Kisah Orang Tua Mengantar Anak Sekolah di Tengah Pandemi Siswa SMPN 22 Solo, Jawa Tengah menggelar PTM perdana, Kamis (2/9). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Risma Agustin (45) menghentikan laju kendaran roda dua tepat di halaman SMPN 22 Solo di Jalan Irawan, Kampung Makam Bergolo, Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (2/9) pagi.

Ia langsung menurunkan anaknya, Naufa Kiyan Majiada, siswa kelas VIIC SMPN 22 Solo. Kamis ini merupakan hari pertama sekolah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) setelah lima bulan belajar daring akibat lonjakan kasus kedua COVID-19 sejak April lalu.

Baca Juga

Besok Dua Sekolah di Solo Gelar PTM Terbatas

Warga Joyosuran, Pasar Kliwon itu tampak memberikan pesan pada anaknya agar tetap menjaga protokol kesehatan sebelum masuk sekolah. Ia pun merelakan anaknya masuk ke dalam gerbang pintu sekolah.

Setelah mengantarkan anaknya sekolah, ia tidak langsung pulang dan tetap menunggu anaknya di depan sekolah. Padahal, aturan PTM di sekolah orang tua hanya boleh mengantarkan dan menjemput siswa dan tidak boleh menunggu anaknya.

Siswa SMPN 22 Solo, Jawa Tengah menggelar PTM perdana, Kamis (2/9). (MP/Ismail)
Siswa SMPN 22 Solo, Jawa Tengah menggelar PTM perdana, Kamis (2/9). (MP/Ismail)

Salah satu guru di SMPN 22 Solo pun tampak menghampiri ibu dua anak ini dan mengingatkan jika anak tidak boleh ditungguin orang tuanya.

"Saya bersyukur dan senang akhirnya anak bungsu (Naufa) bisa kembali sekolah tatap muka," kata Risma pada MerahPutih.com, Kamis (2/9).

Ia menilai selama belajar daring anak kurang maksimal dalam belajar. Terlebih mata pelajaran semakin sulit terutama matematika dan Bahasa Inggris

"Saya tidak bisa membantu anak belajar dirumah karena tidak bisa matematika dan Bahasa Inggris. Adanya PTM ini saya menyambut baik dan langsung menyetujui surat pernyataan," kata dia.

Selain itu, belajar daring lebih banyak bermain game lewat ponsel. Terlebih belajar daring waktunya hanya pukul 07.00 WIB dan pukul 10.00 WIB. Selebihnya banyak tugas.

"Sebagai orang tua pasti masih punya rasa takut, kami hanya mengingatkan pada anak agar tetap menjalankan protokol kesehatan di sekolah, demi bisa meraih masa depan lebih baik," ucap dia.

Ia mengatakan anak tidak bisa terus menerus belajar daring. Belajar tatap muka ini sangat penting juga untuk menjadikan anak bisa bersosialisasi dengan teman-teman sekolah dan guru.

"Saya berharap kasus COVID-19 tidak naik lagi supaya anak tetap bisa sekolah," tandasnya.

Seorang siswa kelas VII, Rosidah (12) mengaku senang bisa kembali sekolah. Ini merupakan kali pertama sekolah sebagai siswa SMPN kelas VII.

"Sebagai siswa baru saya masih kebingungan mencari ruang kelas. Kelamaan belajar daring belum mengenal nama teman satu kelas," kata dia.

Ia mengatakan hari pertama PTM hanya diminta mengenalkan diri di kelas. Selebihnya diberikan materi motivasi dari guru

"Belajar materi pelajaran baru dimulai pekan depan. Saya malu mengenalkan diri di depan kelas karena kelamaan belajar daring di rumah," katanya.

Kepala Sekolah SMPN 22 Solo, Eko Sutrisno mengatakan, PTM pertama di SMPN 22 masih ditemukan kendala terutama ditemukan siswa berangkat siang. Selain itu, juga ditemukan siswa yang lupa ruang kelasnya karena kelamaan belajar online di rumah.

"Untuk PTM perdana pada Kamis dan Jumat siswa masuk pukul 07.30 WIB sampai pukul 09.00 WIB. Materi pembelajaran perdana ini cuma perkenalan dan memberikan motivasi," katanya.

Ia mengatakan PTM berjalan normal baru dimulai Senin (6/9) pukul 07.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB dengan materi lima mata pelajaran. PTM di SMPN 22 hanya diikuti 250 siswa dari kelas VII, VIII, dan XI. Total siswa SMPN 22 ada 500 orang.

"Rata-rata siswa yang mengikuti PTM di sekolah hanya 15 siswa per kelas atau kapasitas 50 persen. Hal itu didasari dari absensi siswa dari nomor 1-15. Sisanya absensi nomor 16-28 ikut PTM pekan depan," katanya.

