Klaim Kecolongan, Fraksi Golkar Tarik Dukungan RUU Ketahanan Keluarga Politisi Partai Golkar Nurul Arifin. (ANTARA/Agus Bebeng)

MerahPutih.Com - Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Badan Legislasi dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin, mengklaim kecolongan lantaran ada salah satu anggotanya yang ikut mengusung Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga.

"Seharusnya yang bersangkutan berkonsultasi dan presentasi kepada fraksi sebelum menjadi pengusung suatu RUU," kata Nurul Arifin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2).

Baca Juga:

Tak Sahkan RUU PKS, Ketua DPR 'Ngeles' Belum Ada Judul

Nurul menilai RUU Ketahanan Keluarga terlalu jauh mengintervensi urusan domestik sebuah keluarga. Atas dasar itu, Fraksi Partai Golkar secara tegas menarik dukungan terhadap RUU tersebut.

Nurul Arifin tegaskan pihaknya tarik diri dari RUU Ketahanan Keluarga
Anggota Fraksi Golkar Nurul Arifin (MP/Yugi Prasetyo)

"Kami menarik dukungan terhadap RUU Ketahanan Keluarga ini. Tidak seharusnya urusan domestik cara mengurus dan mengasuh anak diintervensi negara," tegas Nurul.

Menurut Nurul, negara sudah memiliki banyak program, seperti Program Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, maupun BPJS Kesehatan yang mendukung kesejahteraan keluarga.

"Alasan tentang tanggung jawab negara terhadap kesejahteraan dan lain-lain, negara sudah memiliki banyak program, seperti PIP, PKH, BPJS, dll," jelasnya.

"Saya melihat RUU ini bertujuan mendidik keluarga secara homogen, unsur-unsur heterogenitas dinafikkan," sambung Nurul.

Baca Juga:

DPR Terus Matangkan Pengesahan RUU PKS Agar Diterima Masyarakat

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengaku keberatan dengan pengajuan RUU Ketahan Keluarga sejak RUU tersebut dipresentasikan.

"Saya di Baleg sudah berkeberatan sejak RUU tersebut dipresentasikan," pungkasnya.(Pon)

Baca Juga:

DPR Pastikan RUU PKS Tak Disahkan, Kekalahan Kedua Aksi Mahasiswa 2019

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengamat Nilai PSBB di DKI Tak Efektif
Indonesia
Pengamat Nilai PSBB di DKI Tak Efektif

PSBB DKI juga terancam dengan kepercayaan masyarakat yang menurun

Update COVID-19 di DKI Minggu (12/4): 1.903 Positif dan 142 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 di DKI Minggu (12/4): 1.903 Positif dan 142 Pasien Sembuh

Data itu tercatat pada Minggu (12/4) sekitar pukul 10.00 WIB.

Tok! DPT Pilkada Serentak 2020 Nasional 100,35 Juta Jiwa
Indonesia
Tok! DPT Pilkada Serentak 2020 Nasional 100,35 Juta Jiwa

DPT didata bertambah sebanyak 49.733 jiwa

Lari Dikejar Polisi, Seorang Pedemo Jatuh ke Sumur Sedalam 10 Meter
Indonesia
Lari Dikejar Polisi, Seorang Pedemo Jatuh ke Sumur Sedalam 10 Meter

Seorang peserta aksi Solo Raya Menggugat menolak RUU Cipta Kerja di Tugu Kartasura jatuh ke dalam sumur tua sedalam 10 meter, Kamis (8/10) malam.

 Pasangan Calon Independen Penuhi Syarat Jumlah Dukungan di Pilwalkot Solo
Indonesia
Pasangan Calon Independen Penuhi Syarat Jumlah Dukungan di Pilwalkot Solo

"Kami telah menetapkan pasangan Bajo memenuhi syarat jumlah dukungan dengan mengumpulkan sebanyak 36.006 e-KTP," ujar Nurul

Sembuh dari COVID-19, Menag Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi
Indonesia
Sembuh dari COVID-19, Menag Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi

Menteri Agama Fachrul Razi telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 dan diperkenankan kembali ke rumahnya.

Bawaslu Dukung Rencana Facebook Buka Data Dana Calon Kepala Daerah
Indonesia
Bawaslu Dukung Rencana Facebook Buka Data Dana Calon Kepala Daerah

"Memang dalam Pilkada tidak mengenal berapa pembatasan dana yang dipakai untuk iklan, tetapi itu bisa menjadi bagian untuk akuntabilitas saat pelaporan dana kampanye," tegasnya.

Banjir Bandang Hanyutkan 29 Rumah di Bolaang Mangondow
Indonesia
Banjir Bandang Hanyutkan 29 Rumah di Bolaang Mangondow

Berdasarkan data sementara, banjir bandang berdampak pada 1.032 kepala keluarga atau 3.188 jiwa.

Polisi Tetapkan 69 Orang Jadi Tersangka Kasus Karhutla di Indonesia
Indonesia
Polisi Tetapkan 69 Orang Jadi Tersangka Kasus Karhutla di Indonesia

Mabes Polri menetapkan 69 tersangka terkait kasus kebakaran hutan atau Karhutla periode 1 Januari-21 Juni 2020.

UN 2020 Ditiadakan, DPR Desak Anggaran Dialihkan untuk Atasi Wabah Corona
Indonesia
UN 2020 Ditiadakan, DPR Desak Anggaran Dialihkan untuk Atasi Wabah Corona

Anggota Komisi X DPR RI Rojih meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk memperpanjang masa belajar di rumah.