KKP Diminta Hati-hati, Impor Perikanan Tumbuh Lebihi Ekspor Nelayan menunjukkan ikan teri nasi kualitas ekspor saat akan ditimbang, di Pantai Jumiang, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (24/12). (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)

MerahPutih.com - Lembaga Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia menyatakan angka impor perikanan ternyata tumbuh melebihi ekspor. Hal itu harus diperhatikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"KKP harus memperhatikan dan menjaga pertumbuhan ekspor agar tumbuh secara signifikan dan mencapai target yang telah ditetapkan," kata Peneliti DFW Indonesia Nilmawati, Sabtu (13/1), seperti dilansir Antara.

Menurut dia, pertumbuhan ekspor perikanan pada 2017 mencapa 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi pertumbuhan impor pada periode yang sama ternyata mencapai 14,4 persen.

Nilmawati berpendapat ekspor dan impor perikanan tidak saja ditentukan oleh intervensi KKP, tetapi dipengaruhi dinamika situasi perdagangan, seperti yang dicontohkan melonjaknya impor ikan makarel yang diimpor karena memenuhi kebutuhan bahan baku pemindangan dan industri pengalengan ikan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan kondisi ekspor komoditas perikanan Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain di tengah situasi perekonomian global saat ini yang sedang menurun.

"Ekspor, walaupun turun, tetapi dibandingkan negara lain jauh lebih baik," kata Menteri Susi dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (11/1).

Susi Pudjiastuti juga mengingatkan bahwa pada saat ini di kawasan perairan Indonesia, jumlah stok ikan naik sehingga tangkapan juga meningkat dan nilai tukar nelayan dan pembudidaya juga mengalami kenaikan yang berarti bahwa jumlah pendapatan yang mereka terima saat ini juga meningkat dibanding sebelumnya.

Semua hal itu, ujar dia, juga menunjang kepada kinerja sektor kelautan dan perikanan dalam rangka memperbaiki serta membenahi ekonomi Indonesia agar terus meningkat. (*)



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH