KKB di Pedalaman Mengarah ke Timika, Kapolda: Jangan Lengah! Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw memeriksa pasukan Brimob BKO dari sejumlah Polda di halaman Polres Mimika, Minggu (13/10). ANTARA/Evarianus Supar

Merahputih.com - Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw mengingatkan jajarannya di Timika beserta pasukan satgas khusus di wilayah tersebut agar mewaspadai pergerakan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Ada kelompok bersenjata di daerah pedalaman sana yang sudah mengarah ke sini. Jadi, jangan pernah lengah," kata Irjen Pol. Paulus saat dihubungi, Senin (14/10).

Baca Juga:

Wamena Mulai Kondusif, Jumlah Pengungsi Tercatat Menurun

Kapolda bersama Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab pekan lalu mengunjungi Distrik Tembagapura yang menjadi lokasi pertambangan PT Freeport Indonesia.

Kunjungannya ke Distrik Tembagapura itu guna mengecek kekuatan personel Polri dan TNI yang mengamankan area sekitar pertambangan PT Freeport mulai dari Pos Waa-Banti, Kimbeli, Mile 66 (dijaga oleh Satgas Nemangkawi/Brimob), Mile 64, dan Mile 50 (dijaga oleh Satgas TNI).

Khusus di area pertambangan Freeport, kini disiagakan lebih dari 800 personel Brimob yang tergabung dalam Satgas Amole. Selain itu, di-back-up oleh Satgas Nemangkawi, baik itu Satgas Aman Nusa maupun Satgas Semak Belukar TNI.

Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw. ANTARA/Evarianus Supar

Kendati menemukan banyak keterbatasan dan hambatan yang dihadapi personel di pos-pos tersebut, Kapolda mengapresiasi dedikasi dan motivasi para personel untuk mengamankan wilayah itu dari gangguan oleh KKB.

Kapolda menegaskan bahwa kehadiran personel Polri dan TNI di wilayah-wilayah yang rawan itu dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

"Anggota harus bisa membedakan mana orang biasa dan mana orang luar biasa," imbau Paulus.

Baca Juga:

Nyaris 4 Ribu Orang Pengungsi Kerusuhan Wamena Belum Kembali ke Rumah

Kapolda juga meminta para komandan pasukan satgas khusus maupun BKO dari berbagai polda agar selalu mengingatkan anggotanya dalam hal disiplin agar tetap memperhatikan body system serta tidak boleh bepergian sendiri-sendiri agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan anggota tersebut.

Pengamanan di wilayah Papua, kata Kapolada, makin ditingkatkan menyusul terjadinya serangkaian aksi kekerasan, seperti kasus pembakaran sejumlah gedung dan fasilitas pemerintah serta pusat-pusat ekonomi di Jayapura, Senin (29/8), kemudian kerusuhan massa di Wamena, Senin (23/9), serta penembakan tukang ojek dan penjaga kios di Ilaga di akhir September. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH