Kisah Inspiratif Olfarida, Siswi SMA Selamat Pagi Indonesia Asal Poso Kisah Inspiratif perjuangan Olfarida yang memulai from zero to hero usai sekolah di SMA Selamat Pagi Indonesia (Foto: Mp/Aldi Fadlillah)

PADA sekolah gratis untuk anak yatim piatu dan tidak mampu yakni SMA Selamat Pagi Indonesia di Batu, Jawa Timur, banyak sekali kisah-kisah menyentuh dari para siswa-siswi yang ada disana. Dari mulai perjuangan untuk memutuskan berskolah di SMA Selamat Pagi Indonesia, hingga banyak hal positif yang didapat.

Salah satunya yakni Olfarida Pode'u, siswi SMA Selamat Pagi Indonesia yang berasal dari Poso, Sulawesi Tengah. Olfa kini telah lulus dari SMA Selamat Pagi Indonesia, namun meski sudah alumni, dia tetap mengabdi di SMA Selamat Pagi Indonesia untuk mengelola divisi bisnis sekolah. Saat ini Olfa menjadi Head Divisi Human Capital di sekolah Selamat Pagi Indonesia.

Baca Juga:

Menapaki Jejak SMA Selamat Pagi Indonesia yang Inspiratif

Awal Kisah Olfa Akhirnya Masuk Ke Sekolah Selamat Pagi Indonesia

Berawal dari ekonomi keluarga yang goyang usai Ayah Olfa meninggal (foto: instagram @olfaridapodeau)

Berawal ketika pada tanggal 9 Januari 2007, Ayah Ova meninggal dunia lantaran sakit liver. Bisa dibilang Ova berasal dari keluarga yang biasa saja, tapi ekonominya cukup untuk sekolah, makan, liburan dan sebagainya.

Namun kondisi ekonomi keluarga Olfa berubah drastis usai ayahnya meninggal dunia. Karena sebelum sang Ayah meninggal, keluarga Olfa sempat membawa Ayahnya berobat kesana kemari. Hingga banyak sekali biaya yang terpakai, bahkan tabungan pun habis terpakai.

Ironisnya, keluarga Olfa juga sempat kekurangan dana untuk pengobatan Ayahnya, hingga sampai meminjam uang dan sebagainya. Bahkan Olfa sempat pesimis untuk melanjutkan pendidikannya lantaran tak ada biaya.

"Jadi pas papa meninggal itu utang harus dibayar, belum lagi kita 3 bersaudara terus mulai kebingungan, saya sempat mau berenti sekolah pas kelas 2 smp, waktu itu di poso, saya sempat bilang ke mamah saya, yaudah kalau ga ada biayanya kita sampai disini aja sekolahnya gausah dilanjutin" ucap Olfa saat wawancara eksklusif dengan merahputih.com.

Meski Olfa sempat Pesimis tak bisa melanjutkan pendidikannya lantaran keterbatasan biaya, tapi Ibundanya tak mau Olfa putus sekolah. Hingga ditengah kegalauan datanglah seorang dokter yang merawat mendiang Ayahnya ketika sakit. Dokter tersebut bernama Ardi, dia mendengar kabar saat Ayah Olfa meninggal, kondisi ekonomi keluarga Olfa langsung berubah drastis.

Dokter Ardi pun langsung mendatangi Ibu Olfa, dan memberitahukannya bahwa ada sekolah gratis dan beliau kenal dengan foundernya yakni Julianto Eka Putra atau Ko Jul. Akhirnya waktu itu Olfa pun berunding dengan san Ibu, dan tak ada pilihan lain, selain bersekolah di sekolah gratis itu.

Saat itu ekonomi keluarga Olfa memang sedang sulit, namun Ibu Olfa rela berhutang demi bisa membiayai ongkos Olfa ke SMA Selamat Pagi Indonesia, yang ada di Batu, Jawa Timur. Saat itu Olfa naik kapal laut kelas ekonomi lewat makassar dengan perjalanan 2 hari 1 malam.

Ditengah kapal laut kelas ekonomi, Olfa pun harus tahan panas-panasan dan berdesak-desakan. Hingga akhirnya dia sampai di Surabaya, dan dijemput oleh kenalan Ibunya untuk diantar ke SMA Selamat Pagi Indonesia.

Usai Masuk SMA Selamat Pagi Indonesia, Olfa 3 Tahun Tak Pulang Kerumah

Olfa sempat tiga tahun tak pulang kerumah sejak masuk di SMA Selamat Pagi Indonesia (Foto: instagram @olfaridapodeau)

Keputusan Olfa untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Gratis SMA Selamat Pagi Indonesia sekaligus pengalaman pertama kalinya merantau keluar pulau, dan jauh dari orang tua.

Bahkan untuk 3 tahun pertama Olfa mengaku tak pulang kerumah. Dia tak menampik jika sangat rindu bertemu Ibunya, namun Ibunya selalu menguatkan dengat kata-kata 'gausah pulang dulu, kamu ingat tujuanmu kesana untuk apa', akhirnya Olfa pun kuat tiga tahun tak pulang ke rumahnya di Poso.

Setelah Olfa bebera tahun di SMA Selamat Pagi Indonesia, banyak perubahan pada dirinya, bahkan hampir 360 derajat.

"Semenjak di Sekolah ini, berbeda 360 derajat dengan saya ketika masih dirumah. Karena pas masih ada papah saya dulu saya anak yang manja , enggak bisa apa-apa sendirian, harus dibantu, kalau kemana mana papah saya harus anterin" cerita Olfa.

Tiga tahun pertama merupakan waktu yang sangat berat bagi Olfa, sebelum akhirnya dia bisa mandiri dan berubah dari sosok anak manja yang tak bisa apa-apa.

Bahkan pada tahun-tahun pertama di SMA Selamat Pagi Indonesia, Olfa tak henti-henti menitihkan air mata, Olfa mengakui dirinya merupakan seorang anak yang cengeng.

"Saya dulu orangnya nangisan cengeng, gabisa apa-apa dikit saya pasti nangis, diomongin sama temen dikit saya pasti nangis, itu cengeng banget, telfon sama mama saya keinget kondisi mamah dirumah dikit-dikit nangis pokonya. ditanya nama sama ko jul, nangis, jadi intinya itu, kacau banget waktu sma dulu, manja cengeng ga mandiri," lanjutnya.

Olfa berubah 360 derajat menjadi pribadi yang lebih mandiri (Foto: instagram @olfaridapodeau)

Selain cengeng, Olfa pun mengaku sempat depresi. apalagi ketika semester awal. Dia sepat berpikir tak kuat, karena segala sesuatunya harus mandiri. Dari mulai mencuci piring, mencuci baju, hingga harus satu kamar dengan teman-teman yang berbeda daerah dan agama. Hal itu merupakan suatu hal baru baginya, karena Olfa pernah punya pengalaman tinggal bersama orang-orang yang beda agama. Apalagi Olfa sempat menjadi korban kerusuhan 98 di Poso.

"Saya juga dulu korban kerusuhan 98 di poso, saya sempat larilari ke hutan jam 2 malam. sembunyi karena dimana mana suara bom tembakan, itu membuat saya trauma. itu yang membuat lingkungan saya ga ada yang non kristen atau katolik, jadi semuanya kristen katolik saya ga pernah tau agama lain seperti apa" Kata dia.

Lebih lanjut Olfa Menuturkan "Tiba-tiba dateng kesini ada yang muslim, ada yang hindu, ada yang budha, itu awal-awal bertentangan di hati saya, terus saya bilang ke ibu asrama, 'bu kalo bisa temen sekamar yang satu daerah dan agamanya sama'. ternyata jawaban ibu asrama 'kalau kamu gabisa terima ini brarti kamu gabisa sekolah disini'" ucap Olfa.

Akhirnya, mau tak mau Olfa pun berusaha menerima. Karena mau pulang ke Poso pun tak memiliki biaya. Hingga dalam perjalanannya, Olfa menyadari dan akhirnya paham jika tak ada satu agama pun yang mengajari keburukan, semuanya kebaikan.

Tapi proses itu bukan dalam waktu yang sebentar, hampur satu tahun hingga Olfa bisa berbaur dan nyaman dengan teman-temannya yang latar belakang agama dan sukunya berbeda. Olfa tak menampik jika pada awalnya dia merasa risih.

Olfa banyak belajar tentang indahnya perbedaan (Foto: Instagram @olfaridapodeau)

Seiring berjalannya waktu, karena intensitas pertemuan yang sering, dan setiap kamar diseting untuk anak-anak berbeda daerah dan agama. Olfa pun semakin paham belajar tentang pentingnya menghargai perbedaan atau Bhinneka Tunggal Ika.

"Teman yang satu kamar kan itu-itu aja yah isinya, jadi ya itu yang diajak ngobrol. jadi saya mulai gali nih, 'eh katanya di agama kamu gini gini gini yah' terus mereka bilang engga olfa yang bener tuh gini gini gini, terus aku tau jadi selama ini omongan yang diluar tuh ga bener ga baik yang saya pernah dengar. Jadi dari situ ya lama-lama memproses saya jadi paham sedikit demi sedikit" ucapnya.

Ketika 3 tahun pertama, disaat Hari Raya pun Olfa tak pulang kerumah. Dirinya merasa sedih awalnya, karena biasanya di Hari Raya Natal berkumpul dengan keluarga untuk makan bersama dan merayakan Natal bersama. Awalnya Olfa hanya bisa mengangis, dan menelpon ibunya. Dia membayangkan jika sangat indah rasanya jika bisa berkumpul dengan keluarga diruma.

Namun ditengah kesedihan, Pihak sekolah memiliki sejuta surprise yang bisa membuat para siswa-siswi lupa akan kesedihannya. Seperti membuat Pesta, drama, makan-makan dan sebagainya. Hingga Akhirnya tak berlarut-larut dalam kesedihan.

Tiga Tahun Sempat Diacuhkan Oleh Keluarga

Meski sempat diacuhkan keluarga, Olfa berhasil membuktikannya dengan kesuksesan (Foto: instagram @olfaridapodeau)

Satu hal yang membuat olfa kuat ialah Ibunya, jika Olfa menelponnya Ibunya, Olfa mengetahui jika Ibunya selalu dibicarakan dirumah dan diolok-olok oleh keluarga. Tapi Ibu Olfa setiap kali di telepon, Ibu Olfa selalu bilang jika semuanya baik-baik saja.

"Mama berpesan jika Olfa harus fokus ke masa depan, biarkanlah semua omongan yang tak enak didengar hanya Ibu yang denar saja. Tapi satu hal yang harus Olfa buktikan, bahwa mama tak pernah menjual anaknya ke orang lain, kamu harus tau satu hal Olfa gaboleh bergantung pada siapapun" kata Olfa.

Berdasarkan penuturan Olfa, Ibu Olfa mengatakan jika banyak keluarganya yang mampu tapi hanya menyudutkannya saja, tanpa bertanya permasalahan yang di alami.

Itulah kalimat-kalimat dari Ibu Olfa yang membuatnya kuat. Hinggar akhirnya Olfa tak perduli sesakit apapun omongan orang, tapi Olfa membuktikannya lewat tindakan, hingga kini Olfa sudah punya pendapatan sendiri.

Ketika Olfa sudah punya penghasilan sendiri, Olfa tak lantas membalas dendam pada orang-orang terdekat yang dulu menyakitinya, tapi justru dia membagi kebahagiaan pada orang yang telah menyakitinya. Karena jika membalas ejekan atau hinaan, Olfa menganggap dirinya tak ada bedanya dengan orang-orang yang sudah menyakitinya saat itu.

Jangan dibayangkan jika Olfa di SMA Selamat Pagi Indonesia dulunya lancar-lancar saja. Karena saat itu keluarga dari Ibunya setujua 100% dia sekolah di SPI, tapi keluarga dari pihak Ayah, semua menolaknya.

Jadi ketika selama Olfa di SMA Selamat Pagi Indonesia, Olfa tak pernah dihubungi oleh keluarga dari pihak Ayah, bahkan neneknya pun sempat tak menganggapnya cucu. 'Beliau bilang saya gapunya cucu namanya Olfa, mamanya udah jual' ucap Olfa dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.

Namun disaat Olfa sudah bisa membuktikannya pada mereka. Omongan Omanya pun berbalik, Oma akhirnya menganggap Olfa sebagai cucu yang paling disayang. Berbeda dengan dahulu yang tak mau tau saat olfa sekolah di SMA Selamat Pagi Indonesia.


