Kisah dan Sejarah Keluarga dalam Lukisan Sinta Tantra Pameran "Constellations of Beings" karya Sinta Tantra mengeksplorasi masa lalu Sinta dalam lingkup konstelasi (tatanan) keluarganya. (ISA Art & Design)

KELUARGA menjadi tempat pertama seseorang memulai kehidupannya. Orang tumbuh dan berkembang, menapaki lingkungan baru di luar keluarga, bersentuhan dengan banyak hal, lalu mungkin menjadi berjarak dengan keluarga. Tapi sejauh apapun perjalanan seseorang, pada akhirnya dia akan kembali pulang ke keluarga.

Tak terkecuali bagi Sinta Tantra, seniman perempuan berdarah Bali yang menempuh laku kesenimanannya di tiga negara : Amerika Serikat, Inggris, dan Indonesia. Dia menjadikan keluarga sebagai sumber inspirasi lukisannya. Semua karya tersebut tersua dalam pameran tunggalnya yang bertajuk Constellations of Being di ISA Art & Design Gallery di Wisma 46, Jakarta.

Digelar oleh ISA Art & Design, sebuah firma konsultan seni dan galeri seni yang berbasis di Jakarta, dan dikuratori oleh Doktor Sadiah Boonstra, pameran ini mengeksplorasi masa lalu Sinta dalam lingkup konstelasi (tatanan) keluarganya guna menciptakan konstelasi-konstelasi baru atas sejarah, emosi, pengalaman, bentuk, warna, dan materi.

Guna mendapatkan inspirasi bagi karya-karyanya, Sinta bertanya kepada kedua orang tuanya mengenai sejarah dan memori berkesan dalam keluarga. Hasilnya, sebuah kumpulan lukisan-lukisan cantik yang bercerita mengenai masa lalu, masa sekarang, dan masa depan sekaligus tentang hubungan antar-keluarga atau “konstelasi” antara ibu-ayah-anak dan kakek-sepupu-cucu.

“Saya mendapati bahwa kakek buyut saya ternyata seorang yang sangat berbakat. Dia pemahat batu atau undagi dalam bahasa Bali, yang sinonim dengan 'arsitek.' Bersama sepupu, dia berkeliling Bali mencari nafkah. Keduanya mengerjakan pahatan batu yang rumit untuk Istana Air di Taman Ujung yang dibangun oleh Raja Karangasem,” kata Sinta dalam katalog pameran yang ditulis Sadiah Boonstra.

Baca juga:

Karya Seni 'Faith in Speculations' Bercerita Sejarah Kelam Indonesia

lukisan sinta tantra
Deborah Iskandar (Direktur ISA Art & Design), Sinta Tantra (tengah), dan Sadiah Boonstra (Kurator) di depan lukisan Two Cousins (Batu Bata). (ISA Art & Design)

Kisah keduanya diabadikan Sinta lewat lukisan berjudul "Two Cousins (Batu Bata)". Lukisan itu menampilkan dua lingkaran di tengah dengan warna berbeda saling beririsan. Di pinggir lukisan terdapat beberapa persegi panjang.

"Meskipun abstrak dalam komposisi, dua lingkaran di tengah bisa diartikan sebagai dua sepupu, ilustrasi persahabatan dan persaudaraan mereka. 'Batu Bata' mengacu pada jenis Batu atau bata Bali, di sini diwakili oleh bentuk persegi panjang," terang Sadiah Boonstra.

Sinta melukis menggunakan bahan cat tempera di atas linen foto serta memakai bahan organik dan mineral–yang ia gambarkan sebagai proses “hidup dan bernafas.” Akhir-akhir ini, ia juga melirik penggunaan material emas yakni dengan cara menempelkan lembar demi lembar daun emas di dalam lukisannya.

Untuk komposisi karyanya yang berimbang, karya-karya Sinta terinspirasi dari pergerakan-pergerakan seni tempo dulu seperti Bauhaus, Art Deco, Abstract Expressionism, dan Modernism. Sementara untuk gayanya, seniman muda ini mengaku lebih terinspirasi dari Nyoman Lempad dan Sol LeWitt dengan garis-garis dua dan tiga dimensinya.

Sebelum pameran ini, Sinta melakukan riset mendalam selama lebih dari dua tahun kala pandemi. Inspirasi pameran tunggal ini dipetik dari siluet-siluet dedaunan tropis dengan latar bentuk-bentuk geometris abstrak dan linen. Di sini kelihatan upaya Sinta menerjemahkan pengaruh yang didapat dari pelukis-pelukis asal Eropa seperti Henri Matisse dan Jean Arp lalu dilebur dengan bentuk-bentuk simbolis khas seniman Bali, Nyoman Lempad.

"Sebagai orang yang bersentuhan dengan lingkungan Eropa, Amerika, dan Indonesia, Tantra memiliki pandangan multikultural yang unik yang memungkinkannya untuk menggabungkan elemen dari berbagai dunia tempat dia tinggal," tambah Sadiah.

Baca juga:

Pameran Seni Rupa "Manifesto VIII : Transposisi" Digelar

lukisan sinta tantra
Inspirasi pameran tunggal ini dipetik dari siluet-siluet dedaunan tropis dengan latar bentuk-bentuk geometris abstrak dan linen. (ISA Art & Design)

Itu juga memberikan kesempatan kepada Tantra untuk menorehkan karir sebagai seniman perempuan mandiri. Ini bukan prestasi kecil mengingat tak mudah menjadi seniman perempuan independen di Bali lantaran adanya tantangan berupa struktur sosial, kurangnya infrastruktur seni, dan harapan masyarakat terhadap perempuan.

Lukisan-lukisan yang ditampilkan juga mengeksplorasi tentang rasa berwujud dan memiliki, fluiditas migrasi, identitas, dan pergeseran dari manusia ke mahkluk global, menggabungkan kolonialisme masa lalu dengan masa kini guna melahirkan topik baru serta cara untuk melihat dan menghubungkan kembali dengan masa lalu.

"Saya ingin terhubung dengan orang-orang pada tingkatan yang telah melampaui kata-kata dan budaya. Saya memiliki perbendaharaan bentuk dan warna yang dapat saya pasang dan bongkar serta seperangkat aturan yang bisa saya ikuti atau saya langgar jika diperlukan, kata Tantra.

"Saya tertarik untuk menciptakan semacam tekanan bagi penikmat karya saya dalam hal komposisi dan kombinasi; tempat di mana mereka dapat menemukan narasi mereka dan di mana saya dapat menemukan narasi saya," lanjut Tantra.

Meski komposisi visual untuk mayoritas lukisannya dibuat dengan bantuan perangkat digital, untuk merampungkan lukisan aslinya, Sinta tetap menggunakan cara manual memakai tangan yang dilakukannya di studio dengan melibatkan persiapan yang mumpuni.

Nah, buat kamu yang tertarik mencari inspirasi dan mempelajari karya seni, pameran ini patut masuk jadwal kunjunganmu. Pameran ini berlangsung dari 6 Agustus sampai 30 September 2022. (dru)

Baca juga:

Pameran Seni 'Para Sekutu yang Tidak Bisa Berkata Tidak' Diperpanjang Hingga Maret

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kini, Pap Smear juga dapat Deteksi Kanker Payudara dan Ovarium
Fun
Kini, Pap Smear juga dapat Deteksi Kanker Payudara dan Ovarium

Kanker ovarium adalah yang paling mematikan dari kanker ginekologi.

Waspada! Empat Kriteria Daging yang Aman untuk Dikonsumsi
Fun
Waspada! Empat Kriteria Daging yang Aman untuk Dikonsumsi

Pentingnya mengetahui kriteria daging yang segar dan aman dikonsumsi

Om Bob Tutupoly Tutup Usia, Bawa Kenangan Lagu 'Widuri'
ShowBiz
Om Bob Tutupoly Tutup Usia, Bawa Kenangan Lagu 'Widuri'

Bob Tutupoly juga diketahui pernah membintangi beberapa judul film

Ahli Roaster Jawab Stigma Roasting yang Beredar di Indonesia
Fun
Ahli Roaster Jawab Stigma Roasting yang Beredar di Indonesia

Banyak stigma beredar tentang roasting kopi.

Serunya Brewers Cup di Rumah Kedua Coffee
Hiburan & Gaya Hidup
Serunya Brewers Cup di Rumah Kedua Coffee

Rumah Kedua Coffee Tangerang menggelar kompetisi brewing kopi yang dibuka untuk umum.

Minyak Goreng yang Sehat Menurut Para Pakar
Fun
Minyak Goreng yang Sehat Menurut Para Pakar

Minyak goreng yang sehat adalah minyak yang sebagian besar terbuat dari asam lemak tak jenuh tunggal.

Pas untuk Milennial, Rekomendasi Mobil Listrik 2022
Hiburan & Gaya Hidup
Pas untuk Milennial, Rekomendasi Mobil Listrik 2022

Ekosistem mobil listrik perlahan mulai dibangun.

WhatsApp akan Rilis Fitur Undo Status
Hiburan & Gaya Hidup
WhatsApp akan Rilis Fitur Undo Status

Telah diujicobakan secara terbatas.

Kena Candu Tiktok, Remaja Cenderung Lemah Ingatan dan Pelupa
Hiburan & Gaya Hidup
Kena Candu Tiktok, Remaja Cenderung Lemah Ingatan dan Pelupa

Remaja yang kecanduan Tiktok mengalami pengurangan kapasitas memori.

Sekadar Bingung Berbebeda dengan Quarter-life Crisis
Fun
Sekadar Bingung Berbebeda dengan Quarter-life Crisis

Bingung biasa dan quarter-life crisis berbeda.