Kisah Relawan Tidak Boleh Nengok Jarum Suntik Saat Divaksin Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Bagi relawan vaksin COVID-19, mendapat kesempatan suntik vaksin adalah pengalaman amat langka. Lewat penyuntikan vaksin ini sejarah pandemi ditentukan. Keberadaan vaksin pun menjadi sumber penasaran relawan, seperti diakui salah seorang relawan vaksin bernama Arif Budiawan.

Pria 53 tahun tersebut mengaku penasaran ingin melihat wujud vaksin Sinovac Biotech yang diujicobakan ke dalam tubuhnya. Namun berdasarkan prosedur penelitian, relawan tidak boleh melihat vaksin tersebut.

Baca Juga

Jumlah Kasus COVID-19 Tembus 180 Ribu, Lonjakan akibat Libur Panjang

Tadinya, Arif ingin menengok wujud vaksin ketika peneliti menyuntikkan vaksin ke lengan kirinya. Tetapi, niat ini urung demi menghormati prosedur.

"Cairan di suntikannya ga dilihatin, saya lihat yang nyuntik saja ga boleh. Saya tanya kenapa, katanya prosedurnya, SOP-nya begitu, masih uji coba," kata Arif, saat dihubungi MerahPutih,com baru-baru ini.

Selain itu, ia juga tidak bisa melihat wajah penelitinya yang mengenakan APD lengkap. "Saat disuntik saya disuruh nengok ke tempat lain. Kan saya pengin lihat ga boleh sama dia karena masih uji coba ga boleh, prosedurnya gitu," lanjut Arif.

Arif Budiawan saat disuntik vaksin. (Dok Pribadi)
Arif Budiawan saat disuntik vaksin. (Dok Pribadi)

Meski demikian, Arif berhasil mengabadikan dirinya saat diinjeksi vaksin. Ia meminta tolong kepada peneliti untuk memotret proses penyuntikan bersejarah tersebut. "Saya minta difotoin ke suster pake hp saya," terangnya.

Menurutnya, dalam uji coba tersebut masing-masing relawan ada yang mendapat vaksin dan ada pula yang mendapat plasebo. Masing-masing relawan tidak diberitahu apakah dia mendapat suntikan vaksin atau plasebo.

Ia juga bilang, peneliti yang menyuntikkan vaksin pun tidak tahu relawannya disuntik vaksin atau plasebo. Sebab yang mengetahui kandungan dalam suntikan tersebut hanya peneliti pusat, yakni Bio Farma.

Arif mendapat kesempatan disuntik pada Jumat (28/8) di salah satu lokasi uji klinik vaksin di Bandung, yakni Puskesmas Dago. Saat disuntik, pria yang bekerja sebagai kontraktor tersebut merasakan kaku atau pegal di bagian lengan. Tapi, gejala ini tidak berlangsung lama. Selanjutnya, ia merasa sehat walafiat.

Oleh peneliti, ia dibekali kartu berisi laporan harian dan termometer untuk memeriksa suhu tubuh secara mandiri. Hasil pengukuran suhu tubuh dituliskan di kartu laporan tersebut setiap harinya. Kartu ini juga berisi daftar gejala yang harus diisi relawan tiap harinya.

"Alhamdulillah saya sampai hari ini ga ada kerasa apa-apa," kata Arif.

Baca Juga

Tujuh Strategi Hentikan Terjadinya Klaster COVID-19 di Perkantoran

Uji klinis vaksin tersebut hasil kerja sama PT Bio Farma dengan perusahaan vaksin Sinovas Biotech, Tiongkok. Dalam penelitian terhadap relawan, PT Bio Farma menggandeng peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjdjaran (Unpad). Uji klinis tahap tiga atau akhir ini diikuti 1.620 relawan. (Iman Ha/Bandung)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemkot Solo Bikin Event Nasional Kontes Ikan Cupang Piala Wali Kota
Indonesia
Pemkot Solo Bikin Event Nasional Kontes Ikan Cupang Piala Wali Kota

"Event mendapatkan dukungan langsung dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Ini merupakan event kontes ikan cupang pertama yang disupport langsung (Gibran)," katanya.

Untuk Pertama Kali, Jokowi Bakal Pidato di Sidang Umum PBB
Dunia
Untuk Pertama Kali, Jokowi Bakal Pidato di Sidang Umum PBB

Pidato presiden ini di tengah upaya negara-negara dunia yang berjuang untuk mengendalikan COVID-19 serta perang dingin antara Amerika Serikat dan Tiongkok,

Komnas HAM Rekomendasikan Presiden Jokowi Ambil Alih Proses TWK KPK
Indonesia
Komnas HAM Rekomendasikan Presiden Jokowi Ambil Alih Proses TWK KPK

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merekomendasikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil alih proses tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai syarat alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

PPKM Darurat, Pedagang Angkringan Minta Ubah Aturan Jam Operasi Malam
Indonesia
PPKM Darurat, Pedagang Angkringan Minta Ubah Aturan Jam Operasi Malam

"Kalau ini jalan terbaik menekan corona kita ikuti pemerintah. Sebagai pedagang merasa dirugikan juga karena durasi waktu layanan makan di tempat jadi pendek," keluh pedagang.

MPR Minta Waspadai Penyebaran Varian Baru COVID-19 saat Libur Panjang
Indonesia
MPR Minta Waspadai Penyebaran Varian Baru COVID-19 saat Libur Panjang

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus terus melakukan langkah antisipatif untuk menekan penyebaran COVID-19.

Peradi Pergerakan: Tolak Gugatan terhadap Ahli Hukum Eva Achjani Zulfa
Indonesia
Peradi Pergerakan: Tolak Gugatan terhadap Ahli Hukum Eva Achjani Zulfa

Ahli hukum pidana Universitas Indonesia Eva Achjani Zulfa digugat di Pengadilan Negeri Depok, sebab keteranganya sebagai ahli di tingkat penyidikan dianggap memberatkan penggugat Andy Tediarjo.

Serapan Tenaga Kerja Diklaim Mulai Membaik
Indonesia
Serapan Tenaga Kerja Diklaim Mulai Membaik

Sejak kuartal I tahun lalu yaitu adanya investasi Rp210,7 triliun mampu menyerap 303.000 tenaga kerja.

Gempa Nias Bikin Masyarakat Panik dan Keluar Rumah
Indonesia
Gempa Nias Bikin Masyarakat Panik dan Keluar Rumah

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Nias Barat saat ini sedang melakukan kaji cepat

Isu Kudeta Demokrat Untungkan AHY dan Moeldoko
Indonesia
Isu Kudeta Demokrat Untungkan AHY dan Moeldoko

Isu mengenai kudeta kepemimpinan Partai Demokrat dinilai justru memberikan keuntungan kepada sang ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Bogor dan Ciamis Diguyur Hujan Es, Ini Penjelasan Ilmiah Dosen IPB University
Indonesia
Bogor dan Ciamis Diguyur Hujan Es, Ini Penjelasan Ilmiah Dosen IPB University

Fenomena hujan es yang terjadi di Ciamis dan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (23/9) secara ilmiah disebabkan kondisi udara panas uap air yang ada di udara cukup banyak.