Eko menambahkan sebelum PTM dimulai sudah pernah mengadakan simulasi selama tiga pekan sebelum angka kasus COVID-19 naik pada April lalu. Terkait protokol kesehatan siswa sudah memahaminya karena sudah pernah simulasi PTM.

"Masuk kelas diukur suhu badannya, cuci tangan, tangan disemprot desinfektan, dan memakai Face Shield saat masuk ke dalam ruang kelas. Selama ini belum ada temuan kasus corona di Sekolah," pungkasnya.

Siswa SMPN 22 Solo, Jawa Tengah menggelar PTM perdana, Kamis (2/9). (MP/Ismail)
Siswa SMPN 22 Solo, Jawa Tengah menggelar PTM perdana, Kamis (2/9). (MP/Ismail)

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Solo kembali melonggarkan aturan. Pelonggaran aturan tersebut diantaranya adalah diperbolehkannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM), resepsi pernikahan, dan dibukanya tempat wisata.

Pelonggaran ini ditindaklanjuti dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Nomor 067/2685 tentang PPKM Level 3 Covid-19. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memberikan catatan jika khusus PTM orang tua harus wajib antar jemput.

"Sesuai aturan siswa harus dilakukan antar jemput orang tua. Itu menjadi kewajiban orang tua," ujar Gibran. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Solo Raya Turun Level 3, Gibran Siapkan PTM Terbatas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Patroli Siber Polisi di Tahapan Pemilu 2024, Akun Provokatif Bakal Diberi Peringatan
Indonesia
Patroli Siber Polisi di Tahapan Pemilu 2024, Akun Provokatif Bakal Diberi Peringatan

Patroli siber mulai diaktifkan kepolisian sepanjang tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024.

Hadapi Libur Nataru, Pertamina Tambah Stok BBM di Yogyakarta Sebanyak 10 Persen
Indonesia
Hadapi Libur Nataru, Pertamina Tambah Stok BBM di Yogyakarta Sebanyak 10 Persen

PT Pertamina wilayah Jawa bagian tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menambah stok BBM gasolin di wilayah DIY sebesar 175 kiloliter per hari.

Tim DVI Polri Janji Ungkap Semua Jenazah Napi Lapas Tangerang
Indonesia
Tim DVI Polri Janji Ungkap Semua Jenazah Napi Lapas Tangerang

Proses identifikasi korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten masih terus dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.

Demi Dana dari China Development Bank Cair, PT KAI Raih PNM Rp 6,9 Triliun
Indonesia
Demi Dana dari China Development Bank Cair, PT KAI Raih PNM Rp 6,9 Triliun

KAI klaim PMN tersebut akan merealisasikan hadirnya transportasi massal yang lebih efisien dan modern.

Kabar Baik, BOR Rumah Sakit di Kota Tangerang Mulai Turun
Indonesia
Kabar Baik, BOR Rumah Sakit di Kota Tangerang Mulai Turun

Kabar baik ini harus disertai dengan peningkatan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Dilantik Jadi Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono Ungkap Pesan Jokowi
Indonesia
Dilantik Jadi Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono Ungkap Pesan Jokowi

Bambang Susantono mengungkapkan pesan dari Jokowi agar IKN Nusantara bisa menjadi satu kota yang merefleksikan kota Indonesia di masa depan.

Tasikmalaya Miliki Lansia Tunggal Terbanyak di Indonesia
Indonesia
Tasikmalaya Miliki Lansia Tunggal Terbanyak di Indonesia

Populasi kaum lanjut usia (lansia) tunggal di Kabupaten Tasikmalaya sebagai yang terbanyak di Indonesia.

Dua Tempat Spa di Taman Sari Disegel, Satu Terapis Positif COVID-19
Indonesia
Dua Tempat Spa di Taman Sari Disegel, Satu Terapis Positif COVID-19

Dua tempat spa di Taman Sari, Jakarta Barat, disegel sementara lantaran tetap beroperasi saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jakarta.

Anies Tambah Waktu Makan di Warteg Jadi 30 Menit
Indonesia
Anies Tambah Waktu Makan di Warteg Jadi 30 Menit

Pemprov DKI Jakarta mengubah aturan baru dalam kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 yang berlaku mulai 16 hingga 23 Agustus 2021.

Simpang 7 Palang Joglo Solo Bikin Macet, Menhub Kebut Proyek Elevated Railway
Indonesia
Simpang 7 Palang Joglo Solo Bikin Macet, Menhub Kebut Proyek Elevated Railway

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen menghilangkan perlintasan sebidang di Solo.