Kisah Kuliah Megawati dan Sembilan Gelar Doktor Honoris Causa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar doktor kehormatan dari Soka University, Tokyo, Jepang (Foto: Dok DPP PDIP)

MerahPutih.Com - Gelar doktor kehormatan atau honoris causa (DR HC) bagi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri akan bertambah. Soka University di Tokyo, Jepang bakal menganugerahkan gelar DR HC untuk Presiden Kelima RI itu pada Rabu (8/1).

“Ibu Ketua Umum akan menerima gelar doktor honoris causa bidang kemanusiaan dari Soka University,” kata Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDIP Ahmad Basarah di Tokyo, Jepang, Senin (6/1).

Baca Juga:

Megawati Ungkap Perjuangannya Bangun BMKG, Ternyata Berawal dari Gus Dur

Wakil Ketua MPR ini menambahkan walau tak pernah menamatkan pendidikan di perguruan tinggi, Megawati akan mengantongi gelar ke sembilan DR HC.

Megawati mendapat gelar Doktor HC dari Soka University, Tokyo
Megawati memberikan sambutan dalam acara Internasilisasi dan Pembumian Pancasila di lingkungan Kementerian Sosial, Jakarta (Foto: antaranews.com)

"Meskipun Ibu Megawati tidak dapat menyelesaikan kuliahnya di Unpad dan UI tidak berarti menghalangi beliau menorehkan prestasi gemilang. Tampilnya Bu Mega sebagai Presiden Perempuan Pertama di Indonesia, sukses memimpin parpol terbesar di Indonesia dan segudang prestasi lainnya telah membuktikan kapasitas intelektual dan skill leadership Bu Mega," papar Basarah.

Menurutnya, kesuksesan Megawati dalam berbagai bidang pengabdian membuktikan bahwa Megawati adalah seorang otodidak yang mampu menyerap berbagai praktek disiplin ilmu langsung dari lapangan.

"Kemampuan luar biasa Bu Mega itulah yang menjadi salah satu pertimbangan banyaknya perguruan tinggi yang memberikan Doktor Kehormatan kepada Presiden RI ke 5 itu," pungkas Basarah.

Untuk diketahui, putri Proklamator RI Bung Karno itu pernah kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pada era 1965-1967.

Selain itu, Megawati juga pernah menimba ilmu di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Jakarta 1971-1972. Namun, perempuan kelahiran 23 Januari 1947 di Yogyakarta itu tak pernah menamatkan kuliahnya karena faktor politik paska dijatuhkannya Bung Karno pada masa awal Orde Baru dulu.

Baca Juga:

Pernyataan Keras Megawati kepada Pengusung Khilafah: Jangan Rusak Negara Ini!

“Kondisi politik jatuhnya Bung Karno dan sikap penguasa pada saat itu tak memungkinkan Ibu Megawati melanjutkan dan menamatkan kuliahnya,” ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Dengan akan diterimanya gelar ke-sembilan DR HC, sudah cukup membuktikan pengakuan dunia perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

"Penganugrahan ini pengakuan perguruan tinggi dalam dan luar negeri atas kapasitas intelektual dan prestasi membanggakan Ibu Megawati Soekarnoputri," tandas Hasto.(Pon)

Baca Juga:

Cerita Megawati Selamatkan Prabowo ketika Tanpa Kewarganegaraan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pagebluk COVID-19 Bikin Belanja Sayur Online Meroket
Indonesia
Pagebluk COVID-19 Bikin Belanja Sayur Online Meroket

Lonjakan permintaan tersebut karena platform ini tetap melayani masyarakat

Hari ini, 100 Relawan Serentak Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Hari ini, 100 Relawan Serentak Disuntik Vaksin COVID-19

Para relawan uji klinis vaksin COVID-19 diperbolehkan beraktivitas seperti biasa setelah mendapat suntikan vaksin.

KCI Tegaskan Operasional KRL Masih Ikuti Aturan PSBB
Indonesia
KCI Tegaskan Operasional KRL Masih Ikuti Aturan PSBB

Adli mengatakan nantinya PT KCI akan menaati keputusan akhir yang tercipta dalam pembahasan bersama yang dilakukan dengan pemerintah daerah terkait serta PT KAI.

 MUI Jabar Keluarkan Panduan Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
MUI Jabar Keluarkan Panduan Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi COVID-19

"Yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah, maka salat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, musala, atau tempat lain," kata Rahmat

AHY Sebut Program Tapera Memberatkan Pengusaha
Indonesia
AHY Sebut Program Tapera Memberatkan Pengusaha

Menurutnya secara sanksi admnistrasi ikut memberatkan perusahaan.

 PKS Ingatkan Pemulangan 600 Eks ISIS ke Indonesia Sesuai Amanat UUD 1945
Indonesia
PKS Ingatkan Pemulangan 600 Eks ISIS ke Indonesia Sesuai Amanat UUD 1945

"UUD 1945: Tujuan Negara berbunyi, Melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia. Jadi di manapun warga Indonesia mendapat kesulitan, maka #NegaraHarusHadir

Positivity Rate COVID-19 di DKI Masih Tinggi
Indonesia
Positivity Rate COVID-19 di DKI Masih Tinggi

Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 116.566. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 64.653.

Ancaman Reshuffle Jokowi Bukan Pepesan Kosong, Pengamat Beri Kisi Eliminasi
Indonesia
Ancaman Reshuffle Jokowi Bukan Pepesan Kosong, Pengamat Beri Kisi Eliminasi

Menteri yang ada dalam daftarnya itu kinerja mereka terlihat tak maksimal.

Tak Hanya Merusak, Kereta Gantung Juga Ciderai Keindahan di Gunung Rinjani
Indonesia
Tak Hanya Merusak, Kereta Gantung Juga Ciderai Keindahan di Gunung Rinjani

Fasilitas kereta gantung tidak mungkin menyerap banyak tenaga kerja mengingat sifatnya yang serba otomatis

Ingat! Peniadaan Ganjil-Genap Ikut Diperpanjang Sepekan Kedepan
Indonesia
Ingat! Peniadaan Ganjil-Genap Ikut Diperpanjang Sepekan Kedepan

Polisi menyesuaikan kebijakan Pemprov DKI