Alasan Olfa Memilih Bertahan Mengabdi Di SMA Selamat Pagi Indonesia

Begitu banyak pengalaman hidup yang didapat membuat Olfa ingin tetap bertahan di SMA Selamat Pagi Indonesia (Foto: instagram @olfaridapodeau)

Olfa merupakan angkatan kedua di SMA Selamat Pagi Indonesia. Setelah lulus Olfa merasakan hatinya terpaut ditempat ini (Sekolah SPI), dia ingin mengabdi lebih. Dalam hal ini tanpa ada paksaan dan orangtuanya pun tak menyuruh olfa untuk ada di Sekolah Selamat Pagi Indonesia.

Namu Olfa melihat, angkatan kedua termasuk yang merasakan merintis proses pembangunan SMA Selamat Pagi Indonesia. Hingga semakin lama tak terasa SMA Selamat Pagi Indonesia telah berkembang pesat. Hal itu membuat rasa memiliki Olfa kepada SMA Selamat Pagi Indonesia semakin besar.

Hingga Olfa pun berjanji pada dirinya sendiri, Dia telah mendapatkan banyak hal dari tempat ini, bahkan lebih dari yang dibayangkan sebelumnya. Olfa pun ingin kebahagiaan yang didapatnya tak hanya berhenti sampai pada dirinya saja, namun dia ingin berjuang untuk adik-adik kelasnya yang tengah berjuang di SMA Selamat Pagi Indonesia. Guna mereka dapat menikmati seperti apa yang Olfa nikmati. Seperti membawa orangtuanya liburan, dan memberikan surprise untuk orang tua.

Sejak sudah punya penghasilan sendiri, Olfa keinginannya untuk membahagiakan Ibunda tercinta pun kian menggebu-gebu, tapi berdasarkan penuturan Olfa jika Ibunya tak mengungkan apa-apa, karena melihat Olfa Bahagia saja sudah membuat Ibunya Bahagia.

"Kalau untuk orang tua, sejujurnya mamah saya adalah tipe orangtua yang sangat sayang pada anaknya, bahkan saya sampai memaksa-maksa ke mamah saya yang intinya adalah, dulu kan mamah pengen apa, kita kan blum punya uang nih, aku bilang mamah bilang pengen apah?? tapi sama sekali beliau gamau ngerepotin anaknya. malah beliau bilang gini 'lebih baik uangnya kamu tabung untuk beli apa yang kamu impikan selama ini, itu akan membuat mamah jauh lebih bahagia" cerita Olfa.

Namun Olfa pun terus memaksa membahagiakan Ibunya, karena selama ini Olfa merasa belum bisa menghasilkan apa-apa, dan ketika dia telah mempunyai penghasilan waktunya untuk membahagiakan orang tuanya.

Olfa pun berusaha mengajak Ibunya untuk pergi berlibur, tapi lagi-lagi jawaban sang Ibunda 'enggak dengan yang ada saat ini mamah sudah cukup lagian mamah juga melihat kalian bahagia itu jauh lebih membuat mama bahagia'.

Hingga akhirnya Olfa pun tetap berusaha membahagiakan orangutanya dengan mengirimkan uang pada keluarganya dirumah, dan mengajak mereka jalan-jalan serta berbelanja. Selain itu ketika Kakaknya menikah, Olfa pun turut membantu untuk kebutuhan pernikahannya.

Tak hanya telah memiliki penghasilan, Olfa juga telah keliling Asia dan Eropa bersama teman-teman di SMA Selamat pagi indonesia (Foto: instagram @olfaridapodeau)

Selain telah memiliki penghasilan sendiri dari divisi bisnis di SMA Selamat Pagi Indonesia, lewat prograk experiental learning, Olfa pun telah bisa pergi ke berbagai tempat-tempat indah di Indonesia hingga negara-negara di Eropa.

Nah itu dia guys kisah inspiratif dari Olfarida, banyak sekali pelajaran hidup dan transformasi pada Olfa, tentunya kearah yang lebih baik yah gengs. Semoga kisah Olfa bisa membuatmu lebih bersyukur, dan tak pernah lelah untuk selalu berdoa dan berusaha menggapai impian. (ryn)

Baca Juga:

Di SMA Selamat Pagi Indonesia, Diajarkan 'Life Skill'

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH