Klaim Surabaya Zona Hitam COVID-19, Cawali Machfud Arifin Dikritik Debat publik perdana Pilkada Surabaya 2020 yang digelar KPU Surabaya, Rabu (11/4/2020) malam. (FOTO ANTARA/HO-Paksi-KPU Surabaya)

MerahPutih.com - Debat pertama Pilkada Surabaya 2020 digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Rabu (4/11) malam diwarnai pernyataan kontroversi.

Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin mengklaim Surabaya pernah berstatus zona hitam COVID-19 dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo. Padahal, Jokowi tak pernah menyebut Surabaya pernah bestatus zona hitam.

"Presiden sempat menyatakan bahwa Surabaya bukan lagi zona merah, tapi zona hitam,” ujar Machfud

Baca Juga

Panitia Pengawas Diam-diam Temui Timses Paslon Pilkada

Tak ayal, pernyataan Machfud menuai kritikan pedas dari publik. Mereka menilai ucapan Mantan Kapolda Jawa Timur itu tidak mendasar.

"Lucu banget nih nonton debat calon walikota di JTV. Hari gini masih aja bahas Surabaya zona hitam, yo opo pak nomer loro iki,” kritik @donopradana.

Diketahui Pilkada Surabaya 2020 diikuti pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji. Paslon nomor urut 01 tersebut diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI. Selain itu mereka juga mendapatkan tambahan kekuatan dari enam partai politik non parlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda.

Baca Juga

Langgar Netralitas, Puluhan Penyelenggara Pemilu Diberhentikan

Sedangkan, pasangan Machfud Arifin-Mujiaman dengan nomor urut 02 diusung koalisi delapan partai yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat dan Partai Nasdem serta didukung partai non-parlemen yakni Partai Perindo. (Andika Eldon/Surabaya)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lebih dari 50 Calon Penumpang Kereta Api di Cirebon Positif COVID-19
Indonesia
Lebih dari 50 Calon Penumpang Kereta Api di Cirebon Positif COVID-19

Sedangkan yang dinyatakan positif tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan

Wakil Indonesia Gagal Finis, De Rosa Juara Race 1 Supersport WSBK Mandalika
Olahraga
Wakil Indonesia Gagal Finis, De Rosa Juara Race 1 Supersport WSBK Mandalika

Pembalap nasional Galang Hendra hanya mampu tampil selama 10 laps dari total 19 laps yang dipertandingan.

Vaksinasi Tenaga Pendidik di Bandung Dekati 100 Persen
Indonesia
Vaksinasi Tenaga Pendidik di Bandung Dekati 100 Persen

"Kalau nanti Pemerintah Pusat sudah memberi kesempatan untuk proses PTM (Pembelajaran Tatap Muka), di Kota Bandung secara infrastruktur sudah siap," ujar Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana.

Belum Ada Urgensi Masyarakat Terima Vaksin Booster
Indonesia
Belum Ada Urgensi Masyarakat Terima Vaksin Booster

Kementerian Kesehatan menyebut pemberian vaksin COVID-19 tahap tiga atau booster untuk masyarakat umum masih perlu kajian lanjutan.

Kasus Perundungan dan Pelecehan Seksual di KPI Belum Temui Titik Terang
Indonesia
Kasus Perundungan dan Pelecehan Seksual di KPI Belum Temui Titik Terang

Polres Metro Jakarta Pusat merasa prihatin terhadap peristiwa yang dilaporkan oleh korban

Adu Tajir 2 Calon Panglima TNI
Indonesia
Adu Tajir 2 Calon Panglima TNI

KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL, Laksamana Yudo Margono menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI.

Pasien COVID-19 Terus Melonjak, Pemda Harus Buat Fasilitas Isolasi Terpusat
Indonesia
Pasien COVID-19 Terus Melonjak, Pemda Harus Buat Fasilitas Isolasi Terpusat

Pemerintah kembali memperpanjang dan melakukan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis (PPKM Mikro), mulai tanggal 22 Juni hingga 5 Juli 2021

Jakarta Diprakirakan Hujan Rabu Pagi
Indonesia
Jakarta Diprakirakan Hujan Rabu Pagi

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah DKI Jakarta diguyur hujan pada Rabu (30/6) pagi.

Pasokan Vaksin ke Sumatera Barat Masih Lambat
Indonesia
Pasokan Vaksin ke Sumatera Barat Masih Lambat

Sumatera Barat, memiliki target 4.000.000 orang divaksin COVID-19. Namun untuk vaksin yang ada hanya 1,2 juta saja.

Lonjakan Kasus COVID-19 di India Jadi Pelajaran Berharga Bagi Warga Indonesia
Indonesia
Lonjakan Kasus COVID-19 di India Jadi Pelajaran Berharga Bagi Warga Indonesia

Lonjakan kasus COVID-19 di India bisa jadi pelajaran berharga bagi warga Indonesia