimistis bahwa pemerintah akan menolak hasil KLB Demokrat kubu Moeldoko. Dalam KLB tersebut tidak sesuai AD/ART partai.

"KLB diselenggarakan secara ilegal. Kami sebagai kader dan pengurus Partai Demokrat didaerah merasa bersyukur atas keputusan Kemenkumham tersebut," tutur dia.

Kader Partai Demokrat Soloraya menggelar aksi menolak KLB kubu Moeldoko. (MP/Ismail)

Mantan anggota DPRD Solo ini menyebut keputusan itu diambil Kemenkumham sudah didasari pertimbangan yang obyektif. Dengan hasil ini, Partai Demokrat di 35 kabupaten/kota akan menggelar doa syukur di Salatiga, Jawa Tengah pada 4-5 April mendatang.

"Rencananya acara tersebut akan dihadiri oleh Ketua Umum Partai Demokrat AHY (Agus Harimurti Yudhoyono)," katanya.

Baca Juga:

Kubu AHY Pertanyakan Klaim Moeldoko Soal Pergeseran Ideologi Demokrat

Ia menambahkan acara tersebut sekaligus sebagai ajang konsolidasi partai. Partai Demokrat di Solo dan sekitarnya sejak awal menolak digelarnya KLB di Deli Serdang serta memastikan tetap tunduk pada AHY. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cerita Ibu-ibu Hamil Sebelum Vaksin COVID-19: Kami Percaya sama Medis
Indonesia
Cerita Ibu-ibu Hamil Sebelum Vaksin COVID-19: Kami Percaya sama Medis

Beragam perasaan para ibu hamil ketika menjalani vaksin.

Indonesia Punya Kekuatan Tekan Myanmar Perjelas Nasib Muslim Rohingya
Indonesia
Indonesia Punya Kekuatan Tekan Myanmar Perjelas Nasib Muslim Rohingya

Indonesia dapat mengimbau kepada negara lain untuk melakukan upaya serupa

Besok Airlangga Hartarto Akan Serahkan Nama Pengganti Azis Syamsuddin
Indonesia
Besok Airlangga Hartarto Akan Serahkan Nama Pengganti Azis Syamsuddin

Partai Golkar pada Senin (27/9) malam telah menggelar rapat pleno

Pemudik Balik Jakarta Dicek di 12 Pos Pemeriksaan Surat Bebas COVID-19
Indonesia
Pemudik Balik Jakarta Dicek di 12 Pos Pemeriksaan Surat Bebas COVID-19

Kalau ada yang reaktif maka yang bersangkutan akan diperiksa, dibawa ke Wisma Atlet untuk dilanjutkan dengan PCR.

Kasus Aktif COVID-19 di Jakarta Turun, Kini Ada 108.728 Pasien
Indonesia
Kasus Aktif COVID-19 di Jakarta Turun, Kini Ada 108.728 Pasien

Pemprov DKI Jakarta menyebut kasus aktif COVID-19 di ibu kota mengalami penurunan.

Komnas HAM Minta Jokowi Evaluasi Kepmenaker 260/2015
Indonesia
Komnas HAM Minta Jokowi Evaluasi Kepmenaker 260/2015

Komnas HAM meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 260 Tahun 2015.

[HOAKS atau FAKTA]: Detektor Radiasi Elektromagnetik Mendeteksi Logam di Vaksin COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Detektor Radiasi Elektromagnetik Mendeteksi Logam di Vaksin COVID-19

Video dimulai dengan seorang wanita mengarahkan alat pendeteksi berlabel 'penguji radiasi elektromagnetik'

Klaim Farid Okbah Pernah Diundang Jokowi, PDRI Bakal Ajukan Praperadilan
Indonesia
Klaim Farid Okbah Pernah Diundang Jokowi, PDRI Bakal Ajukan Praperadilan

Farid bertemu Jokowi dalam kapasitasnya sebagai penasihat Parmusi.

Warga Yogya Diminta Diam di Rumah 3 Pekan
Indonesia
Warga Yogya Diminta Diam di Rumah 3 Pekan

Jika warga mengikuti sarannya, maka virus dengan varian apa pun, termasuk varian Delta akan kesulitan mencari objek orang untuk ditulari.

Bea Cukai Surakarta Amankan 1.368 Botol Miras Impor Palsu, Dijual Lewat Medsos
Indonesia
Bea Cukai Surakarta Amankan 1.368 Botol Miras Impor Palsu, Dijual Lewat Medsos

"Modus yang dilakukan oleh pelaku adalah dengan melakukan penjualan melalui medsos yang sudah dilakukan berulang kali," kata Budi, Kamis (8/7).