Kisah Inspiratif Pemilik Smartfolks Coffee, Pebisnis Muda Berusia 23 Tahun asal Medan Fariz Surbakti (Foto: Istimewa)

SUKSES di usia muda agaknya memang sulit. Pikiranmu belum bisa fokus ke satu tujuan. Kamu masih ingin main, dan mencoba berbagai hal. Sekalinya punya niat bisnis, modal belum cukup. Sebaliknya, ketika ada modal, niat belum ada. Alasannya satu, takut gagal. Namun, anak milenial yang satu ini patut kamu tiru.

Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, Fariz Surbakti membuktikan usia bukan menjadi halangan untuk menjadi pebisnis sukses. Pria asal Medan ini merupakan CEO dan owner Smartfolks Coffee, kedai kopi yang memiliki enam gerai tersebar di Medan dan Jakarta. Dua gerai di Medan, yang merupakan kampung halamannya, dan empat gerai lainnya di Jakarta.

Baca juga:

Begini Persiapan Ketat Mikael Jasin untuk Berkompetisi di ICE 2020

"Smartfolks Coffee telah berdiri selama empat bulan dan memiliki enam franchises di Indonesia," tutur Fariz kepada merahputih.com. Fariz membuka gerai pertamanya di Universitas Trisakti, Jakarta 5 September 2019 lalu. Sejauh ini, kedai kopi tersebut dapat menjual ratusan cangkir kopi tiap harinya.

Selalu ramai pembeli (Foto: Istimewa)

Fariz mengaku, bisa mendirikan enam gerai hanya dalam waktu enam bulan. Tentu kamu mengira perjalanan bisnisnya berjalan mulus. Kenyataannya tidak begitu. Dia bercerita, bisnis kedai kopi ini merupakan bisnis ke-23 yang ia coba sejak berusia 14 tahun. Sementara 22 bisnis lainnya? Hampir semuanya gagal. "From 23 businesses that I tried, only three businesses that actually works," aku Fariz.

Baca juga:

Jangan cuma Suka Kopi, Yuk Belajar Jadi Barista di ABCD School of Coffee

Kegagalan sudah menjadi makanan sehari-hari Fariz. Tapi ia menolak untuk menyerah. Salah satu kunci keberhasilannya ialah tetap bangkit walau bertubi-tubi menemukan kegagalan. "To create a successful business. It's not about how much time and dedication you put in the business. But on how you handling day to day problems and failures along the way," paparnya.

Ingin membuka gerai di Singapura (Foto: Istimewa)

Fariz juga menyarankan, agar para milenial mulai mengambil kesempatan berbisnis sejak dini. Jangan pernah takut gagal. Justru kegagalan merupakan pelajaran berharga yang tidak bisa didapatkan secara cuma-cuma.

Memiliki enam gerai tidak membuat Fariz berhenti membangun kerajaan bisnisnya. Ia berencana untuk mengekspansi kedai kopinya di beberapa kota Indonesia lainnya. Bahkan, ia juga berencana membuat gerai di Singapura. "Be friend with your failures. Learn from them, try again and never gives up," tukasnya seraya menasehati calon pebisnis muda. (shn)

Baca juga:

Ternyata Air Juga Mempengaruhi Rasa Kopi



Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH