Klaster Baru COVID-19 Pasar Xinfadi Tiongkok, Begini Prediksi Para Ahli Terkait Asal Mulanya Dok - Suasana sore hari di dalam Pasar Induk Xinfadi di Distrik Fengtai, Beijing, China, pada 19 Juli 2019. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

MerahPutih.com - Sejumlah pakar di Tiongkok menyangsikan prediksi asal mula penyebaran COVID-19 dari ikan salmon sebagai pembawa virus hingga menyebabkan orang-orang di Pasar Induk Xinfadi dan sekitarnya terinfeksi.

Peneliti senior di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular China (CCDC) Zeng Guang, Minggu (14/6), mengatakan bahwa berdasarkan analisis awal atas dua kasus terdahulu menyebutkan, virus corona yang baru saja merebak berbeda dengan salah satu temuan di Tiongk dan data awal mengarah pada satu varietas yang bermutasi dari Eropa.

Baca Juga:

Pasar Grosir di Beijing Ditutup Setelah Dua Kasus Infeksi COVID-19

Walau begitu Zeng meminta masyarakat membuktikan temuan tersebut dengan mengambil garam yang sering digunakan untuk memastikan asal virus tersebut, demikian China Daily, Senin.

Kepala Epidemiolog CCDC Wu Zunyou sebelumnya mengatakan bahwa habitat alami ikan tidak akan tertular virus corona.

Namun ikan tersebut bisa tertular dari para pekerja penangkapan atau pengiriman.

China mengimpor 80.000 ribu ton salmon dingin dan beku setiap tahun dari Chile, Norwegia, Kepulauan Faeroe, Australia, dan Kanada, demikian laman berita Jiemian.com.

Dok - Suasana sore hari di dalam Pasar Induk Xinfadi di Distrik Fengtai, Beijing, China, pada 19 Juli 2019. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Dok - Suasana sore hari di dalam Pasar Induk Xinfadi di Distrik Fengtai, Beijing, China, pada 19 Juli 2019. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Wu tidak bisa menyimpulkan salmon sebagai inang dari virus corona apalagi kalau hanya mendeteksinya dari papan pemotongan ikan di Pasar Induk Xinfadi.

"Tipikal produk makanan laut kami disimpan di gudang dan didistribusikan dalam kontainer dingin sehingga tidak mungkin virus akan bertahan lama dan mendorong kemungkinan menginfeksi manusia," ujarnya, dikutip Antara.

Menurut dia, ada dua kemungkinan terjadinya penularan yang menjadikan Pasar Xinfadi sebagai klaster baru COVID-19.

Pertama, kemungkinan berasal dari masuknya daging dan ikan dari berbagai negara ke pasar grosir terbesar di Beijing tersebut.

Kemungkinan kedua penularan dari manusia ke manusia. "Orang terinfeksi membawa virus ke pasar tersebut merupakan kelompok orang tanpa gejala atau mengalami gejala ringan. Hiruk-pikuk di pasar menyebabkan klaster baru," kata Wu.

Baca Juga:

Tiongkok Laporkan 11 Kasus Baru COVID-19, 6 Transmisi Lokal di Beijing

Namun dia mengingatkan masyarakat Ibu Kota tidak panik. "Bagaimana cara mengakumulasi kasus itu dalam beberapa bulan terakhir dan dengan menggunakan teknologi mutakhir seperti mahadata akan menjadikan pelacakan dan diagnosis awal lebih baik lagi," katanya.

Pada Sabtu (13/6) ditemukan 36 kasus baru di pasar grosir produk pertanian, perikanan, dan peternakan di pinggiran Ibu Kota tersebut.

Pemerintah Kota Beijing telah menguji sampel 76.499 orang yang berhubungan dengan Pasar Induk Xinfadi, sebanyak 59 di antaranya positif.

Lebih dari 29.300 orang mengunjungi pasar induk yang berlokasi di Distrik Fengtai itu dalam 14 hari terakhir telah diuji. Pada saat itu 12.973 di antaranya hasilnya negatif, demikian Global Times. (*)

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Capai 2 Juta, Biden Tuding Trump Tak Serius

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Sebut Memaksakan Diri Berarti Mengurangi Makna Mudik
Indonesia
Pemerintah Sebut Memaksakan Diri Berarti Mengurangi Makna Mudik

Pemerintah sendiri sudah mengeluarkan larangan mudik.

Rayakan Ulang Tahun, Eggi Sudjana Mangkir dari Panggilan Polisi
Indonesia
Rayakan Ulang Tahun, Eggi Sudjana Mangkir dari Panggilan Polisi

Aktivis Eggi Sudjana mangkir dalam pemeriksaan kasus dugaan upaya makar, Kamis (3/12).

Supres RUU BPIP Diterima DPR, Puan Jelaskan Bedanya dengan RUU HIP
Indonesia
Supres RUU BPIP Diterima DPR, Puan Jelaskan Bedanya dengan RUU HIP

Substansi yang terdapat dalam RUU BPIP hanya memuat ketentuan tentang tugas, fungsi, wewenang, dan struktur kelembagaan BPIP

Garuda Seimbangkan Pendapatan Dari Penumpang dan Kargo
Indonesia
Garuda Seimbangkan Pendapatan Dari Penumpang dan Kargo

Penerbangan kargo atau logistik semakin membaik dibandingkan sebelum pandemi. Saat ini perusahaan semakin memfokuskan untuk ekspansi di penerbangan tersebut.

Pemprov DKI Tolak 4.544 Permohonan SIKM
Indonesia
Pemprov DKI Tolak 4.544 Permohonan SIKM

Penolakan karena tidak sesuai dengan persyaratan berdasarkan Pergub Nomor 47 Tahun 2020.

Pelajar yang Ikut Demo UU Ciptaker Berasal dari Bogor hingga Subang
Indonesia
Pelajar yang Ikut Demo UU Ciptaker Berasal dari Bogor hingga Subang

"Dari hasil keterangan para pelajar yang terlibat aksi unjuk rasa, mereka dari berbagai daerah, Bogor, Sukabumi, Indramayu, Subang, Cilegon, Bekasi, Tangerang ini berasal dari beberapa wilayah disamping Jakarta ya," ujar Nana

Pegawai Senior KPK Kembali Mengundurkan Diri
Indonesia
Pegawai Senior KPK Kembali Mengundurkan Diri

Kini Nanang Farid Syam yang merupakan penasihat Wadah Pegawai (WP) KPK mengundurkan diri.

 Persiapan Pemberlakuan PSBB di Jabar Sudah 100 Persen
Indonesia
Persiapan Pemberlakuan PSBB di Jabar Sudah 100 Persen

"Persiapan PSBB Provinsi per hari ini sudah 100 persen, bahkan saya monitor Ciayumajakuning sudah rapat khusus di Majalengka," kata Kang Emil

Anies-Rizieq Shihab Cuma Minum Teh, Tak Bahas Politik
Indonesia
Anies-Rizieq Shihab Cuma Minum Teh, Tak Bahas Politik

Tengku mengaku dalam pertemuan tersebut mereka hanya melepas rindu sambil minum teh dan tidak ada pembicaraan yang mengarah ke unsur politik.

Petinggi KAMI Kumpulkan Uang Rp500 Ribu untuk Danai Pendemo UU Ciptaker
Indonesia
Petinggi KAMI Kumpulkan Uang Rp500 Ribu untuk Danai Pendemo UU Ciptaker

“Jadi tadi dari WAG grup tadi, tadi dia mengumpulkan uang untuk menyuplai logistik. Itu sudah, baru terkumpul Rp 500 ribu,” kata Argo