KKP Beri Pelatihan Budidaya Ikan Dengan Sistem Bioflok Budidaya Lele sistem bioflok (mongabay.co.id)

Merahputih.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah gencar melakukan pelatihan bimbingan teknis untuk mengenali sistem bioflok dalam rangka membantu berbagai kelompok pembudidaya perikanan untuk meningkatkan hasil produksi mereka.

"Penerima bantuan harus benar-benar tahu secara teknis, bagaimana budidaya bioflok. Oleh sebab itu, kami fasilitasi mereka berlatih," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/6).

Slamet Soebjakto menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan kepada peserta bimbingan teknis bantuan pemerintah budidaya ikan lele sistem bioflok di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi. Bimbingan teknis itu diselenggarakan dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan budidaya lele bioflok bagi penerima bantuan tahun 2018.

"Dengan begitu, kesuksesan program ini dapat tercapai serta kelemahan di tahun lalu dapat diantisipasi sedini mungkin," paparnya.

Sebanyak 120 orang peserta berasal antara lain dari pondok pesantren, seminari, pura, serta kelompok masyarakat penerima bantuan beserta perwakilan dinas kelautan dan perikanan kabupaten dan penyuluh perikanan dari 8 provinsi yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, uajr dia, diajarkan pula antara lain materi tentang akses permodalan, membangun jejaring bisnis, serta aturan terkait bantuan budidaya lele sistem bioflok.

Budidaya Lele menggunakan sistem Bioflok (disperikanan.gresikkab.go.id)

Sejumlah daerah pada saat ini memang sedang menggencarkan program bantuan pengembangan budi daya dengan mengembangkan teknologi bioflok bagi para pembudidaya ikan Nusantara. Misalnya, Dinas Kelautan dan Perikanan pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, akan memberikan bantuan peralatan pengembangan budi daya ikan dengan teknologi bioflok kepada lima kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) di daerah itu.

"Penyaluran bantuan peralatan untuk pengembangan budi daya ikan dengan teknologi bioflok setelah Idul Fitri atau sekitar bulan Juli tahun ini," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko Eddy Aprianto, dikutip Antara.

Eddy menyatakan instansinya akan melatih ketrampilan anggota pokdakan yang menerima bantuan peralatan untuk mengembangkan sistem budidaya ikan dengan teknologi bioflok tentang cara budidaya ikan dengan teknologi terbaru tersebut. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyiapkan bantuan sepuluh unit kolam bioflok untuk meningkatkan produksi budi daya perikanan air tawar di daerah ini.

"Saat ini sudah memasuki tahap pembangunan penyiapan lokasi dan kolam di dua lokasi, yaitu di Kecamatan Muntok dan Parittiga. Nanti setelah selesai baru akan direalisasikan penyaluran benih lelenya," kata Kepala Bidang Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat, Wiratmo.

Bantuan pengembangan usaha budi daya perikanan air tawar dengan mengenalkan sentuhan teknologi pola bioflok tersebut merupakan upaya pemerintah mendorong pelaku usaha agar semakin serius menggeluti usahanya. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH