hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-1
Kisah Kehidupan Gembong Kriminal Slovakia di Perbatasan Slovakia-Ukraina The Line menceritakan kehidupan gembong penjahat penyeludup di Slovakia (Foto: filmrepublic.biz)
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-2
hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-7

DI sebuah tempat yang berlokasi di dekat perbatasan Slovakia-Ukraina itu, seorang pria tengah mempersiapkan sebuah pengiriman barang. Sejumlah rokok tanpa cukai adalah barang tersebut. Pengiriman barang itu dilakukan dengan cara menyeludupkannya melalui perbatasan Slovakia-Ukraina menuju Uni Eropa.

Itulah sedikit potongan cerita pembukaan dari film The Line (Ciara). Merahputih.com beberapa waktu lalu berkesempatan menonton film Slovakia tersebut dalam acara pementasan Film Eropa tahunan, Europe On Screen. Film itu ditayangkan di ruang auditorium lantai dua Erasmus Huis, Jakarta Selatan.

Bergenre thriller kriminal, pemerannya merupakan artis ternama Slovakia semisal Tomas Mastalir, Zuzana Fialova, Stanislav Boklan, Eugen Libezniuk, Oleksandr Piskunov, dan Kristina Kanatova. The Line disutradarai Peter Bebjak, dan ditulis oleh Peter Balko.

Film ini rilis pada 2017 silam. Selain itu juga masuk nominasi Crystal Globe dalam perhelatan Karlovy Vary International Film Festival ke-52. Sutradara Peter Bebjak berhasil menyabet gelar sutradara terbaik dalam acara penghargaan film paling bergengsi di Eropa Timur itu.

Peter Bernard sang polisi korup (Foto: filmrepublic.biz)

Adam Krajnak (Tomas Mastalir) adalah seorang kepala gembong penjahat kecil Slovakia. Ia tinggal di sebuah kota yang terletak 1 km di perbatasan Slovakia-Ukraina. Kehidupan Adam seperti orang biasa. Ia memiliki istri dan tiga orang anak perempuan. Tentunya sebuah usaha kecil berbentuk tempat konstruksi. Namun, rupanya usaha Adam merupakan sebuah kedok.

Adam memiliki usaha lain dibalik usaha konstruksinya itu. Ya, menyeledupkan rokok melalui perbatasan Slovakia-Ukraina. Targetnya adalah penjualan di wilayah uni Eropa. Dalam prakteknya cukup mudah. Adam selalu menyuap kepala kepolisian perbatasan Slovakia bernama Peter Bernard (Andrej Hryc). Hasilnya, dengan mulus Adam tidak pernah menemukan kegagalan melakukan aksinya itu.

Tentu Adam tidak bekerja sendiri. Ia memiliki beberapa anak buah. Bagi Adam, anak buahnya sudah seperti keluarga. Namun, Adam tetap profesional dan penuh komitmen dalam pekerjaannya itu. Pada awal film salah satu anak buahnya berbuat curang dengan mengambil sedikit barang seludupan. Saat mengetahui itu tanpa segan Adam memotong jari anak buahnya itu dengan alat pemotong besi.

Adam Krajnak (Foto: hollywoodreporter)

Bukan berarti Adam ialah penjahat tanpa belas kasihan yang selalu membunuh. Pria berkepala plontos itu tidak penah menjalankan kejahatan yang merenggut nyawa orang lain. Perlakuan terhadap anak buahnya itu ia jadikan sebagai pelajaran untuk memberikan efek jera. Sebab Adam selalu menginginkan hasil pekerjaan yang sempurna tanpa kesalahan sedikitpun. Apalagi bentuk kecurangan sangat tidak ia toleransikan.

Meskipun memiliki pekerjaan ilegal Adam juga transparan terhadap keluarganya. Seluruh anggota keluarga mengetahui pekerjaan itu. Tidak ada yang mempermasalahkan pekerjaan Adam. Sang istri, Sasa Krajnak (Zuzana Fialova), mendukung pekerjaannya. Maklum daerah perbatasan adalah daerah yang kumuh. Hanya ada beberapa mata pencaharian untuk warga setempat. Demi mempertahankan ekonomi keluarga Adam melakukan pekerjaan ilegal itu.

Terlepas dari kehidupan 'gelap', Adam juga memiliki hajat lain. Sang anak sulung, Lucia (Kristina Katanova) menjalin hubungan dengan seorang pemuda bernama Ivor (Oleksandr Piskunov). Hubungan tersebut sempat terjalin secara sembunyi-sembunyi. Hingga akhirnya dengan memberanikan diri Ivor datang langsung ke Adam, bahwa ia ingin menikahi putrinya itu. Adam pun tidak langsung menjawab.

