Kisah Mahasiswa S2 UGM Deg-Degan Seminar Tesis via Daring Rangga saat seminar tesis daring. Foto: Humas UGM

MerahPutih.com - Mewabahnya virus Corona memaksa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memberlakukan kuliah daring. Seluruh aktifitas perkuliahan termasuk seminar, dan sidang skripsi maupun tesis dilakukan via daring di rumah atau indekos mahasiswa dan dosen.

Kuliah daring tak menyurutkan semangat dan keyakinan mahasiswa untuk menimba ilmu dan menyelesaikan ujian akhir. Semangat untuk cepat lulus Magister juga dirasakan oleh Rangga Kala Mahaswa, Mahasiswa S2 Ilmu Filsafat UGM.

Baca Juga

Sekitar 1.753 Peserta Lulus Seleksi Jalur SNMPTN di UGM

Rabu (8/4) pagi, Rangga terlihat rapi dengan kemeja putih berdasi serta jas hitam. Dirinya tidak akan pergi menghadiri wawancara kerja ataupun kuliah, melainkan hanya berada di kamar kontrakannya di Condong Catur. Siang ini Rangga hendak mempresentasikan proposal tesis dalam seminar daring melalui aplikasi Webex.

Ia duduk di depan laptopnya sembari membaca-baca kembali materi yang akan dipresentasikan untuk Seminar Proposal Tesisnya. Tepat pukul 10.00 WIB, seminar tersebut akhirnya berlangsung. Dari layar laptopnya tampak wajah dari tiga dosen pengujinya yang berada di tempatnya masing-masing. Setelah 40 menit berlangsung, seminar tersebut usai.

Rangga menyatakan bahwa seminarnya berjalan lancar. Ia menyampaikan presentasinya tanpa hambatan, begitu pula mampu menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.

Ketika diwawancari setelahnya, Rangga menceritakan pengalaman pertamanya seminar via daring tadi berjalan lancar. Tak ada gangguan buffering atau delay lantaran koneksi internet yang cepat

“Banyak mahasiswa yang akhirnya tidak bisa mengikuti perkuliahan secara optimal karena masalah koneksi internet. Mereka mengeluh koneksi yang jelek. Hal itu sebenarnya wajar saja karena jangkauan internet di Indonesia beragam, tergantung operator yang mereka pakai,” terangnya.

UGM Jogja
UGM Yogyakarta

Ia juga tidak kesulitan menggunakan aplikasi webex. Lantaran ia sudah pernah beberapa kali menggunakan aplikasi ini.

Kendati tak mengalami kendala, Rangga lebih suka kuliah tatap muka ketimbang daring. Kuliah tatap muka menurutnya lebih berkualitas daripada daring.

“Di Pembelajaran daring interaksi dan gerak peserta maupun pengisinya terbatas. Agak capai juga karena harus pake headset dan duduk terus sehingga kurang nyaman. Selain itu, ketika tatap muka tidak perlu menyiapkan peralatan juga, semua sudah disiapkan dari kampus. Kita juga tidak perlu was-was koneksi terputus,” ungkapnya.

Rangga berharap wabah Corona segera berakhir sehingga ujian tesis dapat dilaksanakan secara tatap muka.

“Tidak hanya karena ingin ujian itu berjalan lebih interaktif, tetapi saya juga ingin harap wabah ini segera mereda. Tentu saya mendukung physical distancing dan work from home, tapi semakin lama tidak baik bagi kesehatan mental,” pungkas dia.

Sementara itu, terkait pelaksanaannya secara daring, salah seorang penguji Seminar Proposal Tesis Rangga, Sonjoruri Budiani Trisakti menyatakan para dosen sebenarnya mengalami kesulitan dalam melaksanakannya.

Hal ini disebabkan karena banyak dari dosen usianya sudah tua dan mengalami kesulitan beradaptasi dengan teknologi.

Baca Juga

UGM Salurkan Bantuan ke Mahasiswa yang Bertahan di Indekos

Selain itu, wanita paruh baya yang akrab disapa Ruri ini menyebut para dosen juga mengeluhkan koneksi internet sama seperti mahasiswa. Akan tetapi, ia menyebut pihak dosen mau tak mau harus beradaptasi untuk kebaikan mahasiswanya.

“Work from home tidak bisa menjadi alasan kita untuk bermalas-malasan. Memang suasananya tidak seformal ketika tatap muka, tapi bukan berarti tidak serius. Termasuk menjadi penguji seminar tadipun harus kami lakukan. Jika ditunda, kasihan mahasiswa yang masa studinya juga harus tertunda,” pungkas dosen pembimbing tesis Rangga ini.

Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Puluhan Teroris dari Jatim Bakal Digiring ke Jakarta
Indonesia
Puluhan Teroris dari Jatim Bakal Digiring ke Jakarta

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri akan menentukan jadwal pemindahan puluhan teroris itu.

Jutaan Buruh di Dua Sektor Ini Diprediksi Kena PHK pada 2021
Indonesia
Jutaan Buruh di Dua Sektor Ini Diprediksi Kena PHK pada 2021

Hal ini dikatakan Iqbal, setelah melihat pandemi COVID-19 yang juga hilang dari Indonesia. Apalagi, angka positif COVID-19 di kalangan buruh meningkat tajam.

Ingat! Penyelenggara Pemilu Ngopi Bareng Timses Termasuk Langgar Kode Etik
Indonesia
Ingat! Penyelenggara Pemilu Ngopi Bareng Timses Termasuk Langgar Kode Etik

Setelah jadi penyelenggara pemilu, kebebasan itu digadai untuk sementara agar tak terkesan memihak

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Sita 17 Bus Milik Dua PO di Soloraya
Indonesia
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Sita 17 Bus Milik Dua PO di Soloraya

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita belasan bus milik dua perusahaan otobus (PO) di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin (22/2) dini hari.

Wakil Ketua KPK Harap Putusan Hakim di Kasus Novel Berkiblat pada Keadilan
Indonesia
Wakil Ketua KPK Harap Putusan Hakim di Kasus Novel Berkiblat pada Keadilan

Putusan hakim tak akan bergantung pada tuntutan yang dilayangkan jaksa penuntut umum.

Tolak UU Ciptaker, Muhammadiyah Tidak Bakal Ikut Unjuk Rasa Kepung Istana
Indonesia
Tolak UU Ciptaker, Muhammadiyah Tidak Bakal Ikut Unjuk Rasa Kepung Istana

Muhammadiyah tetap menghormati masyarakat yang melakukan demonstrasi. Menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan adalah hak warga negara yang dijamin oleh undang-undang.

Kata Gubernur Bengkulu Usai Diperiksa KPK Terkait Kasus Edhy Prabowo
Indonesia
Kata Gubernur Bengkulu Usai Diperiksa KPK Terkait Kasus Edhy Prabowo

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah rampung diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benur.

Pasar Tanah Abang Disemprot Disinfektan, Persiapan New Normal?
Indonesia
Pasar Tanah Abang Disemprot Disinfektan, Persiapan New Normal?

Penyemprotan disinfektan disasar ke area Perdagangan Pasar Tanah Abang Blok A, B, F dan Pasar Metro Jakarta Pusat

COVID-19 AS Lewati Angka 11 Juta Kasus
Dunia
COVID-19 AS Lewati Angka 11 Juta Kasus

Jumlah kasus virus corona di Amerika Serikat melewati 11 juta pada hari Minggu (15/11).

Update: Bertambah 954, Kini Ada 46.845 Kasus COVID-19 di Indonesia
Indonesia
Update: Bertambah 954, Kini Ada 46.845 Kasus COVID-19 di Indonesia

Yuri mengungkapkan jumlah penambahan 331 pasien menjadi 18.735 yang sembu