Kepala Kemenag Solo Musta'in Ahmad. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo, Jawa Tengah mengimbau pada umat Islam agar tak menggelar salat Jumat (5/6), tapi menggantinya dengan salat duhur di rumah. Kebijan tersebut dimbil karena status kejadian luar biasa (KLB) corona atau COVID-19 belum dicabut Wali Kota Solo.

Kepala Kemenag Solo Musta'in Ahmad mengungkapkan, tempat ibadah masjid pada Jumat besok belum diperkenankan untuk diadakan. Salat Jumat masih dilaksanakan di rumah saja, dengan diganti salat zuhur.

Baca Juga:

PKS Minta Dana Haji Enggak Diselewengkan

"Kami imbau agar semua takmir dan pengurus masjid bisa patuh akan aturan ini. Ini semua untuk memutus rantai penularan COVID-19 di Solo," kata Musta'in usai rapat dengan pemuka agama Solo di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Kamis (4/6).

Menurutnya, tidak hanya salat Jumat besok yang masih tetap diadakan di rumah. Untuk ibadah di gereja pada Munggu (7/6) juga masih diadakan di rumah. Semua umat beragama di Solo diharapkan bersabar untuk bisa mengadakan beribadah di rumah ibadah.

"Solo masih menyiapkan segala sesuatunya dalam menuju new normal. Kami juga sedang menunggu perwali (pertauran wali kota) tentang tata cara protokol kesehatan new normal," katanya.

Takmir Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningkrat melakukan penyemprotan masjid dengan disinfektan, Kamis (4/6). (MP/Ismail)
Takmir Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningkrat melakukan penyemprotan masjid dengan disinfektan, Kamis (4/6). (MP/Ismail)

Sebelum perwali new normal disahkan, lanjut dia, Kemenang meminta seluruh masjid dan pengurus tempat peribadatan lain untuk mempersiapkan kelengkapan protokol kesehatan. Di mana untuk masjid membuat tanda saf, tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan, dan lainnya.

"Jadi ketika nanti perwali turun semua masjid, gereja, dan tempat lainnya sudah siap semua," papar dia.

Baca Juga:

Begini Mengisi Bensin era New Normal

Ia menambahkan, khusus buat lansia dan anak-anak, dan orang sakit saat penerapan new normal diimbau menjalankan ibadah di rumah masing-masing. Demikian halnya untuk musala kampung agar menjalankan ibadah khusus warga setempat dan tidak melakulan mobilisasi jamaah dari luar kampung. (Ism)

Baca Juga:

Masa Transisi, Anies Buka Kegiatan Sosial-Ekonomi Secara Bertahap


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH