Kisah Remaja Asal Solo, Berjuang Melawan Kanker Otak Ganas Selama 2 Tahun Tri Utami Nurul Azizah (21) warga Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah divonis penyakit kanker, Minggu (30/5). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Tubuh bagian kiri Tri Utami Nurul Azizah (21) tidak bisa digerakkan sama sekali. Ia hanya bisa terbaring di ranjang sambil menunggu perawatan dari keluarganya di rumah.

Warga Kampung Sidomulyo RT 02/RW 05, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah sedang berjuang melawan Kanker Otak Stadium II dalam dua tahun terakhir.

Meski tubuhnya lemas dan hanya bisa terbujur kaku di ranjang sederhananya, gadis yang satu ini masih memiliki semangat besar untuk bisa sembuh. Rasa sakit pun, ia harus menahan saat ditandu oleh keluarga dan relawan yang siap mendampingi untuk bolak-balik berobat dan terapi di rumah sakit.

Baca Juga:

Gubernur Papua Lukas Enembe Dirawat di Rumah Sakit Singapura

"Dia (Nurul) divonis kanker otak ganas sejak November 2020," ujar kakak Nurul, Wahid Syaifudin (25), Minggu (30/5)

Menurutnya, adik tercintanya itu memiliki semangat yang besar untuk bisa sembuh. Ini terlihat dari ketabahannya kali pertama diberitahu oleh keluarga jika telah divonis kanker stadium II.

"Awalnya itu adik saya sering sakit seperti maag dan pusing. Karena tak kunjung sembuh keluarga melakukan berbagai pemeriksaan di sejumlah rumah sakit sampai akhirnya dinyatakan kanker otak," katanya.

Dikatakannya, pada awal Desember 2020 Nurul dijadwalkan untuk operasi pengangkatan tumor sebelum memulai berbagai terapi untuk penyembuhan kankernya tersebut. Pasca operasi terjadi pembengkakan di kepala yang membuat pihak medis harus menyembuhkan infeksi tersebut terlebih dahulu.

"Ada pembengkakan di bagian kepala. Ini harus disembuhkan dulu baru bisa ke terapi lainnya. Sampai saat ini sudah belasan treatment yang dijalani adik saya untuk menempuh kesembuhan. Tapi sampai sekarang masih belum terlihat hasilnya," jelas dia.

Meski kondisinya sempat naik turun, Nurul masih saja menunjukkan semangatnya untuk bisa sembuh. Di Tengah keterbatasannya Nurul masih rutin melakukan salat lima waktu.

"Tubuh bagian kiri tidak bisa bergerak, tangan dan kakinya lemas tidak bisa digerakkan. Hanya bisa berbaring di ranjang. Buang air pun harus dibantu oleh keluarga," papar dia.

Ia mengaku sering menangis kala melihat semangat adiknya yang diwujudkan dalam bentuk salat dari atas ranjang tempat Nurul berbaring dalam kondisi sakit. Bahkan, adiknya berbisik tentang keinginan untuk bisa sembuh.

"Kami mohon dukungan doa dan semangat dari orang-orang yang peduli agar ikut mendoakan adik saya agar bisa kembali sehat seperti semula," kata dia.

Tri Utami Nurul Azizah (21) warga Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah divonis penyakit kanker, Minggu (30/5). (MP/Ismail)
Caption

Butuh Biaya Banyak

Diakuinya, untuk menyembuhkan penyakit itu butuh dana besar. Meski sebagian besar pengobatan sudah tercover BPJS Kesehatan, beberapa hal kecil masih harus menjadi tanggungan keluarga demi mengupayakan kesembuhan.

"Penanganan fisioterapi yang mestinya dilakukan empat kali dalam sepekan, kami lakukan sekali dalam sepekan karena sulitnya kondisi ekonomi keluarga," kata Wahid.

Ia juga harus keluar uang pribadi ratusan rupiah untuk bayar sewa mobil pulang pergi berobat ke rumah sakit. Keluarga bersyukur terkadang ada mobil ambulan menggratiskan biaya.

