Kisah Nova, Bayi 1,5 Bulan 11 Jam Tertimbun Puing-Puing Rumahnya Usai Dihantam Tsunami Ilustrasi: Pengungsi korban tsunami selat sunda (MP/Rizki Fitrianto)

Merahputih.com - Nova, bayi berusia sekitar satu bulan setengah kini kembali ceria. Nova dapat selamat usai dihantam gelombang tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam. Nova sempat tidak jelas keberadaannya selama 11 jam.

Orang tua bayi itu, Sanali (60) dan Suha istrinya, di lokasi pengungsian Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Sabtu (13/1) membeberkan kejadian ketika anaknya itu akhirnya bisa diselamatkan.

"Sudah sekitar 11 jam tidak jelas keberadaannya, akhirnya besok paginya baru bisa ketemu masih hidup, tertimbun puing-puing berserakan," kata Sanali.

Dalam kondisi rumah yang sudah roboh, terdengar tangisan Nova di luar rumahnya. Pada Nova, sang bayi, masih terlihat beberapa bekas luka, seperti di sekitar kepalanya.

Ilustrasi: pengungsi menetap sementara di teras Masjid Jami Caringin dan dapur umum di sekolah TK (MP/Rizki Fitrianto)

Kini bayi Nova diasuh kakaknya, Lia (18) yang juga selamat dari tsunami, karena saat kejadian sedang berada di luar desa untuk suatu keperluan. Kondisi bayi itu bersama para pengungsi lain masih bertahan di posko juga terus dipantau oleh tim medis yang masih terus bertugas membantu para korban tsunami itu pula.

Menurut tim medis dan relawan di posko pengungsian itu, hingga kini terdata masih ada 248 orang, 128 di antaranya adalah anak-anak, dengan 14 balita, termasuk ada anak kembar berada di posko pengungsian ini. Namun sebagian pada siang hari kembali ke rumah/permukiman mereka.

Pasca Tsunami Vulkanogenik Selat Sunda akibat erupsi gunung Anak Krakatau pada Sabtu (22/12/2018), masyarakat pesisir Pantai Carita melakukan evakuasi ke dataran tinggi di Desa Caringin, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten. (MP/Rizki Fitrianto)

Sanali menuturkan saat malam kejadian sama sekali tak ada tanda-tanda akan terjadi bencana tsunami di kawasan pesisir tersebut. Bayinya itu pun sedang disusui oleh ibunya, hingga tsunami datang dan mereka berhamburan mencari tempat yang aman.

"Terdengar suara beletak beletak disertai geledek di sekitarnya, namun sama sekali tak menyangka akan terjadi tsunami di sini," katanya lagi.

Pada lokasi pengungsian, warga korban tsunami khususnya anak-anak masih bersekolah berharap mendapatkan bantuan peralatan sekolah dan baju seragam, mengingat harta benda termasuk pakaian dan peralatan sekolah mereka miliki, umumnya hilang tersapu gelombang tsunami. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH