Kisah Warga Ikut Tes Massal COVID-19 RSUD Pasar Minggu, Ini SOP dan Biayanya! Kasir dan tempat pendaftaran tes COVID-19 di RSUD Pasar Minggu Jakarta (MP/Ponco)

MerahPutih.com - RSUD Pasar Minggu mulai menggelar tes massal untuk mendeteksi awal seseorang terinfeksi COVID-19 atau tidak. Bagaimana proses urutan tes dan biaya yang harus dikeluarkan warga saat menjalaninya?

MerahPutih.com berhasil menemukan jawabannya berdasarkan pengalaman langsung warga. Pantauan suasana RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (24/3) pagi, tampak ramai lantaran menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien virus corona COVID-19.

Terdapat 5 tenda yang disiapkan Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melayani masyarakat yang akan melakukan tes COVID-19. Tenda-tenda itu semuanya terletak di halaman parkir depan IGD.

Baca Juga:

RSUD Pasar Minggu Gelar Tes COVID-19, Warga Masih Antre Sejak Pagi

Kelima tenda memiliki fungsi berbeda. Tenda pertama ruang tunggu pasien; tenda kedua ruangan khusus petugas; tenda ketiga merupakan tempat pendaftaran, kasir dan konsultasi; tenda keempat klinik paru serta laboratorium farmasi dan tenda kelima untuk tes swab.

Di sebelah tenda 5 yang merupakan tempat tes swab tampak satu unit bus yang berfungsi sebagai radiologi mobile. Ratusan warga terlihat antre di depan tenda 2. Mereka menunggu giliran untuk dites di bawah terpal yang berada di tenda 1.

tes covid rsud pasar minggu
Suasana pelaksanaan tes COVID-19 di RSUD Pasar Minggu Jakarta. (MP/Ponco)

Seorang petugas medis RSUD Pasar Minggu mengatakan masyarakat sudah mulai berdatangan sejak pukul 08.00 WIB. Pendafaran sendiri dimulai pukul 07.00 dan ditutup pada pukul 12.00 WIB.

Reporter MerahPutih.com, mewawancarai Tya, warga yang menjalani tes COVID-19. Dia menjelaskan prosedur melakukan tes. Pertama, mendaftar di posko COVID-19 yang berada di tenda 2 dengan syarat menyerahkan KTP.

Usai mendaftar, Tya menunggu di tenda 1 bersama puluhan pasien lainnya. Selang 1 jam kemudian baru dipanggil untuk masuk ke tenda 2 guna melakukan konsultasi dengan dokter.

Baca Juga:

MPR Ungkap Jokowi Sebetulnya Punya Dana Tes Corona Massal Gratis Rp128 T

Saat konsultasi, dia mengaku ditanya mengenai gejala yang dialami seperti deman, batuk, flu dan sesak nafas. Kemudian untuk pasien wanita ditanyakan soal kondisi kehamilan.

"Dokter nanya juga soal saya hamil atau tidak," ungkap dia.

Menurut dia, dokter juga menanyakan apakah pernah bepergian ke luar negeri atau ke luar kota dalam dua minggu terakhir. Dokter juga bertanya pernah kontak fisik dengan orang yang positif terinfeksi virus corona.

"Saya hanya demam dan batuk. Tidak sesak nafas. Dokter menyimpulkan itu hanya gejala ringan," ungkap dia.

pasien tes covid
Salah satu peserta tes COVID-19 di RSUD Pasar Minggu Jakarta. (MP/Ponco)

Setelah konsultasi, kata dia, dokter menyerahkan 2 formulir pemeriksaan rontgen dada (thorax) dan cek darah. Dokter menyimpulkan gejala yang dialaminya ringan sehingga tidak disarankan untuk tes swab. Tes swab hanya bisa dilakukan pasien yang mengalami gejala berat.

Tya lantas mengisi kedua formulir tersebut. Wanita yang berdomisili di Ampera, Jakarta Selatan ini kemudian melakukan rontgen dada yang berada di tenda 4. Usai rontgen dada, dia langsung menuju tempat cek darah yang berada di dalam rumah sakit.

"Hasil test rontgen dada belum bisa diambil hari ini. Baru bisa diambil besok pagi. Untuk cek darah bisa diambil setelah 2 jam melakukan test," ungkapnya.

Kepada MerahPutih.com, Tya mengaku harus mengeluarkan biaya sebesar Rp255.000. Total biaya itu untuk membayar pendaftaran, rontgen dada, dan cek darah.

"Pendaftaran Rp55 ribu, Thorax Rp90 ribu, terus cek darah Rp110 ribu," tutup perempuan berusia 3o tahun itu. (Pon)

Baca Juga:

Tenaga Medis Perlu Diprioritaskan Tes Corona ketimbang Keluarga Anggota DPR

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH