Klarifikasi Pendiri Kaskus Terkait Kasus Penipuan Pemalsuan Dokumen Pendiri Kaskus, Andrew Darwis. Foto: MP/Kanu Pendiri Kaskus, Andrew Darwis. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Pendiri Kaskus Andrew Darwis akhirnya angkat bicara terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen dalam pinjam-meminjam berupa jaminan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Pria berusia 40 tahun itu merasa dirugikan dengan kasus tersebut. Bahkan, ia mengaku susah makan dan tidur akibat adanya permasalahan hukum ini.

Baca Juga

Buntut Kasus Penganiayaan, Polres Jakpus Dikasih Hadiah Anjing Herder

"Lumayan tekanan batin. Makan susah, tidur susah. Saya ini bukan orang yang suka cari masalah," kata Andrew Darwis, dalam sesi jumpa pers di wilayah Jakarta Pusat, Jumat (15/11)

Andrew menegaskan dirinya yang sudah membangun citra positif di masyarakat harus mendapatkan dampak buruk dari adanya kasus tersebut.

"Saya ini tak pernah kena kasus. Dari awal, saya berupaya membangun image sebagus mungkin. Ternyata mulai tahun ini, Januari tiba-tiba kena kasus. Di google, tiga halaman depan Andrew kasus, Andrew kasus," ujarnya.

Atas kasus itu, dia mengalami kerugian materiil dan immateriil.

"Jadi pelajaran untuk saya. Orang mau bisnis dengan track record bagus sekarang jadi off," tambahnya.

Pendiri Kaskus, Andrew Darwis. Foto: MP/Kanu
Pendiri Kaskus, Andrew Darwis. Foto: MP/Kanu

Sementara itu, kuasa hukum Andrew Darwis, Abraham Sridjaja menuturkan kliennya tidak mengenal Titi Sumawijaya Empel. Ia menegaskan, bahwa Andre Darwis baru mengetahui perihal Titi Sumawijaya saat diperiksa di Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Nihi Sumba, Surga Tersembunyi Lokasi Bulan Madu Jennifer Lawrence

"Terkait dengan adanya pemberitaan di media sosial maupun di media online, adanya pemberitaan tidak benar yang menyudutkan Klien, maka Tim kuasa hukum perlu memberikan klarifikasi, bahwa Klien kami tidak mengenal dan tidak tahu orang bernama Titi Sumawijaya Empel," ujarnya.

Abraham menuturkan tidak pernah ada hubungan hukum apapun dengan Titi Sumawijaya Empel termasuk tidak pernah ada pinjam-meminjam seperti yang diberitakan. Abraham juga mengatakan sang klien baru mengenal David Wira sejak pertengahan 2018 dan bukan merupakan tangan kanan Andre Darwis.

"Bahwa serangkaian jual beli yang dilaksanakan antara Klien dengan Susanto Tjiputra adalah sudah benar karena melalui seluruh ketentuan yang berlaku yaitu telah dilakukan checking oleh PPAT dengan hasil bersih, artinya tidak ada permasalahan apapun dan dapat dilakukan jual beli. Telah membayar Pajak-pajak jual beli. Dilaksanakan jual beli dihadapan PPAT, telah dilakukan serah terima obyek jual beli (tanah dan bangunan) dan sudah dibayar lunas.
Telah dilaksanakan balik nama atas sertifikat menjadi atas nama Klien oleh BPN," tegasnya.

Diketahui, Andrew Darwis dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Titi Sumawijaya Empel. Andrew dilaporkan ke polisi terkait dugaan penipuan pinjaman uang dengan jaminan sertifikat gedung. Kasus ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 13 Mei 2019 lalu dengan nomor LP/2959/V/2019/PMJ/Dit Reskrimsus.

Baca Juga

Disparbud DKI Jakarta Anggarkan Rp 29 Miliar untuk Promosi dan Seni Budaya

Polda Metro Jaya telah meningkatkan kasus dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan pendiri Andrew ke tingkat penyidikan. Andrew dilaporkan oleh Titi Sumawijaya Empel ke aparat kepolisian.

Bahkan kasus dugaan penipuan pinjaman uang dan pemalsuan sertifikat yang diduga dilakukan Andrew Darwis ternyata pernah dilaporkan juga ke polisi sebelumnya. Dalam laporan sebelumnya terlapornya atas nama Susanto, di mana dalam kasus itu sudah ada beberapa orang tersangka. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH