Kisah Kutukan Penari Ronggeng untuk Anak-Anak Gadis Foto: Youtube

"DI daerah ini tidak akan ada perempuan yang secantik diriku sampai umur 19 tahun." Itulah bunyi kutukan Nyi Ratna Herang, penari ronggeng termasyhur era 1920-an, sesaat sebelum ia menghembuskan napas terakhirnya.

Terbunuhnya Nyi Ratna berawal dari isu miring yang menyebar seputar penari ronggeng. Masyarakat menganggap para penari ronggeng dapat diajak kencan, bahkan lebih, jika ada yang berani menawar dengan harga tinggi (prostitusi). Padahal, untuk menjadi penari ronggeng tidaklah mudah. Ia harus memiliki wajah cantik, tubuh indah dan kuat, pandai bernyanyi, serta bisa bela diri.

Nyi Ratna dapat dikatakan sosok penari ronggeng yang sempurna. Selain karena kecantikan dan tubuhnya yang aduhai, kemahirannya menari sangat memikat para penonton. Tak hanya pria, bahkan perempuan juga, yang mengidamkan paras dan kemampuan menari sepertinya.

Suatu ketika, sang gadis diundang manggung dalam perayaan yang dihadiri para jawara dan kaum menak (bangsawan). Kemudian terjadilah keributan. Dua orang jawara saling bertarung untuk berebut bercinta dengan Nyi Ratna. Sekali lagi, stigma negatif rupanya telah melekat. Mereka berpikir wanita 19 tahun itu bisa dibayar untuk hal demikian, tetapi nyatanya tidaklah benar.

Sebelum ada pemenangnya, Nyi Ratna terluka parah dan meninggal di tempat akibat terlibat dalam pertarungan itu. Di waktu terakhirnya itulah Nyi Ratna mengucapkan kutukan. Dalam kalimat lain, kutukan tersebut berarti bahwa anak-anak gadis di daerah itu disumpahi akan meninggal sebelum mencapai usia 19 tahun.

Penari ronggeng legendaris ini meninggal di usianya yang baru 19 tahun. Jasadnya dimakamkan di bantaran Sungai Cigede, wilayah Nusaherang, Kuningan, Bogor, Jawa Barat. Menurut kabar burung, kutukan ini telah memakan korban 9 orang gadis cantik asal Nusaherang, yang meninggal menjelang usia ke-19.

Para penduduk asli Nusaherang yang masih memercayai cerita tersebut pun biasanya akan menitipkan anak gadisnya kepada sanak keluarga di luar Kabupaten Kuningan. Mereka akan kembali ke Nusaherang setelah usianya lewat 19 tahun. (*)

Baca juga kisah penari ronggeng lainnya di sini: Kisah Misteri Nyai Hilang Di Terowongan Lampegan



Asty TC

LAINNYA DARI MERAH PUTIH