Sempat ada ketidaksetujuan dari Adam mengenai hubungan dua sejoli itu. Alasannya karena usia Lucia dan Ivor yang masih terbilang muda. Keduanya berusia lebih kurang 18 tahun. Hingga akhirnya suatu saat Adam mengetahui Lucia telah hamil di luar nikah. Sang ayah dari anak itu tentu Ivor. Mau tidak mau akhirnya Adam menikahkan Lucia dengan Ivor. Dengan satu syarat, yaitu tidak pernah menyakiti Lucia. Mereka berdua pun akhirnya menikah.

Adam menikahkan Ivor dan Lucia (Foto: spectator.sme.smk)

Di sisi lain ada pula tokoh penting dalam film ini yaitu Jona (Eugen Libezniuk). Jona adalah anak buah Adam yang sudah menjadi tangan kanannya. Hubungan keduanya memang erat. Tapi, Jona memiliki masalah kehidupan dalam film ini. Anak Jona, Luka (Makar Tikhomirov) tengah mendekam di balik jeruji besi di penjara Slovakia yang terkenal cukup kejam.

Tokoh penting lainnya adalah Krull (Stanislav Boklan). Krull adalah seorang bos mafia Slovakia. Krull adalah penjahat paling disegani di negara Eropa Timur itu. Ya, benar sekali, Adam hidup di bawah kekuasaan Krull. Bisa dibilang Krull selalu memiliki jatah dari pengiriman yang dilakukan Adam. Dalam film ini Adam memiliki hutang dengan Krull. Solusi untuk membayar hutang adalah Adam bekerja dengan Krull untuk menyelundupkan narkoba.

Akan tetapi, Adam tidak pernah yakin dengan tawaran Krull. Menurutnya menyeludupkan narkoba memiliki risiko besar. Selama ini Adam hanya berani menyeludupkan rokok melalui perbatasan Slovakia-Ukraina. Keamanan dua negara memang sangat ketat meskipun Adam telah menyuap Bernard. Namun, kepolisian Ukraina tidak pernah bisa ia kuasai.

Jona mengunjungi Luka di penjara (Foto:filmrepublic.biz)

Masalah dimulai saat suatu hari pengiriman yang dilakukan Adam gagal. Salah satu anak buahnya melakukan kesalahan. Karena tidak hati-hati mobil yang membawa kiriman itu tertabrak saat memasuki wilayah Ukraina. Hasilnya, rokok tersebut berserakan di jalan dan dipungut oleh warga lokal. Krull yang mengetahui hal ini tidak bisa menerima. Ia merasa jatahnya terambil. Sebagai hukuman, dengan dinginnya Krull membunuh anak buah Adam. Caranya dengan menenggelamkan hidup-hidup di sebuah danau di Slovakia yang sangat dalam.

Merasa kekurangan anggota, Adam pun mengajak Ivor untuk terlibat dengan bisnis ilegal Adam. Pekerjaan perdana Ivor bersama Adam bukan menyeludupkan rokok. Namun, dengan membawa 10 orang imigran ilegal asal Afghanistan melintasi perbatasan Slovakia-Ukraina. Namun, masalah kembali menimpa Adam. Perbatasan yang seharusnya sudah aman dari kepolisian Ukraina malah dipenuhi dengan mereka.

Hasilnya aksi Adam diketahui oleh polisi Ukraina. Belum mencapai perbatasan, Adam, Ivor dan 10 imigran harus kejar-kejaran dengan polisi. Hasilnya sungguh tragis. Ivor tertembak oleh polisi dan nyawanya tidak bisa diselamatkan. Para imigran pun tertangkap. Beruntung Adam berhasil kabur dari pengejaran para polisi. Namun dengan penuh sesal Adam menangisi kematian Ivor.

Sutradara Peter Bebjak memang menggarap cerita ini dengan lengkap. Kisah drama, kejahatan, keluarga, dan kejahatan menjadi satu. Ia pun menggarap film ini dengan gaya khas Eropa. Cerita mengalir apa adanya. Tidak selalu memaksakan cerita yang selalu penuh dengan kemenangan dan kesenangan. Serta akhir yang selalu bahagia ala film Hollywood.

Semenjak kematian Ivor, masalah menimpa Adam secara bertubi-tubi. Bisnis Adam pun terancam bangkrut dan ia memiliki banyak hutang dengan Krull. Keluarga Adam juga meninggalkan Adam. Sang istri memilih berpisah sementara dengannya. Yang paling pasti tentunya Lucia sangat membenci Adam karena melibatkan Ivor. Dengan kata lain, karena Adam, anak Lucia terpaksa tidak akan mengenal ayahnya saat tumbuh nanti.

Krull (Foto: ciara.sk)

Rupanya, Jona terlibat dengan kematian Ivor. Ia adalah sosok dibalik bocornya aksi Adam saat ingin menyeludupkan imigran Afghanistan. Motif Jona adalah kesal dengan Adam karena tidak mau menuruti tawaran Krull. Sebab Jona benar-benar membutuhkan uang untuk membebaskan Luka dari penjara. Akhirnya Adam pun mengetahui itu setelah menginterogasi Bernard terkait bocornya aksi Adam. Jona dan Bernard memang sudah bersekongkol sebelumnya untuk menyingkirkan Adam.

Adam pun langsung mendatangi kediaman Jona. Tapi, Adam tidak berhasil menemui Jona. Karena saat ditemui Jona telah tewas bunuh diri dengan menggantung dirinya. Jona menyesali kematian Ivor dan frustasi karena Luka masih mendekam di penjara. Ia pun akhirnya nekat mengakhiri hidupnya.

Kematian Jona tidak menjadi akhir dari ketragisan dalam film ini. Peter Bebjak masih memberikan kejutan yang sangat tidak terduga. Satu lagi tokoh yang harus mati dalam film. Ia adalah ibu kandung Adam, Anna Krajnak (Emilia Vasaryova). Sebelumnya Adam memang sempat frustasi karena kematian Ivor dan keluarganya yang meninggalkannya. Ia mendatangi sang ibu untuk meminta pendapat dan solusi. Keluh kesah Adam ia adukan kepada sang ibu.

Melihat anaknya yang sangat frustasi Anna pun tergerak. Ia mengetahui inti permasalahan yang dialami Adam, yaitu hutang Adam dengan Krull. Secara diam-diam Anna mendatangi kediaman Krull. Dengan memberanikan diri ia mendatangi bos mafia itu untuk melunasi seluruh hutang Adam. Awalnya Krull pun menerima pembayaran hutang tersebut.

Suasana pemakaman Ivor (Foto: chicagofilmfestival)

Namun, di sinilah sutradara Peter Bebjak memberikan kejutan sangat tak terduga kepada penonton. Pada saat itu juga Krull juga menghabisi nyawa ibu Adam. Salah satu anak buah Krull yang melakukannya dengan cara menyekap kepala Anna dengan plastik. Anna mati kehabisan napas. Ternyata Krull memang berencana membunuh seluruh keluarga Adam. Bukan sekadar uang, Krull memang ingin menyingkirkan Adam yang tidak mau bekerja sama dengannya menyeludupkan narkoba.

Akhirnya, Krull pun mendatangi Adam dan menculiknya. Tujuan Krull adalah menenggelamkan Adam di sebuah danau Slovakia tadi. Selama perjalanan menuju danau Adam yang pingsan disekap di dalam bagasi. Kejamnya Krull, Adam berada di dalam bagasi bersama mayat sang ibu. Adam tidak bisa menahan kesedihan ia pun menangisi sang ibu yang sudah tergelatak tak bernyawa.

Sampailah akhirnya Adam di danau itu. Adam pun hanya bisa berpasrah. Ia sudah yakin saat itu adalah akhir dari hidupnya. Diikatkan lah rantai besi dengan beban di kaki Adam. Kemudian akhirnya ia ditenggelamkan oleh anak buah Krull. Saat berada di dasar danau Adam pun dapat menyaksikan seisi danau itu. Bukan ikan yang ia lihat, melainkan mayat-mayat orang yang selama ini telah dibunuh oleh Krull, termasuk anak buah Adam.

Adam berhasil selamat dan anak buahnya membunuh Krull (Foto: cineast.lu)

Setelah beberapa menit berada di dasar danau Adam pun hampir kehabisan napas. Penonton pun pasti akan mengira akhir film ini sangat tragis dengan kematian Adam. Namun, lagi-lagi sang sutradara memberikan kejutan. Tiba-tiba ada sosok yang menyelam ke dasar danau menyelamatkan Adam. Sosok itu adalah anak buah Adam. Sementara itu, anak buah Adam yang lain menghabisi anak buah Krull. Tentunya Krull disisakan. Akhirnya sosok Krull mati di tangan anak buah Adam. Krull ditenggelamkan hidup-hidup di danau itu.

Masalah kini sudah terselesaikan. Kerajaan kejahatan Krull telah hancur. Adam pun terbebas dari hutang. Peter Bejnak akhirnya tidak memberikan sad ending dan juga shocking ending dalam film ini. Bisa dibilang, Bejnak memberikan sedikit cliffhanger ending bercampur dengan happy ending. Pasalnya di akhir film tidak diceritakan apakah Adam dapat kembali hidup bersama dengan keluarganya. Yang pasti, Adam secara diam-diam menyaksikan kelahiran cucunya. Anak Lucia lahir dengan selamat.

Selain itu, anak Jona, Luka juga berhasil terbebas dari penjara. Namun kebebasan Jona tetap menjadi hampa. Sebab tidak ada lagi sosok ayah yang dapat menemani dan mendukungnya dalam kehidupan. (ikh)

Baca juga artikel menarik lainnya di sini Resensi Film: "It" (2017), Monster Badut Pemangsa Anak-Anak

Kredit : digdo

hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-3
Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-4
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-5