Masa Kecil Nelson Mandela, Si Penggembala "Pembuat Masalah" Nelson Mandela, saat masih menjadi pengacara muda dan Ketua ANC. (Sumber: dw.com)

KAMIS, 18 Juli 1918, suasana haru biru menyelimuti Suku Thembu di Desa Mvezo (kini Provinsi Cape, Afrika Selatan). Mereka beroleh kabar gembira sang kepala suku, Gadla Henry Mphakanyiswa,yang memiliki putra dari istri ketiganya, Nosekeni Fanny. Sang buah hati pun diberi nama Rolihlahla Mandela.

Dalam istilah Xhosa, Rolihlahla memiliki arti "pembuat masalah". Sementara Mandela diambil dari nama kakeknya, satu-satunya putra raja keturunan klan Ixhiba. Dari trah tersebut, Rolihlahla Mandela tercatat masih keturunan bangsawan.

Kehadiran lelaki bernama Rolihlahla Mandela, menurut Munzhedzi James Mafela pada buku berjudul The Revelation of African Culture in "Long Walk to Freedom", disambut meriah keluarga dan masyarakat, serta diharapkan mampu melanjutkan trah keluarga dengan baik dan bijaksana.

Sejak kecil, kehidupan Mandela didominasi dengan adat, ritual, dan tabu. Setidaknya tiga hal itu pernah disampaikan Mandela pada bukunya bertajuk Long Walk to Freedom Volume I: 1918–1962 (1994).

Sejak berusia 5 tahun, Mandela tumbuh bersama dua saudarinya di Desa Kraai. Sementara ibunya tinggal di Desa Qunu. Meski berdarah bangsawan, seturut David James Smith dalam bukunya Young Mandela (2010), menjelaskan, Mandela kecil tetap menjalani hidup dan pergaulannya bersama anak-anak lain, bahkan sempat pula bekerja sebagai gembala sapi.

Ketika berusia 7 tahun, ibunya menyekolahkan Mandela ke Sekolah Methodis. Ia lalu dibaptis sebagai Methodis. Tak lama kemudian, Mandela diberi nama depan Inggris oleh gurunya menjadi Nelson (Nelson Mandela).

Di sekolah, Mandela begitu menonjol. Kelihaiannya berbicara di depan umum membuat Mandela menjadi perhatian guru dan teman-temannya. Ia menjadi anak emas. Di tengah gilang-gemilangnya, Mandela musti menerima kenyataan pahit. Ayahnya meninggal lantaran kanker paru-paru.

Semenjak kematian ayahnya, Mandela menjadi terasing. Ia pun berubah menjadi pemberontak. Melihat hal perubahan anaknya, Nosekeni Fanny tak tinggal diam.

Mandela akhirnya dibawa ke Istana Great Place di Mqhekezwen. Ia kemudian diasuh langsung Kepala Suku Jongintaba Dalindyebo.

Sejak jauh dari ibunya, Jongintaba beserta istrinya, Noengland, memperlakukan Mandela dengan baik. Ia dibesarkan bersama putra dan putri pasangan Jongintaba, Justice dan Nomafu.

Setiap Ahad, Mandela selalu menghadiri Misa di gereja. Ia menjadi Kristen taat, dan menjadikan agama sebagai bagian utama hidupnya.

Masih di Sekolah Methodis, Mandela mulai menggemari bahasa Inggris, Xhosa, sejarah, dan geografi Afrika. Kesukaannya terhadap sejarah, membuat Mandela kerap berdiskusi dengan tokoh-tokoh adat, termasuk Kepala Suku Joyi.

Meski kisah anti-imperalis kerap ia dengarkan, tapi Mandela masih menganggap kolonialis Eropa sebagai penolong, bukan penindas. Memasuki usia remaja, ketika 16 tahun, Mandela ditemani Justice dan rekan-rekannya berangkat ke Tyhalarha untuk menjalani ritual sunat.

Politik Mandela

Nelson Mandela. (Foto/medium.com/@adriennezelene)

Sebelumnya Nelson Mandela tidak menganggap Britania, kala itu menduduki Afrika Selatan sebagai penjajah, sebagai ancaman. Namun, perlakuan kulit putih terhadap kulit hitam melukai hatinya.

Perlakuan semena-mena itu disebut Gerakan Apartheid. Mandela pun sadar, dan berbagung dengan African National Congress (ANC), untuk memperjuangkan kemerdekaan Afrika Selatan.

Setelah bergabung dengan ANC, Mandela semakin dipengaruhi Sisulu dan menghabiskan waktunya bersama aktivis lain di rumah Sisulu di Orlando, termasuk teman lamanya Oliver Tambo.

Pada 1943, ia bertemu dengan Anton Lembede, seorang nasionalis Afrika penentang front ras bersatu terhadap kolonialisme dan imperialisme atau aliansi dengan kaum komunis.

Meski berteman dengan orang non-kulit hitam, Mandela mendukung pandangan Lembede, percaya bahwa orang Afrika kulit hitam harus terbebas sepenuhnya dalam penentuan nasib sendiri secara politik.

Di rumah Sisulu, Mandela bertemu dengan Evelyn Mase, seorang aktivis ANC dan perawat dari Engcobo, Transkei. Mereka berdua menikah pada 5 Oktober 1944.

Anak pertama mereka, Madiba "Thembi" Thembekile, lahir Februari 1946, sementara seorang putri berikutnya bernama Makaziwe lahir tahun 1947, namun meninggal 9 bulan kemudian akibat penyakit meningitis.

Pada rapat umum Durban, Mandela menyampaikan pidato di hadapan 10.000 orang, memulai protes kampanye. Aksi tersebut membuatnya ditangkap dan ditahan sementara di penjara Marshall Square.

Seiring berlanjutnya protes, anggota ANC menaik dari 20.000 menjadi 100.000. Pemerintah pun menanggapi dengan penangkapan massal dan memperkenalkan Undang-Undang Keselamatan Umum 1953 agar bisa menerapkan darurat militer.

Pada bulan Mei, pihak berwenang melarang Presiden ANC Transvaal J. B. Marks tampil di hadapan publik. Tak patah arang. Marks kemudian meminta Mandela menggantikan posisinya.

Meski kelompok ultra-Afrikanis Bafabegiya menentang pencalonannya, Mandela tetap terpilih sebagai presiden regional pada Oktober.

Nelson Mandela bekali-kali ditahan karena melakukan aktivitas menghasut dan diadili di Pengadilan Pengkhianatan pada tahun 1956 sampai 1961.

Namun pada akhirnya ia divonis tidak bersalah. Meski awalnya berunjuk rasa tanpa kekerasan. Pada 1961, ia dan Partai Komunis Afrikas Selatan mendirikan militan Umkhonto we Sizwe.

Pada tahun 1962, Nelson Mandela ditahan dan dipenjara Marshall Square Johannesburg Fort, karena dituduh menghasut mogok buruh dan ke luar tanegeri tanpa izin.

Dua bulan kemudian ia divonis 5 tahun penjara. Mandela berserta kelompok aktivisnya dijatuhi hukuman seumur hidup pada 12 Juni 1964.

Nelson Mandela menjalani masa kurungan pertama di Pulau Robben, kemudian di Penjara Pollsmoor dan Penjara Victor Verster. Kampanye internasional yang menuntut pembebasannya membuat Mandela dibebaskan tahun 1990.

Setelah menjadi Presiden ANC, Mandela menerbitkan otobiografi dan bernegosiasi dengan Presiden F.W. de Klerk untuk menghapuskan apartheid dan melaksanakan pemilu multiras tahun 1994. (*)


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH