Klaim Tak Pernah Minta Bantuan ke Pemerintah, FPI Ogah Perpanjang SKT Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis (Foto:KH.Sobri Lubis online)

MerahPutih.Com - Front Pembela Islam (FPI) mengaku enggan untuk mengurus perpanjangan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) organisasinya di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena dianggap tak ada gunanya.

Menurut Ketua Umum FPI Sobri Lubis, pihaknya selama ini tidak pernah meminta bantuan pada pemerintah.

Baca Juga:

FPI Kecam dan Bakal Melawan Perampasan HAM Etnis Uighur

"Terdaftar tidak berguna buat FPI, karena FPI tidak pernah minta bantuan pada pemerintah. FPI jalan sendiri tanpa mesti mendaftar," tegas Lubis kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/12).

FPI ogah urus SKT di Kemendagri lantaran tidak pernah minta bantuan kepada pemerintah
Massa Front Pembela Islam (FPI) dalam sebuah aksi di Jakarta. (Foto: ANTARA)

Lebih lanjut Lubis menegaskan rekomendasi untuk perpanjangan SKT sudah tidak ada gunanya lagi.

Apalagi, kata dia, selama beraktivitas FPI tidak pernah meminta bantuan dari pemerintah Indonesia.

"FPI akan jalan sendiri tanpa mesti mendaftar, "ujar dia.

Baca Juga:

Ini Penyebab Kemendagri Tidak Keluarkan SKT Ormas FPI

Sebelumnya, FPI telah mengajukan syarat-syarat perpanjangan SKT. Namun proses perpanjangan SKT itu belum juga tuntas dan SKT belum diterbitkan.

Kementerian Agama sendiri sudah mengeluarkan rekomendasi perpanjangan SKT FPI ke Kemendagri. Alasannya, FPI sudah berikrar setia kepada Pancasila dan NKRI.(Knu)

Baca Juga:

SKT Dipersulit, FPI Tuding Presiden Jokowi Sengaja Pelan-Pelan Hancurkan Organisasinya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Biden Sah Jadi Presiden Terpilih, Jaksa Agung AS Mundur
Dunia
Biden Sah Jadi Presiden Terpilih, Jaksa Agung AS Mundur

Para elector yang ditunjuk biasanya adalah pejabat partai atau tokoh terkemuka yang berjanji akan mewakili negara bagian untuk memberikan suara kepada Biden atau Trump.

Penambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Per Kamis (14/1) Capai 3.165 Orang
Indonesia
Penambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Per Kamis (14/1) Capai 3.165 Orang

Dengan positivity rate 16,4 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 3.165 jiwa.

Trump Sempat Ajukan Penyerangan Fasilitas Nuklir Iran
Dunia
Trump Sempat Ajukan Penyerangan Fasilitas Nuklir Iran

Presiden AS Donald Trump pada pekan lalu sempat mengajukan opsi untuk menyerang situs nuklir utama milik Iran.

Perjalanan KA ke Yogyakarta dan Solo tinggal 8 Rute
Indonesia
Perjalanan KA ke Yogyakarta dan Solo tinggal 8 Rute

Teranyar, KAI baru saja menghentikan sementara empat perjalanan ka DAOP 6.

Dinilai Semrawut, Anies Diminta Hapus Petunjuk Teknis PPDB
Indonesia
Dinilai Semrawut, Anies Diminta Hapus Petunjuk Teknis PPDB

"Penurunan kuota ini tidak sesuai dengan semangat penerapan sistem zonasi," sebut LBH.

Gibran-Teguh Dapat Rekomendasi, Ketua DPC PDIP Benarkan Keduanya Diundang ke DPD
Indonesia
Gibran-Teguh Dapat Rekomendasi, Ketua DPC PDIP Benarkan Keduanya Diundang ke DPD

"Besok (Jumat) itu yang diundang untuk hadir di DPD PDIP Jawa Tengah Gibran dan Teguh. Keduanya diminta datang saat pengumuman rekomendasi," ujar Rudy

Jika untuk Kepentingan Pribadi, Artis yang Diduga Buat Adegan Porno Tak Bisa Dipidana
Indonesia
Pemerintahan Jokowi Dinilai Hanya Fokus Investasi
Indonesia
Pemerintahan Jokowi Dinilai Hanya Fokus Investasi

"Pak Jokowi itu berpikir sekali investasi, investasi, investasi. Kalau lima tahun sebelumnya infrastruktur. Jadi di zaman Pak Harto istilah investasi dan infrastruktur itu ya pembangunan," jelasnya

DPR Batasi Peserta Uji Kelayakan Calon Kapolri
Indonesia
DPR Batasi Peserta Uji Kelayakan Calon Kapolri

Komisi III DPR akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo pada Rabu (20/1) besok.

Kapolri Keluarkan Telegram untuk Deteksi Dini Penumpang Gelap saat Demo Buruh
Indonesia
Kapolri Keluarkan Telegram untuk Deteksi Dini Penumpang Gelap saat Demo Buruh

"Ini agar tidak terjadi anarkis dan belajar dari pengalaman sebelumnya," kata Awi