"Kami bersyukur, paling tidak ini sudah sangat membantu kami. Kalau biaya lainnya yang juga menjadi pengeluaran rutin adalah obat pencahar dan pampers,” katanya.

Ia menambahkan pihaknya bekerja merantau di Bogor. Gaji yang diterima setiap bulan Rp3 juta.

"Orang tua kerja serabutan. Gaji saya semua berikan pada keluarga. Saya hanya pegang uang gaji Rp600.000," katanya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Gibran Inginkan Ada Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak di Solo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Sebar 300 Ribu Paket Obat COVID-19, Ini Isinya
Indonesia
Jokowi Sebar 300 Ribu Paket Obat COVID-19, Ini Isinya

Ada tiga jenis paket obat isolasi mandiri yang akan dibagikan untuk 7 hari.

Kudeta Myanmar, Keberadaan Aung San Suu Kyi Tidak Diketahui
Dunia
Kudeta Myanmar, Keberadaan Aung San Suu Kyi Tidak Diketahui

Militer tidak memberikan informasi tentang di mana mereka ditahan atau bagaimana kondisi mereka.

Jokowi Akui Masih Ada Pekerja Migran Yang Tidak Terlindungi
Indonesia
Jokowi Akui Masih Ada Pekerja Migran Yang Tidak Terlindungi

Tugas semua pihak adalah membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya.

270 Juta Rakyat Indonesia Nantikan Hukuman Berat untuk Mensos Juliari
Indonesia
270 Juta Rakyat Indonesia Nantikan Hukuman Berat untuk Mensos Juliari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat gebrakan dengan memproses hukum Menteri Sosial Juliari Batubara.

Puluhan Nakes Terpapar COVID-19, Gunung Kidul Buka Lowongan Relawan Kesehatan
Indonesia
Puluhan Nakes Terpapar COVID-19, Gunung Kidul Buka Lowongan Relawan Kesehatan

Di RSUD sendiri ada lebih dari 600 pegawai baik dokter, perawat, pelayanan umum dan lainnya. Dari jumlah tersebut ada 54 pegawai yang berkutat pada pelayanan dan penganan COVID-19 justru turut terpapar.

Pesan Ketua KPK Kepada Pemuda Pemudi 'Zaman Now'
Indonesia
Pesan Ketua KPK Kepada Pemuda Pemudi 'Zaman Now'

Ia memandang perlu peran aktif segenap tumpah darah Indonesia yang satu

Ancaman Lonjakan Kasus COVID-19 Pasca-Lebaran, Pemerintah Siapkan Micro Lockdown
Indonesia
Ancaman Lonjakan Kasus COVID-19 Pasca-Lebaran, Pemerintah Siapkan Micro Lockdown

Potensi kenaikan kasus COVID-19 pasca-Lebaran Idulfitri 1442 Hijriah harus diwaspadai.

Gelontorkan Bansos, Angka Kemiskinan Diharapkan Kembali di Bawah 10 Persen
Indonesia
Gelontorkan Bansos, Angka Kemiskinan Diharapkan Kembali di Bawah 10 Persen

Pada September 2021, BPS kembali melakukan penghitungan angka kemiskinan berdasarkan beberapa variabel yang menjadi pertanyaan dalam survei tersebut.

Ingin Berlebaran, Rizieq Shihab Ajukan Penangguhan Penahanan
Indonesia
Ingin Berlebaran, Rizieq Shihab Ajukan Penangguhan Penahanan

Tim kuasa hukum mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap terdakwa Rizieq Shihab bersama enam lainnya atas kasus kasus tes COVID-19 dan kerumunan di Petamburan serta Megamendung.

PBNU Sebut Pembatalan Haji Saat Pandemi Bagian dari Syariah
Indonesia
PBNU Sebut Pembatalan Haji Saat Pandemi Bagian dari Syariah

Kami semuanya yakin seyakin-yakinnya bahwa pemerintah telah melakukan upaya yang maksimal