Klaster Mahasiswa UNS Terpapar COVID-19 Bertambah 34 Orang Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Solo, Jawa Tengah mencatat adanya penambahan 13 pasien yang terpapar virus corona dari klaster mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) paru Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Dengan demikian total klaster mahasiswa UNS yang selam ini jalani praktik di RSUD dr Moewardi Solo menjadi 34 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengungkapkan tambahan 13 pasien COVID-19 dari klaster mahasiswa PPDS paru UNS Surakarta ini berdasarkan hasil tracing masif yang dilakukan pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Tambahan pasien baru terdiri dari mahasiswa dan dokter senior.

Baca Juga

Penderita ISPA dan Pneumonia Masuk Katagori Suspek COVID

"Deteksi awal hanya ada 25 pasien COVID-19 dari klaster mahasiswa PPDS paru UNS Surakarta. Ternyata ada tambahan 13 pasien baru," kata Ning sapan akrabnya pada Merahputih.com, Kamis (16/7).

Dikatakannya, dari 34 orang terpapar COVID-19 dari mahasiswa PPDS paru UNS Surakarta ini sebanyak 13 orang tercatat sebagai warga Solo. Sementara sisanya dari luar Kota Solo diantaranya, Karanganyar, Sukoharjo, dan lainnya.

Puluhan driver ojol dan masyarakat umum menjalani tes PCR yang diadakan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo. (MP/Ismail)

Ada kemungkinan, data pasien positif di Kota Solo akan kembali bertambah dari klaster mahasiswa PPDS paru. Mengingat sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan finalisasi data.

"Kami juga lakukan tracing di lokasi indekos mereka semua dengan melibatkan kecamatan dan kelurahan. Jangan sampai klaster ini menyebar luas hingga memunculkan klaster baru," papar dia.

Baca Juga

Update Corona DKI Rabu (15/7): 15.173 Positif, 9.721 Orang Sembuh

Kasubbag Hukum dan Humas RSDM, Eko Haryati mengatakan, belum menerima laporan tersebut. Namun demikian, ia menegaskan pelayanan kepada pasien hingga saat ini di RSUD dr Moewardi tidak terganggu.

"Yang positif mayoritas PPDS UNS sehingga tidak menganggu layanan kami kepada pasien, karena mereka bukan penanggung jawab pasien," tutup Eko. (Ismail/Jawa Tengah)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH