Kivlan Zen Sebut PKI Bangkit, Pengamat: Nggak Mungkin, Komunis Gak Cocok di Indonesia Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen. (Foto: Ist)

MerahPutih.Com - Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen mengatakan, Partai Komunis Indonesia (PKI) akan kembali bangkit di tahun 2019. Pasalnya, menurut Kivlan jumlah pengikut PKI sudah mencapai 15 juta dan jika digabung dengan anak cucunya plus simpatisannya bisa mencapai 60 juta.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, mustahil bila PKI kembali bangkit. Pasalnya, menurut dia, ideologi komunis tidak cocok diterapkan di Indonesia.

Terlebih, Ketetapan (TAP) MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) masih berlaku. Oleh sebab itu, segala hal yang berbau paham komunis merupakan hal terlarang.

"PKI dalam konteks Indonesia sudah tidak bisa lagi. Tidak mungkin orang mau sama rata sama rasa. Misalkan dosen dengan buruh penghasilannya sama, nggak mungkin. Ideologi yang dianut PKI sudah tidak cocok dengan kondisi Indonesia sekarang,"kata Ujang kepada merahputih.com, Minggu (4/3).

Dia lantas mencontohkan, negara Tiongkok yang notabenya menganut komunisme tidak menerapkan ideologi tersebut secara konsisten. Mengingat, saat ini mazhab ekonomi negara Tiongkok sudah liberal.

"Makanya di China pun yang sesungguhnya komunis, konsep ekonominya liberal dengan perdagangan bebas. Artinya negaranya otoriter tapi konsep ekonominya pasar bebas," jelas Ujang.

Karena itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini meragukan pernyataan Kivlan Zen. Menurut dia, pernyataan mantan Kepala Staf Kostrad itu tidak berdasar dan cenderung utopis.

"Komentar tersebut harus didasarkan dengan fakta dan data yang ada," pungkas Ujang.

Sebelumnya, Kivlan Zen memprediksi, PKI akan melakukan berbagai cara untuk merebut kekuasaan di 2019 nanti. Keyakinan itu karena saat ini saja sudah muncul simbol-simbol PKI.(Pon)

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH