Kisah Tragis Asmara Si Buta Dari Gua Hantu Barda menanti hari pernikahan bersama Marni. (Foto: Si Buta Gua Hantu, Bumilangit)

TERIAKAN seorang pemuda terbata-bata dengan napas tersengal memecah keheningan perguruan Elang Putih. "Celaka! Celaka! Banyak saudara kita telah terbunuh!" kata pemuda bermuka pucat saksi mata terbunuhnya saudara seperguruan secara keji. Ia pun menyambung cerita kepada Barda Mandrawata, pewaris tunggal Elang Putih, tentang kematian Gandra Lelayang berikut Marni Dewianti di tangan orang serupa.

Baca juga:

Mengajak Barda 'Si Buta' Mandrawata Bicara Empat Mata

"Si buta itu, menamakan dirinya Si Mata Malaikat. Gerakannya bagaikan hantu. Sekali gegebrak beberapa nyawa telah melayang," lapornya tentang gelagat pembunuh keji tersebut.

Barda mematung. Mukanya berubah merah padam. Napasnya mendadak cepat. Tangannya meremas keras gelas hingga pecah. "Dendam pati ini harus ku balas!". Barda tak menyangka pertemuan siang tadi di pematang sawah menjadi kali terakhir bisa menyapa gadis pujaan hatinya.

si buta
Mata Malaikat menghabisi ayah Marni di pematang sawah. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Ganes TH)

Siang tadi Marni mengenakan kerudung, berkebaya, menyangga di kepala dan menjinjing bekal makan siang untuk ayahnya.

"Marni! Ayahmu sudah lama menanti sarapan siangnya. Kau agak terlambat hari ini bukan Marni," celetuk Barda menggoda.

"Aku agak sibuk hari ini Kak Barda".

"Kau selalu sibuk saja Marni Dewianti," kata Barda mendekat. "Semoga saja kau tidak melupakan hari pernikahan kita sudah di ambang pintu dirayakan setelah ayahku pulang nanti.

"Mungkinkah aku dapat melupakan hari bahagia itu, Kak Barda Mandrawata". Marni lepas landas menyisakan senyumnya kepada Barda nan sedari tadi digoda teman seperguruannya agar segera pulang lantaran matahari sudah tinggi.

Setelah pujaan hatinya mangkat, Barda hanya punya satu tujuan: mencabut golok membalas dendam. Namun, keinginan tersebut lekas ditahan Hambali, murid tertua Elang Putih, lantaran bila sesuatu terjadi pada Barda sementara Paksi Sakti Indrawatara, ayahnya, sedang tidak ada maka akan berbahaya bagi perguruan.

si buta
Barda digoda teman seperguruannya. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Ganes TH)

"Maka biarlah aku saja dan saudara-saudara lainnya pergi membuat perhitungan dengan si jahanam itu!". Ternyata Hambali kembali tinggal nama. Semua jadi jasad.

Barda dan seluruh murid Elang Putih bersiap menuntut balas, namun dicegah ayahnya nan baru tiba. Ayahnya sendiri akan pergi menemui Mata Malaikat.

Lagi-lagi, Barda menyaksikan kepedihan mendalaam saat menemukan ayahnya terkapar meregang nyawa di tangan Mata Malaikat. Ia bersumpah mendendam kesumat.

Baca juga:

Siapa Si Buta Dari Gua Hantu?

Sesuai nasihat terakhir ayahnya, Barda rela menyendiri di air terjun 'Gua Hantu melatih diri memecahkan jurus sakti Golok Mata Malaikat. Selang tiga tahun berhasil mengamalkan jurus membedakan suara, Barda keluar tempat menyepi dengan tampilan tak lagi sama. Ia berpakaian compang-camping, tak pernah mandi, dan matanya telah buta.

Barda Mandrawata atau Si Buta Dari Gua Hantu akhirnya berhasil membalas kematian ayahnya, calon istrinya, juga saudara seperguruannya. Meski setelahnya dihajar gada Maung Lugai alias Sapujagat masuk jurang.

si buta
Barda saat menghadpi Maung Lugai atau Sapujagat. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Ganes TH)

Namun, setelah berhasil keluar jurang, di tengah hutan, Barda mendengar langkah kaki membuntut di belakangnya. "Eh siapa Anda?" tanya Si Buta. "Suaramu... Ya, suaramu. Mengingatkanku kepada seseorang".

Belum sempat teka-teki terjawab, orang tersebut langsung berlari tinggal landas. Pertemuan kali kedua baru terjawab sosok tersebut merupakan orang terkasih di masa lalunya.

"Bukan, bukan!," ucap Barda keheranan berusaha mengelak. "Marni sudah lama mati!".

Baca juga:

Jurus Ampuh Si Buta Dari Gua Hantu

Ternyata Marni masih bernyawa. Marni bercerita ada seorang pendekar nan mahir membuat ramuan menyelamatkan nyawanya, setelahnya mengajarkan jurus silat, bahkan akhirnya menikah dengannya setelah orang tersebut berhasil menyanggupi satu syarat membawa pulang kepala Mata Malaikat.

Saat sedang asyik bercerita, tiba-tiba benda keras menghantam tepat di belakang mereka. Barda dan Marni melesat pergi. Barda lantas memeriksa muasal berkali-kali hantaman tersebut.

"Ternyata kau masih hidup kunyuk buta! Aku kira sudah jadi kerangka kering di dasar jurang sana," ucap Sapujagat menghina. "Marni, ke sini kau".

si buta
Barda akhirnya kembali bertemu Marni. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Ganes TH)

Barda senang akhirnya bisa bertemu lawan nan selam ini dicari. Namun, ia merasa aneh mengapa Sapujagat mengenal Marni.

"Hmm, dia kah suamimu, Marni?".

"Iya," jawabnya terisak sembari tangan menyapu air mata.

Barda seketika melesat pergi, menyendiri di tepi bukit, merenung bersama teman paling setia, Wanara (Kliwon). Ia berada dalam dilema lantaran Marni masih hidup sementara lawan telah lama dicarinya ternyata suami dari orang terkasihnya. "Aku hanya dapat berdoa. Semoga kau bahagia".

Meski begitu, lawannya terus mencari. Barda dicegat Sapujagat di perjalanan meninggalkan desa. Perkelahian tak terhidarkan. Sapujagat terdesak tetapi tetap dibiarkan bernyawa.

"Aku dapat mendengar sebuah degup jantung masih lemah di dalam kandungan Marni," kata Barda membebar alasannya membiarkan Sapujagat tetap hidup. "Engkau akan menjadi ayah, Sapujagat. Sadarlah dan kembalilah ke jalan benar".

si buta
Barda mendapati Marni ternyata masih hidup. (Foto: Si Buta Gua Hantu, Bumilangit)

Di seberangnya, Sapujagat dan Marni hanya bisa termenung menyaksikan kepergian Barda. "Ia telah menyadarkan aku dari kebutaan jiwaku sendiri," tukas Sapujagat.

Hubungan asmara Barda, Marni, dan Sapujagat sangat unik di dalam cerita Si Buta Dari Gua Hantu gubahan Ganes TH, 1967. Namun, pembaca setia cerita gambar (cergam) tersebut acap bertanya-tanya terkait hubungan ketiganya di masa lalu.

Bumilangit Comic lantas membuat tiga rangkaian komik berwarna sebagai jawaban atas teka-teki cerita Si Buta. Terutama, pada Volume 2, Si Buta Dari Gua Hantu, Sapujagat, segala kaitan Barda, Marni, dan Sapujagat sangat terang asal-usulnya.

"Dari masa kecilnya mereka sudah bersahabat cuma Lugai ini kalau di drakor itu jadi second lead gitu. Ia (Lugai) perhatian banget, sementara Bardanya justru jahil, kadang-kadang lebih abai," kata Goklas Teguh Sujiwo selaku Senior Editor di Bumilangit Comic kepada Merahputih.com.

si buta
Barda dan Marni sedang melepas rindu di pematang sawah. (Foto: Si Buta Gua Hantu, Bumilangit)

Sebenarnya kisah cinta di dalam cerita Volume 2 bukan hanya antara Barda dan Marni, melainkan segitiga dengan Lugai.

Saat Barda berfokus pada kebenciannya membalas dendam, Lugai menikung tajam. Ia menyelamatkan Marni dari kematian dengan membuat ramu-ramuan untuk menghidupkannya kembali. Saat desa Marni diserang, Lugai jadi ksatria berkuda putih. "Kita jadi mengerti mengapa Marni akhirnya pindah hati sebelum dia tahu ternyata Barda masih ada," terang lelaki biasa disapa Oyasujiwo.

Meski tak berakhir bersama, mengetahui Marni masih hidup dan berbahagia dengan lelaki pilihannya sudah cukup mengobati hati Si Buta. Lagipula, menurut Andy Wijaya, Commercial General Manager, Bumilangit Entertainment, nan mengoleksi komik Indonesia klasik, keputusan Ganesh TH sepertinya berhubungan dengan plot cerita. PengembaraanSi Buta, lanjut Andy, dari Barat ke Timur memberantas kebatilan sepertinya akan menjadi lebih sulit ketika memiliki perempuan untuk dijaga.

"Barda sebenarnya pengelana patah hati," kata Syamsudin, kolektor Si Buta nan sedang menyusun buku biografi penggubah Si Buta Dari Gua Hantu, Ganes TH, mengomentari kisah cinta Barda Mandrawata.

si buta
Barda setelah menjadi Si Buta kemudian bertemu Marni. (Foto: Si Buta Gua Hantu, Bumilangit)

Barda, lanjut Syamsudin, pernah digoda bidadari Gunung Waukara sampai berani telanjang bulat di hadapannya (Sorga Yang Hilang, 1974), begitu pula goda Naomi (Manusia Kelelawar Dari Karang Hantu, 1988), dan seorang peneliti asal Jerman bernama Catherine rela mandi di depannya namun Si Buta beku napsu dan hati, juga tak bersedia mandi sejak berlatih di air terjun. "Cuma ada Marni di hatinya".

Sejak berkelana mengelilingi Jawa dan menyeberang daerah Kalimantan, Barda baru tampak bersedia melepas ikat kepala dan pakaian dari sisik ular, berendam dalam bak berisi air bunga, sebagai syarat akan ikut upacara suci (Badai Teluk Bone, 1972).

Di dalam hati pengelana buta tersebut hanya ada Marni. Ia bahkan rela pulang ke desa padahal sedang berkenala lantaran Marni menjemput sebab Mata Malaikat bangkit dari kubur. Namun, kepulangannya tak juga mengubah status antara Marni dan Sapujagat, dengan Si Buta. Barda tetap pengelana.

"Kalau ngomong filosofinya. Manusia makhluk memuja rasa sakit. Itulah kenapa kisah-kisah sad ending awet daripada happy ending. Lebih legend. Itulah alasan kenapa patah hati bisa terasa indah," ujar komikus asal penulis Volume 3 Rajamandala, satu di antara tiga seri komik kreasi Bumilangit Comic.

Pada cerita klasik Si Buta, sambungnya, Ganes TH kemungkinan memang sedang menyiapkan kisah patah hati nan indah. (Sam)

Baca juga:

Rahasia Senjata Si Buta Dari Gua Hantu

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Indonesia Mulai Uji Coba Pertama Kali Bensin Sawit
Tradisi
Indonesia Mulai Uji Coba Pertama Kali Bensin Sawit

Bensin dengan minyak sawit industri atau bensa (bensin sawit) skala demo plant untuk kendaraan bermotor, bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tragedi Gas Beracun Dieng, Inspirasi Lagu Wajib Bencana Warga +62
Travel
Wisatawan ke Malioboro Dibatasi Waktunya Maksimal 2 Jam
Travel
Wisatawan ke Malioboro Dibatasi Waktunya Maksimal 2 Jam

Wisatawan diberi waktu maksimal dua jam untuk jalan-jalan dan berbelanja di kawasan legendaris ini.

Marosok, Jual Beli Hewan Ternak dengan Jabat Tangan
Tradisi
Marosok, Jual Beli Hewan Ternak dengan Jabat Tangan

Tradisi ini masih dipertahankan hingga sekarang karena diyakini mampu mengurangi persaingan harga antarpenjual.

Kawasan Malioboro akan Dibuat ala Tempo Dulu
Travel
Kawasan Malioboro akan Dibuat ala Tempo Dulu

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Pemerintah Kota Yogyakarta bakal menyulap kawasan legendaris ini seperti tempo dulu.

Nuansa Jawa Klasik di Resepsi Pernikahan Ketua MK dan Adik Jokowi
Tradisi
Nuansa Jawa Klasik di Resepsi Pernikahan Ketua MK dan Adik Jokowi

Konsep pernikahan Jawa klasik sengaja dipilih untuk pernikahan ini.

Gus Dur Hadiri Imlek Kedua Pasca-Orba Muluskan Status Hari Libur Nasional
Tradisi
Gus Dur Hadiri Imlek Kedua Pasca-Orba Muluskan Status Hari Libur Nasional

Perayaan renungan suci Tahun Baru Imlek Nasional 2001 diikuti sekitar 4.000 undangan dari berbagai kota di Pulau Jawa.

Lahir Seabad Lalu, I Gusti Ngurah Rai 'Pulang' ke Carangsari Tahun 2018
Tradisi
Lahir Seabad Lalu, I Gusti Ngurah Rai 'Pulang' ke Carangsari Tahun 2018

I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya gugur dalam Puputan Margarana.

Pangeran Diponegoro Ledakan Perang Jawa yang Hampir Bikin Bangkrut Belanda
Tradisi
Pangeran Diponegoro Ledakan Perang Jawa yang Hampir Bikin Bangkrut Belanda

Dengan taktik gerilya, Pangeran Diponegoro memusingkan Belanda.

Petik Laut Wujud Rasa Syukur Hasil Laut Melimpah
Tradisi
Petik Laut Wujud Rasa Syukur Hasil Laut Melimpah

tradisi penghormatan terhadap sumber daya laut.