Kisah Satu Keluarga Tinggal di Becak, Tak Mampu Bayar Indekos dan Kena PHK Dul Rohmat (30) bersama keluarganya hidup menggelandang di dalam becak setelah terkena PHK akibat virus corona, Kamis (7/5). (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Wajah dan rambut Dul Rohmat (30) terlihat sangat kotor. Tatapan wajahnya kosong. Di samping Rohmat terdapat istrinya, Fatimah (33) dan anaknya pertamanya Dafa (13) yang sedang terlelap tidur di dalam becak.

Ketiganya tercatat sebagai warga Desa Asemrudung, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Satu keluarga ini hidup dengan cara menggelandang dan selalu berpindah tempat. Makan keseharian, keluarga ini menanti belas kasihan dari warga yang kebetulan lewat di pinggir jalan.

Baca Juga:

Ini Kelompok yang Bakal Untung Besar Ketika Proyek Kartu Prakerja Berjalan

Tempat mereka menggelandang adalah sepanjang Jalan Adi Sucipto Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Sesekali keluarga ini menghentikan laju becaknya di depan kantor DPRD Solo untuk sekedar mampir salat.

Satu keluarga di Solo tinggal di Becak dan tidak punya tempat tinggal
Potret keluarga Dul Rohmat yang sehari-hari tinggal di becak akibat terkena PHK Corona (MP/Ismail)

Bahkan, jika turun hujan harus mencari tempat berteduh agar buah hatinya yang masih kecil di dalam becak tidak kehujanan. Untuk tidur, di dalam becak hanya bisa memuat dua orang, yakni untuk ibu dan bayinya. Sedangkan Rohmat dan adik kandungnya, Listiyowati (22) tidur di luar hanya beralaskan kardus bekas.

"Kami sekeluarga merantau di Solo karena di kampung hanya bekerja sebagai buruh di sawah saat panen padi. Usai panen tidak ada kerjaan lagi, akhirnya ke Solo berharap bisa merubah nasib," kata Fatimah kepada merahputih.com di Solo, Kamis (7/5).

Fatimah mengatakan suaminya juga mengajak adiknya berna Listiyowati (22) hidup menggelandang di dalam becak. Ia mengaku di Solo awalnya tinggal di indekos di kawasan Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Solo. Adapun biaya sewa setiap bulannya sebesar Rp 600.000.

"Biaya sewa indekos sangat mahal. Kemudian dapat indekos lebih murah Rp400.000 per bulan. Namun, baru beberapa bulan ditempati, suami (Rohmat) terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) sebagai buruh bangunan di sebuah proyek akibat wabah corona," kata dia.

Mengingat tidak punya penghasilan lagi, kata dia, sudah tidak tinggal di indekos. Ia pun bersama suami terpaksa menyewa becak Rp 5.000 per hari untuk tidur di jalan. Untuk mencukupi kebutuhan hidup setiap hari, mereka hanya mengandalkan bantuan. Sejak di PHK, sang suami sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan.

"Kalau saya dapat sembako bantuan dari warga dijual untuk mencukupi biaya hidup diantaranya membeli makan, popok, dan lainnya. Kalau dapat beras dan minyak goreng tidak bisa memasak karena ada alat masak karena tinggal di becak," terangnya.

Baca Juga:

196 Masjid Masih Adakan Salat Tarawih, Kemenag Solo: Sebaiknya Beribadah di Rumah Saja

Ia berharap bisa pulang kampung. Namun, karena ada larangan mudik di tengah pandemi COVID-19 dari pemerintah akhirnya mengurungkan niat mudik.

"Kami berharap wabah corona bisa segera berakhir supaya bisa hidup nornal seperti sebelumnya, dimana suami bekerja dan tinggal di indekos," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Sebelum Meninggal Didi Kempot Berpesan Hasil Donasi Konser Amal Dibagi Secara Adil

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Larangan Penggunaan Masker Scuba Rupanya Bagian Politik Perusahaan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Larangan Penggunaan Masker Scuba Rupanya Bagian Politik Perusahaan

pemakaian masker scuba kurang efektif melindungi area hidung dan mulut penggunanya dari kontak dengan percikan, tetesan, maupun partikel yang mungkin terpapar penyakit yang disebabkan oleh vierus SARS-CoV-2 ini.

 Kerumunan Tanah Abang Buyarkan Kerja Keras Kendalikan COVID-19
Indonesia
Kerumunan Tanah Abang Buyarkan Kerja Keras Kendalikan COVID-19

Sebanyak 2.500 personel gabungan dikerahkan untuk mengawasi protokol kesehatan dan mengantisipasi lonjakan pengunjung di Pasar Tanah Abang,

Mayoritas Pendaftar Rumah DP Nol Janji Anies  Tak Lolos Verifikasi
Indonesia
Mayoritas Pendaftar Rumah DP Nol Janji Anies Tak Lolos Verifikasi

Perumnas di Bandar Kemayoran, Jakarta Pusat dan Sentraland Cengkareng, Jakarta Barat dari 94 unit tersedia sudah terjual 41 unit atau sekitar 43,6 persen.

632 Warga DKI Meninggal karena Corona
Indonesia
632 Warga DKI Meninggal karena Corona

Jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 10.853 kasus.

Wagub DKI Sambut Baik Usulan Ridwan Kamil Bentuk Satgas COVID-19 Jabodetabek
Indonesia
Wagub DKI Sambut Baik Usulan Ridwan Kamil Bentuk Satgas COVID-19 Jabodetabek

"Saya kira usulan yang baik (pembentukan Satgas COVID-19 Jabodetabek)," ujar Riza

Ditutup Setelah Jadi Klaster Penyebaran COVID-19, Indogrosir Sleman Dibuka Kembali
Indonesia
Ditutup Setelah Jadi Klaster Penyebaran COVID-19, Indogrosir Sleman Dibuka Kembali

Pemkab mengizinkan Indogrosir beroperasi kembali sejak 10 Juni 2020.

DPRD Minta Insentif Nakes Jadi Tanggung Jawab Pemprov DKI
Indonesia
DPRD Minta Insentif Nakes Jadi Tanggung Jawab Pemprov DKI

"Kita pastikan jangan sampai terjadi over budget karena di tingkat pusat ada di tingkat APBD ada. Ini yang kita harus kita pastikan dan sinergikan," jelasnya.

Polisi Diminta Selidiki Kebakaran Gedung Kejagung, Ada Kesengajaan Atau Benar-Benar Terbakar
Indonesia
Polisi Diminta Selidiki Kebakaran Gedung Kejagung, Ada Kesengajaan Atau Benar-Benar Terbakar

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyebutkan ruang kerjanya ikut terbakar

Di Tengah Guyuran Hujan, Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Kalsel
Indonesia
Di Tengah Guyuran Hujan, Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Kalsel

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi terdampak banjir di Kelurahan Pakauman, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (18/1)

Polisi Langsung Bui Penodong dan Penabrak Warga di Duren Sawit Jakarta
Indonesia
Polisi Langsung Bui Penodong dan Penabrak Warga di Duren Sawit Jakarta

sebuah video viral dilini masa menampilkan aksi koboi jalanan mengendarai mobil Fortuner. Koboi itu awalnya menyenggol pemotor dan malah menodongkan senjata.