KLB Demokrat Diberi Waktu Menkum dan HAM Yasonna Bereskan Berkas Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. ANTARA/HO

MerahPutih.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyampaikan, masih ada dokumen-dokumen yang harus dilengkapi oleh Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang terkait permohonan pengesahan kepengurusan.

Dia mengaku, pihaknya sudah mengecek beberapa berkas yang telah dikirimkan.

Menkumham memberi waktu pihak KLB untuk melengkapinya selama satu pekan.

Baca Juga:

KLB Demokrat Berpotensi Disahkan Pemerintah

"Mudah-mudahan lengkap. Kalau lengkap kita teruskan, kalau tidak lengkap kita ambil keputusan," kata Yasonna kepada wartawan, Minggu (21/3).

Saat ditanya perihal dokumen apa saja yang belum lengkap, Yasonna masih menutupinya.

Moeldoko menyampaikan pidato perdana saat KLB Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). ANTARA FOTO/Endi Ahmad/Lmo/aww.
Moeldoko menyampaikan pidato perdana saat KLB Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). ANTARA FOTO/Endi Ahmad/Lmo/aww.

Ia pun mengacu pada kelengkapan yang telah tertuang pada undang-undang.

"Ya gak usah disampaikan kepada kalian, pokoknya masih harus dilengkapi dokumen-dokumen seperti persyaratan pelaksanaan sesuai AD/ART, 2/3 untuk DPD, 1/2 DPC, izin Majelis Tinggi, itu debatable lah, tapi yang substansi tadi kita cek," tutup Yasonna.

Baca Juga:

Menkumham Yasonna Sebut Berkas KLB Demokrat Belum Sempurna

Direktur Eksekutif Political and Policy Public Studies (P3S) Jerry Massie menilai, dualisme ada di tangan Menkumham Yasonna Laoly.

Namun, terlepas dari jabatan Yasonna, Jerry justru melihat unsur parpol yang melekat di Yasonna.

"Yang mana Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly merupakan kader banteng moncong putih," tambahnya.

"Justru itu decision maker atau pembuat keputusannya ada di tangan mereka, apakah akan dianulir gugatan kubu AHY ataukah akan menolak gugatan kubu KLB Sumut," pungkas Jerry. (Knu)

Baca Juga:

Cerita Koordinator Tim Hukum KLB Demokrat Kembali Lawan BW di Meja Hukum

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jelang Vaksinasi, Kasus COVID-19 di Solo Pecahkan Rekor
Indonesia
Jelang Vaksinasi, Kasus COVID-19 di Solo Pecahkan Rekor

Jumlah tersebut memecahkan rekor selama pandemi di Solo sejak ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 13 Maret 2020 lalu.

Klaster Perkantoran Kembali Melonjak, Wagub DKI Minta Tingkatkan Kewaspadaan
Indonesia
Klaster Perkantoran Kembali Melonjak, Wagub DKI Minta Tingkatkan Kewaspadaan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan memperpanjang penerapan kebijakan PPKM Mikro di Ibu Kota pada 20 April-3 Mei 2021.

Pelantikan 21 Kepala Daerah di Jateng Dilarang Undang Tamu
Indonesia
Pelantikan 21 Kepala Daerah di Jateng Dilarang Undang Tamu

Pelantikan kepala daerah bupati dan wali kota tersebut, bakal diadakan secara virtual mengingat kondisi pandemi di Jawa Tengah belum mereda.

Anggota DPR Fraksi PKS Diminta Sisihkan Gajinya Bantu Korban Banjir Bandang
Indonesia
Jegal UU Ciptaker Lewat Legislative Review
Indonesia
Jegal UU Ciptaker Lewat Legislative Review

Legislative review masih berpeluang untuk dilakukan. Akan tetapi, pesimistis upaya tersebut bakal membuahkan hasil.

[HOAKS atau FAKTA]: Kwik Kian Gie Ajak Masyarakat Jangan Belanja di Mal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kwik Kian Gie Ajak Masyarakat Jangan Belanja di Mal

“Ada ide menarik banget dari Kwik Kian Gie. Ayo, mulai 05 November s.d 05 Desember 2020, Kita Jangan belanja di Mall

Puluhan Ribu Rumah Rusak Akibat Bencana Alam Sepanjang 2020
Indonesia
Puluhan Ribu Rumah Rusak Akibat Bencana Alam Sepanjang 2020

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNOB, Raditya Jati mengatakan, data BNPB hingga 31 Desember 2020 pukul 15.00 WIB, mencatat 42.762 unit rumah rusak.

DPR Sebut Harga Tes Swab Rp900 Ribu Sudah Tepat
Indonesia
DPR Sebut Harga Tes Swab Rp900 Ribu Sudah Tepat

Anggota Komisi IX DPR, Muchamad Nabil Haroen menilai, batasan biaya tertinggi tes swab mandiri sebesar Rp900 ribu dirasa pas.

Enam Anak Buah Anies Sembuh dari COVID-19, Besok Siap Ngantor Lagi
Indonesia
Enam Anak Buah Anies Sembuh dari COVID-19, Besok Siap Ngantor Lagi

Penghentian aktivitas sementara dan bekerja dari rumah tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur

Kejagung Dalami Keterkaitan Kerja Sama Tan Kian dengan Benny Tjokro di Kasus Asabri
Indonesia
Kejagung Dalami Keterkaitan Kerja Sama Tan Kian dengan Benny Tjokro di Kasus Asabri

Febrie mengatakan dalam dua kali pemeriksaan terhadap Tan Kian, penyidik masih menelusuri terkait kerja sama dengan Benny Tjokro tersebut. Hal itu dilakukan untuk mencari alat bukti perbuatan melawan hukum Tan Kian di kasus Asabri.