KKP Lumpuhkan Dua Kapal Trawl Asal Malaysia Kapal ikan dengan alat tangkap trawl yang diamankan KKP. ANTARA/HO-KKP

MerahPutih.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan melumpuhkan sebanyak dua kapal ikan asing ilegal asal Malaysia yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, yaitu trawl, di perairan Selat Malaka wilayah Indonesia.

"Kami mengonfirmasi penangkapan dua kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia pada akhir pekan kemarin di WPPNRI (Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia) 571 Selat Malaka," kata Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Antam Novambar dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (22/7).

Antam menuturkan bahwa penangkapan kapal ilegal Malaysia dengan nama KHF 1764 tersebut dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 03 yang dinakhodai oleh Yohanes Tielung di wilayah landas kontinen Indonesia pada 17 Juli.

Baca Juga:

Kasus Bunuh Diri Karena Ekonomi Melonjak, UMNO Minta PM Malaysia Muhyiddin Mundur

Sedangkan satu kapal lainnya dengan nama SLFA 5124 ditangkap Kapal Pengawas Hiu 01 yang dinakhodai Essing di dekat perairan Bagan Siapiapi pada 18 Juli.

"Satu kapal kami ad hoc ke Pangkalan PSDKP Batam sedang satu kapal lainnya ke Stasiun PSDKP Belawan," ujar Antam, seperti dikutip Antara.

Dalam video dokumentasi yang disampaikan kepada awak media, penangkapan kapal tersebut dilakukan setelah kapal ikan asal Malaysia tersebut tampak berusaha melarikan diri dengan terus melakukan manuver berbahaya agar dapat lolos dari Kapal Pengawas Perikanan Ditjen PSDKP KKP.

Arsip - Kapal Pengawas Perikanan Napoleon 037. ANTARA/HO-KKP
Arsip - Kapal Pengawas Perikanan Napoleon 037. ANTARA/HO-KKP

Selain itu, tampak pula alat tangkap trawl masih berada di dalam air dan digunakan untuk menghalangi upaya penangkapan yang dilakukan oleh petugas.

"Kapal asing ilegal ini mencoba lari, memacu kecepatan tinggi, kapal ini juga menghalangi kami dengan tali dan alat tangkap, hampir 35 menit kami melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil kami lumpuhkan," ujar Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Pung Nugroho Saksono.

Baca Juga:

Bareskrim Musnahkan 3,6 Ton Shabu Dari Timur Tengah dan Malaysia

Pung Nugroho menegaskan bahwa aparat Ditjen PSDKP KKP tetap siaga dan terus melakukan pengawasan di laut termasuk dalam periode penerapan PPKM. Hal tersebut dilakukan untuk mewaspadai aksi pencurian ikan yang dilakukan dengan memanfaatkan masa pandemi.

Dengan penangkapan dua kapal asing ilegal tersebut, KKP telah menangkap 124 kapal selama 2021, terdiri dari sebanyak 81 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 43 kapal ikan asing yang mencuri ikan, dengan rincian 14 kapal berbendera Malaysia, 6 kapal berbendera Filipina dan 23 kapal berbendera Vietnam. (Knu)

Baca Juga:

Malaysia Lockdown, Cuma 20 Persen Pekerja Yang Boleh Ngantor

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Libur Panjang di Akhir Oktober, Masyarakat Diminta Batasi Acara Keluarga
Indonesia
Libur Panjang di Akhir Oktober, Masyarakat Diminta Batasi Acara Keluarga

Satgas COVID-19 meminta aparat daerah khususnya Satuan Polisi Pamong Praja, serta aparat TNI/ Polri di daerah agar mengawasi pelaksanaan instruksi tersebut.

Setiap Hari, 100 Butir Ekstasi Dibikin di Rumah Sakit oleh Napi AU
Indonesia
Setiap Hari, 100 Butir Ekstasi Dibikin di Rumah Sakit oleh Napi AU

AU diduga memproduksi ekstasi semenjak dirawat di Rumah Sakit. Ia menjalani perawatan karena sakit keram di bagian perut sejak dua bulan lalu.

Din Syamsudin Anggap Jabatan Wamendikbud untuk Abdul Mu'ti Merendahkan Muhammadiyah
Indonesia
Din Syamsudin Anggap Jabatan Wamendikbud untuk Abdul Mu'ti Merendahkan Muhammadiyah

Din Syamsudin memuji langkah Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti yang menolak menjadi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) di kabinet Presiden Joko Widodo.

Peradi Pergerakan: Tolak Gugatan terhadap Ahli Hukum Eva Achjani Zulfa
Indonesia
Peradi Pergerakan: Tolak Gugatan terhadap Ahli Hukum Eva Achjani Zulfa

Ahli hukum pidana Universitas Indonesia Eva Achjani Zulfa digugat di Pengadilan Negeri Depok, sebab keteranganya sebagai ahli di tingkat penyidikan dianggap memberatkan penggugat Andy Tediarjo.

Bulan Ini Kuburan Rorotan Bisa Digunakan bagi Jenazah COVID-19
Indonesia
Bulan Ini Kuburan Rorotan Bisa Digunakan bagi Jenazah COVID-19

Lahan pemakaman di Rorotan sudah bisa dimanfaatkan untuk liang lahat jenazah pasien COVID-19 pada Januari ini

Soal Mini Lockdown, Anak Buah Prabowo Sarankan Anies Ikuti Arahan Jokowi
Indonesia
Soal Mini Lockdown, Anak Buah Prabowo Sarankan Anies Ikuti Arahan Jokowi

Jika mini lockdown itu diterapkan di ibu kota, pemerintah DKI dengan mudah dapat melakukan pengawasan

Gus Yaqut: Memaksakan Atribut Agama Tertentu Kepada yang Beda Agama Bagian dari Pemahaman Simbolik
Indonesia
Gus Yaqut: Memaksakan Atribut Agama Tertentu Kepada yang Beda Agama Bagian dari Pemahaman Simbolik

Seharusnya, agama bukan menjadi justifikasi untuk bersikap tidak adil kepada orang lain yang berbeda keyakinan

Mayoritas Korban Meninggal Akibat COVID-19 Karena Kormobid Penyakit Diabetes
Indonesia
Mayoritas Korban Meninggal Akibat COVID-19 Karena Kormobid Penyakit Diabetes

"Dan risiko yang lebih tinggi lagi adalah mereka yang memiliki lebih dari satu komorbid,” kata Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo

Banyak Kawasan Industri, Ridwan Kamil Akui Penurunan Mobilitas Belum Optimal
Indonesia
Banyak Kawasan Industri, Ridwan Kamil Akui Penurunan Mobilitas Belum Optimal

Wapres meminta seluruh kepala daerah, mulai dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil hingga bupati dan wali kota, meningkatkan konsolidasi dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Siang Ini Jakarta Selatan dan Timur Diprediksi Hujan Ringan
Indonesia
Siang Ini Jakarta Selatan dan Timur Diprediksi Hujan Ringan

Pada malam hari, cuaca cerah berawan diprediksikan akan menemani warga Jakarta