Klaster Penularan COVID-19 Paling Banyak Terjadi di Permukiman Padat di Jakarta dan Jatim Ilustrasi COVID-19. Foto: Pixabay/TheDigitalArtist

Merahputih.com - Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah menyebut klaster penularan COVID-19 paling banyak terjadi di permukiman padat. Klaster tersebut, terjadi di DKI Jakarta dan Jawa Timur.

"Bahwa klaster tertinggi yaitu klaster yang berasal dari pemukiman atau lokal transmisi," kata Dewi, Senin (3/8).

Baca Juga

Anak Pendiri Sinar Mas Group Cabut Gugatan Hak Waris

"Jadi artinya ada seseorang yang positif kemudian mungkin yang tulari adalah keluarganya, keluarganya sudah keburu dia belanja ke warung, dia ikut arisan misalnya akhirnya mengenai orang-orang yang lain dalam satu wilayah yang sama," sambung dia.

Klaster tertinggi kedua yakni pasar dan pusat pelelangan ikan. Disusul pusat pelayanan kesehatan. Sementara itu, klaster tertinggi keempat yakni perkantoran yang menyumbang angka pasien positif COVID-19 cukup banyak.

"Ini (perkantoran) salah satunya juga menyumbang angka, karena kembali ketika masyarakat mulai beraktivitas mau tidak mau sudah mau ketemu dengan banyak orang lagi lagi protokol kesehatan harus diterapkan," ujar dia.

Ahli Epidemiologi dan Informatika Penyakit Menular dari Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional), Dewi Nur Aisyah (Ist)

Klaster terakhir yakni rumah ibadah. Dewi pun mengingatkan agar semua pihak selalu menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas.

"Kita juga melihat rumah ibadah ini juga ada angka klastering di sana. Beberapa klaster itu yang harus kita hati-hati," ucap Dewi.

Baca Juga

Selain Dany Anwar, Satu Anggota DPRD dari PAN juga Positif COVID-19

Berdasarkan data pemerintah hingga Senin ini pukul 12.00 WIB, tercatat ada 1.679 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan pasien baru itu menyebabkan secara akumulasi kini ada 113.134 kasus COVID-19 sejak pasien pertama diumumkan pada 2 Maret 2020. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH