Kisah Wakapolres Lulusan Terbaik Akpol yang Bunuh Adik Ipar dengan Sadis

PANDANGAN Kompol Fahrizal dari balik penutup muka itu tampak kosong. Pria yang menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah (NTB) memang sedang dipamerkan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Paulus Waterpauw kepada awak media. Ya, orang yang seharusnya bertugas melindungi masyarakat itu telah berbuat sadis. Dia diduga kuat telah menghabisi Jumingan, yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.

Tak tanggung-tanggung, Fahrizal memberondong tubuh Jumingan dengan enam kali tembakan. Sadis!

Pembunuhan tersebut terjadi di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga No 14, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, Sumatera Utara, Rabu malam (3/4). "Kita prihatin karena hal ini mencederai institusi polisi," ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw kemarin (5/4), seperti dilansir JawaPos.com.

Fahrizal
Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal. (Instagram AKBP Kholilur Rochman)

Kapolda mengatakan, Jumingan tengah diotopsi di RS Bhayangkara Medan. Di tubuh pria 33 tahun itu ditemukan enam bekas luka tembakan. Paulus melanjutkan, dalam kejadian tersebut pihaknya mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya 1 senpi Polri revolver yang dibawa dari satuan asal, 6 butir selongsong, 1 pecahan proyektil. Selain itu polisi juga menyita KTA (kartu tanda anggota) milik Fahrizal.

Pembunuhan tersebut sejatinya masih menjadi teka-teki. Menurut informasi yang dihimpun, pembunuhan terjadi secara mendadak di tengah kehangatan suasana keluarga yang sedang berkumpul.

Ya, saat itu Fahrizal memang sedang pulang kampung dari tempat dinasnya di NTB ke Medan bersama anak dan istrinya. Di Medan, Fahrizal menemui Elly, sang ibu. Bahkan, perwira polisi berusia 41 tahun itu tampak memijit kaki sang ibu. Tapi, tiba-tiba kegaduhan terjadi, hingga akhirnya Fahrizal menghabisi Jumingan dengan enam tembakan.

Usai menghabisi adik ipar, Fahrizal menyerahkan diri. Kini menjalani pemeriksaan di Polda Sumut. Paulus memang mengakui ada keanehan dalam diri Fahrizal setelah penembakan terjadi. Apalagi saat diinterogasi, Fahrizal terlihat santai. Tidak ada kata penyesalan keluar dari mulutnya. "Tetapi, setelah bertemu dengan anak dan istrinya, barulah dia mulai menitikkan air mata," kata Paulus.

Polisi Berprestasi

Apa yang diperbuat Fahrizal itu memang mengejutkan banyak pihak. Terutama bagi keluarga besar Polri. Pasalnya, Fahrizal tercatat sebagai polisi yang berprestasi.

Sejumlah prestasi pernah diarih. Jabatan strategis juga pernah diembannya. Di antaranya adalah Kasat Reskrim Polres Asahan; Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu; Kasat Reskrim Polresta Medan; lalu Wakasat Reskrim Polrestabes Medan. Kini dia menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah, NTB. "Dia merupakan salah satu lulusan terbaik Akpol tahun 2003," Paulus Waterpauw. (*)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH