Kisah Kajari Bantul Berjuang Sembuh Dari Corona, Kuncinya Mental dan Pikiran Positif Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bantul Suhandi sembuh dari corona (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.Com - Kabar gembira kembali mencuat di tengah pandemi Corona. Tiga orang pasien positif Corona dinyatakan sembuh. Satu diantaranya adalah Zuhandi yang menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bantul DIY.

Zuhandi pun menceritakan perjuangannya dirawat selama 20 hari demi sembuh dari Convid 19. Awalnya Zuhandi sempt dirawat disalah satu RS swasta karena penyakit lain. Ia kemudian mulai masuk RSUD Panembahan Senopati pada Senin 16 Maret 2020 karena menderita batuk dan susah bernafas. Selang beberapa hari kemudian gejala penyakit itu sembuh. Namun ia dinyatakan positif Convid-19.

Baca Juga:

Hari Ini 50.000 Alat Tes Pemeriksaan COVID-19 dari Korea Selatan Tiba di Jakarta

"Waktu diumumkan secara fisik saya sehat sekali. Tapi mental saya langsung down. Karena sebelumnya memang ga isolasi karena ga nyangka kena," kata Zuhandi pada awak media, Sabtu (4/4).

Bagaimana tidak, sebelum hasil test keluar, banyak saudara, kolega dan teman yang menjenguknya. Bahkan Bupati Bantul Suharsono juga ikut datang membesuk. Hal ini membuah dirinya merasa bersalah. Ia khawatir dengan kesehatan semua orang yang membesuknya dan kesehatan keluarganya.

Pasien corona sembuh berkat semangat dan pikiran positif
Kantor Kajari Bantul, Yogyakarta (MP/Teresa Ika)

"Saya ini jadi pasien di Bantul pertama yang positif. Lalu dijenguk banyak orang. Pejabat-pejabat semua. Secara mental saya naik turun up and down memikirkan mereka," jelas Zuhandi.

Istri dan anak Zuhandi pun segera menjalani test Swap dan pemeriksaan darah. Begitu juga dengan para pejabat. Beruntung keduanya negatif. Bupati Bantul Suharsono juga dinyatakan negatif.

Kondisi inilah yang menjadi titik balik dan memercik semangat Zuhandi untuk sembuh. Zuhandi mulai menata mental. Ia mencoba membalikkan semua pikiran negatif menjadi positif. Ia memperbanyak minum vitamin, air putih dan berolahraga. Tak lupa ia memiliki keyanikan penuh untuk sembuh.

"Mental itu memiliki peran penting dalam imun tubuh. Ketika mental saya membaik, saya yakin bisa sembuh. Dan memang saya bisa sembuh,"tegasnya.

Zuhandi dinyatakan sembuh dari Corona pada Sabtu (04/04) setelah dua kali hasil pemeriksaan SWAB dinyatakan negatif.

Berkaca dari pengalamannya, Ia mendorong para PDP dan ODP untuk tidak panik dan takut. Melainkan perbanyak berfikir positif dan berserah diri pada Tuhan.

"Mental perlu dijaga jangan sampai down. Karena mental itu sangat mempengaruhi tingkat kesembuhan," tuturnya.

Sementara untuk masyarakat, ia meminta agar tetap waspada, sembari melakukan karantina mandiri dirumah. Pasalnya saat ini kita tidak bisa mengetahui siapa dan dari mana kita bisa terpapar corona. Zuhandi turut mengucapkan terimakasih kepada tim medis yang berjibaku merawatnya hingga sembuh.

Baca Juga:

Solo KLB Corona, 40.000 Warga Miskin Dapat Bantuan Sembako

Data dari Tim Gugus tugas Convid-19 DIY, tercatat hingga 04 April 2020 total kasus pasien positif covid 19 di DIY sebanyak 34 kasus. Enam diantaranya sudah sembuh. Tiga lainnya meninggal dunia. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) DIY sebanyak 330 pasien dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.692 orang.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta.

Baca Juga:

Update Corona, Minggu (5/4) 2.273 Orang Positif Corona, 198 Meninggal Dunia, 164 Sembuh

Kredit : patricia


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH