Kisah Inspiratif  Dua Bersaudara Pilih Jadi Tukang Jamu di Pasar Dua Bersaudara penjual Jamu Deplok (Foto: Fredy WP)

MerahPutih kuliner - Pedagang Jamu Deplok di Pasar Kranggan, Jetis, Yogyakarta, dikelola oleh dua bersaudara, Nugi Nugroho dan Hari Wahyudi. Keduanya belum lama menjadi pedagang jamu. Baru sekira 10 bulan.

Sebelumnya, mereka merupakan pekerja di perusahaan swasta di Yogyakarta. Hari Wahyudi di akhir pekerjaannya ternyata menjabat General Affair di perusahaannya. Sementara Nugi, ia merupakan lulusan Akademi Pariwisata di Kota Yogyakarta.

Hari mengaku, meski berat meninggalkan pekerjaan sebelumnya, ia tegaskan mantap memilih berdagang jamu di pasar. "Kita cuma meneruskan usaha yang sudah dirintis orangtuanya orangtua kita. Terakhir kan dipegang orangtua kami sendiri. Dipikir-pikir, ya sekalian melestarikan budaya," kata Hari santai saat berbincang dengan merahputih.com, di Pasar Kranggan, Jetis, Yogyakarta, Kamis (19/5).

Padahal, pendapatannya menjadi pegawai bisa mencapai dua kali lipat  jika dibandingkan pendapatannya berdagang jamu. Namun, ia yakin, usahanya saat ini lebih memiliki berkah.

Jamu Deplok racikan Hari dan Nugi (Foto: Fredy WP)

Di sisi lain, Nugi mengaku bahwa ia beruntung kuliah di pariwisata. Pasalnya, ada ilmu yang bisa ia terapkan dalam menujual jamu. "Saya jadi bisa bicara bahasa Inggris. Pas ada pembeli wisatawan asing, ya, saya bisa ladeni kan," katanya dengan nada gurau.

Keduanya mengaku tidak malu memilih jadi pedagang jamu di pasar. Bagi mereka, ada kenikmatan tersendiri yang tidak bisa didapatkan saat menjadi pegawai swasta.

Kakak beradik ini sejak kecil telah akrab dengan dunia jamu. Bahkan, mereka mulai mempelajari bagaimana meracik jamu sejak kecil. "Dari kecil kita lihat kalau si mbah lagi ngeracik jamunya, terus kita juga selalu bantu-bantu ibu jadi kita tau takarannya kebutuhannya disesuaikan," papar Nugi.

Karena pengalaman di bangku kuliah dan pekerjaan sebagai General Affair tersebut, Jamu Deplok kakak adik ini pun dikelola dengan mengikuti gaya anak muda masa kini. Salah satunya, mereka mengikuti gaya dan kehidupan anak muda di media sosial. Selain bisa menjadi ajang pendekatan, media sosial mereka gunakan untuk berbagi cerita dan gambar. Jamu Deplok ini dapat ditelusuri di instagram @jamupasarkranggan dan facebook Jamu Pasar Kranggan. (Fre)

BACA JUGA:

  1. Dari Lapak Jamu Jadi Cafe The House of Raminten
  2. Ayam Koteka, Menu Andalan The House of Raminten
  3. Tempat-tempat Ngopi Asyik di Yogyakarta
  4. Wedang Uwuh Minuman Tradisional Asli Yogyakarta
  5. Nikmati Bubur Ayam Khas Jakarta di Yogyakarta
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menjajal Uniknya Cita Rasa Mie Ongklok di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng
Kuliner
Menjajal Uniknya Cita Rasa Mie Ongklok di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng

Menjajal Uniknya Cita Rasa Mie Ongklok di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng

Pembuatan Ogoh-ogoh Jelang Hari Raya Nyepi
Berita
Pembuatan Ogoh-ogoh Jelang Hari Raya Nyepi

Pemuda Hindu menyelesaikan proses pembuatan Ogoh-ogoh di Pura Kerta Jaya Kota Tangerang, Banten.

Raja Machmud Singgirei Rumagesan, Pahlawan Papua Melawan Pemerintahan Kolonial Belanda
Indonesiaku
Raja Machmud Singgirei Rumagesan, Pahlawan Papua Melawan Pemerintahan Kolonial Belanda

Raja Machmud Singgirei Rumagesan juga memperjuangkan Papua menjadi bagian dari Negara Indonesia.

Disangka Pasukan Angkatan Udara Inggris, Arek Suroboyo Malah Menembaki Pesawat Sukarno
Indonesiaku
Bukit Bambu Bisa Jadi Tempat Wisata Alternatif di Cirebon
Travel
Bukit Bambu Bisa Jadi Tempat Wisata Alternatif di Cirebon

Di Cirebon ada tempat wisata baru yang lebih segar

Kedamaian Membumi di Danau Sentani
Travel
Kedamaian Membumi di Danau Sentani

Kata Sentani berarti 'di sini kami tinggal dengan damai'.

Prosesi Wisuda Sekolah di Fase New Normal
Indonesiaku
Prosesi Wisuda Sekolah di Fase New Normal

Pelaksanaan wisuda secara drive thru ditengah pandemi COVID-19 telah menyesuaikan peraturan Pemerintah

Nanti Kita Cerita Taman Hutan 'Impian' Bukit Soeharto
Indonesiaku
Nanti Kita Cerita Taman Hutan 'Impian' Bukit Soeharto

BELUM begitu ajek alasan mengapa Taman Hutan Raya di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, bernama Bukit Soeharto.

Keraton Kasunanan Surakarta Tiadakan Tradisi Budaya Grebeg Maulud
Tradisi
Keraton Kasunanan Surakarta Tiadakan Tradisi Budaya Grebeg Maulud

Grebeg Maulud yang biasanya diselenggarakan harus ditiadakan karena pandemi COVID-19

Tersembunyi, 4 Pantai Cantik di Indonesia Pantang Dilewatkan
Travel