Kisah Pekerja Migran Indonesia dan Filipina dalam Kebakaran Hong Kong, antara Menjalankan Tugas dan Menyelamatkan Diri

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 02 Desember 2025
 Kisah Pekerja Migran Indonesia dan Filipina dalam Kebakaran Hong Kong, antara Menjalankan Tugas dan Menyelamatkan Diri

Pekerja migran korban kebakaran Hong Kong terjebak ke dalam ketidakpastian dan butuh dukungan.(foto: Instagram @hongkongfp/hillary leung)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — DISTRIK bisnis pusat Hong Kong pada Minggu (30/11) dipadati sekitar 100 pekerja Filipina. Mereka menggelar doa bersama di tempat mereka biasa berkumpul setiap Minggu. Gedung-gedung perkantoran berkilauan menjulang di belakang mereka, bak tembok pelindung.

“Kami berdoa semoga tidak ada lagi korban dalam tragedi kebakaran ini,” kata Dolores Balladares, Ketua United Filipinos in Hong Kong.

Banyak doa hari itu ditujukan kepada Rhodora Alcaraz, perempuan muda asal Filipina yang baru mulai bekerja di Hong Kong beberapa hari sebelum tragedi terjadi.

Dalam sebuah kisah yang beredar luas, Alcaraz disebut melindungi bayi berusia tiga bulan milik majikannya dengan tubuhnya saat kebakaran terjadi. Ketika petugas pemadam kebakaran menemukan mereka di apartemen yang dipenuhi asap, ia masih menggendong bayi tersebut. Alcaraz dilaporkan dirawat di unit perawatan intensif.

Pekerja migran lain, Michelle Magcale, mengatakan ia merasa sangat sedih dan tak bisa berkata-kata saat mendengar kabar itu. “Aku tak bisa mengungkapkan betapa sedihnya ini. Demi tugasnya, demi tanggung jawabnya, dia menyelamatkan satu nyawa. Kami bersyukur atas itu,” kata perempuan berusia 49 tahun tersebut, dikutip AFP.

“Kami juga salut padanya karena dia melakukan yang terbaik… untuk melindungi keluarga tersebut,” ujar Balladares.

Baca juga:

Kebakaran Hong Kong, Pekerja ART Migran yang Jadi Korban Terjebak dalam Ketidakpastian dan kini Butuh Dukungan



Hong Kong merupakan rumah bagi hampir 370 ribu pekerja rumah tangga migran, sebagian besar perempuan dari Filipina dan Indonesia. Mereka bekerja merawat bayi dan orang lanjut usia di kota dengan populasi menua tersebut.

Dalam kebakaran terburuk di Hong Kong selama lebih dari satu abad itu, pekerja migran juga menjadi korban. Setidaknya 10 dari 146 orang yang tewas dalam kebakaran yang melanda menara apartemen tinggi Wang Fuk Court ialah pekerja migran, sebuah segmen tenaga kerja yang sering diabaikan.


Konsulat Manila di Hong Kong mengatakan seorang perempuan bernama Maryan Pascual Esteban tewas dalam kebakaran, meninggalkan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dan keluarganya di Cainta, Rizal. Satu warga Filipina lainnya terluka dan status tujuh lainnya masih belum dapat diverifikasi.

Sementara itu, Konsulat Jakarta menyebutkan sembilan warga Indonesia tewas dalam kebakaran itu, satu terluka, dan 42 lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Di tengah kesedihan kehilangan teman, para pekerja migran mengaku kesulitan mencari dukungan. Saat teman-teman mereka hilang, upaya dukungan bagi para penyintas terkadang tidak memadai.

Sudarsih, perempuan Indonesia yang telah bekerja di Hong Kong selama 15 tahun, mengatakan dua temannya masih hilang.
“Semoga Tuhan memberkati, mereka cepat ditemukan dan selamat,” ujarnya.

Pekerja migran lain asal Indonesia, Dwi Sayekti, 38, berharap bencana ini menjadi yang pertama dan terakhir.

“Aku berharap, di masa depan, hal seperti ini tidak terjadi lagi. Dan semua yang kehilangan nyawanya di Tai Po bisa ditemukan,” katanya dengan suara bergetar.(dwi)



Baca juga:

Kebakaran Hong Kong, Pemerintah akan Bentuk Komisi Penyelidikan Kejar Pihak yang Bertanggung Jawab

#Hong Kong #Kebakaran #Pekerja Migran Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi ini mempengaruhi proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
BNPB akan memetakan kemampuan dan sumber daya yang tersedia di pemerintah pusat maupun daerah sebelum menentukan kebutuhan bantuan tambahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Indonesia
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
Dudung turut merespons pertanyaan mengenai dampak karhutla yang saat ini turut dialami negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
City Property
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memprioritaskan berbagai upaya preventif terhadap potensi kebakaran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Indonesia
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Objek yang terbakar rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Indonesia
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Indonesia
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Operasional Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup sementara akibat kebakaran rumput di sekitar runway 18. Asap tebal picu delay dan pengalihan rute penerbangan!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Indonesia
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Operasi pemadaman dan pendinginan melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Bagikan