Kisah Pembunuhan Keji Dua Pahlawan Revolusi dari Yogyakarta Makam Pahlawan Revolusi dari Yogyakarta (Foto:MP/Teresa Ika)

MerahPutih.Com - Yogyakarta turut menjadi saksi sejarah kekejaman PKI pada persitiwan G30S/PKI. Tak banyak yang tahu, penculikan dan penyiksaan keji PKI turut menimpa dua petinggi TNI AD Yogyakarta. Keduanya adalah Brigadir Jenderal TNI (Anumerta) Katamso dan Kolonel Infanteri (Anumerta) Sugiono.

Kasie Kepahlawanan, Keperintisan Kejuangan dan Kesetiakawanan Sosial Dinas Sosial DIY, Juneidi menjelaskan penyiksaan pada dua pahlawan revolusi ini terjadi pada 1 Oktober 1965 malam. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Gestok (Gerakan Satu Oktober).

Junaedi menjelaskan Brigjen Katamso yang saat itu menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas diculik oleh anggota PKI pada 1 Oktober malam. "Ia dijemput paksa di rumah dinasnya di Jalan Jendral Sudirman. Waktu diangkut, pak Katamso masih pakai baju kemeja tidur," ujar Juanedi usai upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pahlawan Pancasila, Yogyakarta, Minggu (1/10).

Katamso diculik oleh anggota Batalyon 403, yang dulu bernama Batalyon L. Ia lalu dibawa ke belakang Markas Komando Batalyon L yang masih berbentuk rawa-rawa dan banyak ditumbuhi ilalang dan pepohonan. "Begitu turun dari mobil, kepalanya langsung dipukul oleh kunci mortir 8 dari belakang," jelas Juanedi.

Katamso terjatuh tak sadarkan diri. Dalam posisi masih hidup tak berdaya, tubuh Katamso dilempar ke dalam lubang persegi panjang berukuran panjang 1,87 meter dengan lebar dan kedalaman 0,5 meter. Tahu ia masih hidup, anggota PKI kemudian menghujaninya dengan batu besar.

Monumen Pahlawan Revolusi di Yogyakarta
Monumen Pahlawan Pancasila di Yogyakarta (Foto: MP/Teresa Ika)

Kemudian PKI menjemput Kolonel Sugiono. Merekapun menghabisi nyawa Sugiono dengan kejam. Kepalanya turut dipukul dengan kunci mortil 8. Tubuh Sugiono diikat ke mobil Jeep kedinasan. "Tubuhnya kemudian diseret dengan mobil dinas itu. Lalu jenasahnya dilempar ke dalam lubang tersebut. Posisinya kepala Katamso kepala membujur ke timur. Sementara Sugiyono kepala menghadap ke barat," jelasnya.

Untuk menghilangkan jejak, lubang itu ditutup dengan tanah dan ditanami pohon pisang yang sudah berbuah. Beberapa hari kemudian tersiar berita kekejaman PKI. Keluarga Sugiono dan Katamso pun berusaha mencari keduanya. Jenasah keduanya akhirnya ditemukan hampir tiga minggu usai peristiwa terjadi.

Awalnya warga curiga akan kehadiran gundukan tanah di bawah pohon pisang baru. Warga merasa aneh ada pohon pisang baru yang sudah berbuah. Warga kemudian membongkar gundukan tanah tersebut. Ditemukalah jenasah dua pahlawan revolusi ini. "Saat ditemukan kedua tubuh jenasah sudah hampir hancur. Kedua jenasah kemudian diotopsi dan lalu idkuburkan di Takman Makam Pahlawan di Kusuma Negara, Yogyakarta," pungkasnya.

Kemudian didirkanlah Monumen Pancasila Sakti ini tepat dilokasi penyiksaan. Monumen didirikan untuk mengenang jasa kedua pahalwan. Monumen ini disahkan oleh Sri Paduka Paku Alam VIII yang waktu itu menjabat sebagai Gubernur DIY tahun 1991.

Keluarga kedua pahlawan berharap agar pemerintah turut memberi perhatian kepada kedua pahlawan revolusi ini. Cucu Brigjen Katamso, Bagus Haryo Katamso mendukung saran Presiden Jokowi untuk membuat ulang film G30-S/PKI. Ia berharap agar film terbaru ini nantinya tak melupakan dua pahlawan asal Yogyakarta ini.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Ikuti berita-berita menarik lainnya dari Yogyakarta dalam artikel: Anggota DPR: Pemimpin Harus Paham Filosofi Pancasila

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mega Korupsi Asabri, Kejagung Tahan Saudara Kandung Benny Tjokro
Indonesia
Mega Korupsi Asabri, Kejagung Tahan Saudara Kandung Benny Tjokro

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menahan saudara kandung terdakwa Benny Tjokrosaputro berinisial TT.

Ridwan Kamil Evaluasi PTM di Aglomerasi Bodebek dan Bandung Raya
Indonesia
Ridwan Kamil Evaluasi PTM di Aglomerasi Bodebek dan Bandung Raya

Saat ini, lonjakan kasus COVID-19 masih didominasi di wilayah aglomerasi Bodebek dan Bandung Raya yang masih menjadi episentrum.

Harga Bangun Sumur Resapan di DKI, Satu Lobang Sampai Belasan Juta
Indonesia
Harga Bangun Sumur Resapan di DKI, Satu Lobang Sampai Belasan Juta

Ada dua jenis pembangunan sumur resapan yang ada di ibu kota. Pertama tipe buis beton dan tipe modular.

Omicron Terdeteksi di Indonesia, Masyarakat Diminta Tetap Patuhi Prokes
Indonesia
Omicron Terdeteksi di Indonesia, Masyarakat Diminta Tetap Patuhi Prokes

Tercatat, lima orang suspek itu di antaranya dua kasus adalah WNI yang baru kembali dari Amerika Serikat dan Inggris.

Truk Pertamina Seruduk Sejumlah Pemotor di Cibubur, Korban Berjatuhan
Indonesia
Truk Pertamina Seruduk Sejumlah Pemotor di Cibubur, Korban Berjatuhan

Insiden tersebut melibatkan sebuah truk Pertamina

Persiapan Piala Dunia U-20, Pedagang Selter Manahan Diingatkan Batas Waktu Pindah
Indonesia
Persiapan Piala Dunia U-20, Pedagang Selter Manahan Diingatkan Batas Waktu Pindah

Relokasi selter pedagang di Stadion Manahan tinggal menunggu waktu, dalam penataan persiapan Piala Dunia U-20.

Mahfud Sebut Kasus Penembakan di Rumah Irjen Ferdy Sambo Banyak Kejanggalan
Indonesia
Mahfud Sebut Kasus Penembakan di Rumah Irjen Ferdy Sambo Banyak Kejanggalan

Mahfud MD menyebutkan, kasus penembakan antaranggota propam di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo tersebut banyak kejanggalan.

Uji Coba Beli BBM Bersubsidi Pakai MyPertamina Tidak Dilakukan di Jakarta
Indonesia
Uji Coba Beli BBM Bersubsidi Pakai MyPertamina Tidak Dilakukan di Jakarta

Pantauan MerahPutih.com di empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jakarta, hanya ada spanduk informasi terkait MyPertamina.

Cak Imin Usul Pemilu Ditunda untuk Tolong Ma'ruf Amin, Nasdem: Ngawur!
Indonesia
Cak Imin Usul Pemilu Ditunda untuk Tolong Ma'ruf Amin, Nasdem: Ngawur!

"Saya juga baca berita, itu sudah ngawur. Ya, masak nolong orang untuk di akhirat, tanggung jawab dia dengan Tuhan," kata Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali kepada wartawan, Selasa (19/4).

Layanan Tur Setelah Umrah Kena PPN 0,55 Sampai 1,1 Persen
Indonesia
Layanan Tur Setelah Umrah Kena PPN 0,55 Sampai 1,1 Persen

Jasa keagamaan meliputi jasa pelayanan rumah ibadah, pemberian khotbah, penyelenggaraan kegiatan keagamaan, dan jasa lain di bidang keagamaan tidak dipungut PPN.